ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)
Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara, Kombes Rio Nababan, mengatakan pemeriksaan laboratorium dilakukan terhadap orang, pakaian, dan senjata api yang berkaitan dengan kasus tersebut. Pemeriksaan terhadap orang dilakukan terhadap W dan Brigadir I dengan metode swab untuk mencari Gunshot Residue (GSR) atau jejak tembakan.
"Tujuannya untuk mencari Gunshot Residue atau GSR. Istilah awamnya, jejak tembakan," kata Rio.
Hasilnya, Brigadir I dinyatakan tidak memiliki jejak tembakan pada tubuh maupun pakaiannya. Sebaliknya, jejak GSR ditemukan pada tangan kanan dan sekitar leher W, sementara pada pakaian korban jejak paling banyak ditemukan di bagian pundak kanan.
"Hasil swab untuk I, kami nyatakan negatif. Tidak ada jejak tembakan sama sekali di tubuhnya. Untuk korban ada jejak di tangan sebelah kanan dan sekitar leher," sambungnya.
Rio juga memastikan senjata api yang diperiksa merupakan revolver kaliber 38. Penyidik kemudian membandingkan proyektil yang ditemukan di tubuh W dengan senjata serta amunisi yang tersisa di dalam chamber.
"Hasilnya identik bahwa proyektil yang ada di dalam tubuh korban tersebut berasal dari senjata yang diperiksakan oleh penyidik," tandasnya.
Sebelumnya, W ditemukan tewas di kamar mandi rumah mantan suaminya, Brigadir I, di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026). Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak menyebut hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bunuh diri.
Menurut Calvijn, W saat itu berada di satu kamar bersama Brigadir I dan anaknya, M (9). Brigadir I sempat keluar kamar dan ketika kembali mendapati tasnya terbuka. Di dalam tas tersebut terdapat senjata api.
"Setelah itu, saksi I melihat tasnya sudah terbuka. Di dalamnya ada senjata api," ucap Calvijn kepada awak media, Selasa (4/8/2026).
Brigadir I kemudian mengetahui senjata apinya sudah tidak berada di dalam tas. W diketahui berada di kamar mandi. Upaya untuk mencegah W dilakukan dengan berkomunikasi dari luar kamar mandi. Anak W juga beberapa kali mengetuk pintu, tetapi tidak mendapat respons.
"Terakhir ada ucapan dari korban, maafkan saya. Setelah ucapan itu, dari dalam kamar mandi terdengar suara letusan satu kali," ucapnya.
Setelah kejadian, tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara dan menemukan revolver di dalam kamar mandi. Pemeriksaan laboratorium forensik dan autopsi kemudian menemukan residu tembakan pada jari tangan, badan, dan pakaian W. Meski demikian, Calvijn mengatakan penyidik masih mendalami motif yang melatarbelakangi kematian W.