Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Perubahan Kecil di Rumah agar Ruangan Lebih Sejuk Tanpa AC

Kota Medan
3 min read
5 Perubahan Kecil di Rumah agar Ruangan Lebih Sejuk Tanpa AC
Ilustrasi ruang tamu sejuk (pexels.com/Lisa Anna)
  • Menggeser furnitur dari area jendela dan memberi jarak lemari dari dinding yang terkena matahari membantu menjaga aliran udara serta mengurangi panas yang terperangkap.
  • Tirai berlapis pada jendela yang terkena matahari langsung dapat menahan panas saat siang; buka kembali pada sore hari untuk memasukkan udara lebih nyaman.
  • Mematikan elektronik tak terpakai dan memilih seprei serta sarung bantal ringan yang menyerap kelembapan membantu mengurangi sumber panas, terutama di ruang kecil dan area tidur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Rumah terasa gerah gak selalu karena cuaca sedang terik. Posisi barang, bahan penutup jendela, sampai arah masuknya cahaya bisa membuat panas lebih lama terperangkap di dalam ruangan. Menariknya, beberapa perubahan kecil ternyata bisa membuat suasana rumah terasa lebih nyaman.

Kamu gak harus langsung membeli peralatan mahal untuk mengatasinya. Cukup perhatikan beberapa bagian rumah yang selama ini mungkin dianggap sepele. Yuk, cek lima perubahan sederhana berikut dan lihat mana yang paling cocok untuk rumahmu!

  1. 1. Geser furnitur dari depan jendela

    Ruang tamu
    Ilustrasi ruang tamu (pexels.com/Alex Tyson)

    Meletakkan sofa, lemari, atau rak tepat di depan jendela ternyata bisa mengganggu pergerakan udara. Area jendela sebaiknya memiliki ruang yang cukup agar udara dari luar bisa masuk dan bergerak lebih bebas. Perubahan posisi furnitur yang sederhana ini bisa membuat sirkulasi ruangan terasa lebih lega.

    Coba beri jarak antara furnitur dan jendela, terutama pada area yang sering dibuka. Jangan sampai barang berukuran besar justru menjadi penghalang aliran udara. Ruangan pun bisa terasa lebih ringan tanpa harus menambah perangkat pendingin.

  2. 2. Tutup jendela dengan tirai berlapis, bukan sekedar gorden tipis

    Tirai jendela
    Ilustrasi tirai jendela (pexels.com/Onur)

    Cahaya matahari yang masuk melalui kaca dapat ikut meningkatkan panas di dalam ruangan. Gorden tipis memang membuat ruangan terlihat terang, tetapi belum tentu cukup menahan panas pada jam terik. Menambahkan lapisan tirai yang lebih rapat bisa menjadi perubahan kecil yang cukup terasa.

    Gunakan lapisan yang lebih tebal pada jendela yang terkena matahari langsung. Saat siang sangat terik, tutup bagian tersebut sebelum ruangan terlanjur panas. Begitu sore tiba, kamu bisa membukanya kembali untuk memasukkan udara yang lebih nyaman.

  3. 3. Matikan barang elektronik yang jarang dipakai

    Televisi di ruang tamu
    Ilustrasi televisi di ruang tamu (pexels.com/Mateusz Pielech)

    Televisi, komputer, lampu, dan perangkat elektronik lain ternyata tetap menghasilkan panas saat digunakan. Dalam ruangan kecil, panas dari beberapa perangkat yang menyala bersamaan bisa membuat suasana semakin gerah. Jadi, bukan cuma sinar matahari yang perlu diperhatikan.

    Coba matikan perangkat yang sedang gak digunakan, terutama pada siang hingga sore hari. Hindari juga menumpuk banyak perangkat elektronik dalam satu sudut ruangan. Selain membantu mengurangi sumber panas, kebiasaan ini bisa membuat penggunaan listrik lebih efisien.

  4. 4. Pilih seprei dan sarung bantal yang lebih mudah melepas panas

    Seprei dan sarung bantal berwarna putih
    Ilustrasi seprei dan sarung bantal berwarna putih (pexels.com/Andrea Davis)

    Tempat tidur bisa menjadi salah satu area yang terasa paling gerah karena tubuh terus menghasilkan panas saat beristirahat. Bahan seprai yang terlalu tebal atau kurang menyerap kelembapan dapat membuat panas terasa lebih terperangkap. Karena itu, mengganti tekstil tempat tidur bisa menjadi langkah kecil yang sering dilupakan.

    Pilih bahan yang terasa ringan dan mampu menyerap kelembapan dengan baik. Kamu juga bisa menyesuaikan ketebalan selimut dengan kondisi cuaca agar tubuh gak mudah kepanasan. Perubahan sederhana ini membuat area tidur terasa lebih nyaman tanpa mengubah suhu seluruh rumah.

  5. 5. Jangan menempelkan lemari bekas ke dinding yang terkena matahari

    Lemari pakaian di kamar tidur
    Ilustrasi lemari pakaian di kamar tidur (pexels.com/Max Vakhtbovych)

    Dinding yang terus terkena sinar matahari dapat menyimpan panas dan melepaskannya kembali ke ruangan secara perlahan. Lemari besar yang menempel rapat pada dinding tersebut bisa membuat area di belakangnya minim sirkulasi. Akibatnya, panas dapat terasa lebih lama meski matahari sudah tidak terlalu terik.

    Berikan sedikit ruang antara lemari dan dinding agar udara tetap dapat bergerak. Terutama untuk dinding yang menghadap langsung ke arah matahari pada siang atau sore hari. Detail kecil ini mungkin gak langsung terlihat, tetapi bisa membantu ruangan terasa lebih nyaman.v

    Membuat rumah terasa lebih sejuk ternyata gak selalu membutuhkan AC atau renovasi besar. Mengatur ulang furnitur, mengurangi sumber panas, dan memilih material yang tepat bisa menjadi langkah sederhana yang berdampak. Yuk, mulai dari satu perubahan kecil dulu dan rasakan sendiri bedanya di rumah!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More