Keluarga Curigai Sejumlah Luka di Tubuh Eks Istri Polisi di Medan

- Keluarga W mempertanyakan luka pada tubuh korban dan meminta penjelasan terbuka dari kepolisian.
- IC mengaku keluarga baru melihat jenazah pada 4 Agustus 2026 serta belum menerima hasil autopsi resmi.
- Penyidik memeriksa IH dan M, sementara pemeriksaan forensik menemukan residu tembakan pada tubuh dan pakaian korban.
Medan, IDN Times – Keluarga W (30), perempuan yang ditemukan meninggal dunia di rumah mantan suaminya yang merupakan anggota polisi di Medan, masih mempertanyakan sejumlah luka yang ditemukan di tubuh korban. Hingga kini, mereka juga mengaku belum menerima hasil autopsi sehingga meminta kepolisian memberikan penjelasan secara terbuka.
Keraguan itu disampaikan adik korban, IC (29), saat berada di rumah duka, Rabu (5/8/2026). Menurutnya, keluarga masih menyimpan banyak pertanyaan terkait kondisi jenazah yang mereka lihat setelah proses autopsi.
1. Keluarga baru bisa melihat jenazah dua hari setelah kejadian

IC mengatakan kabar meninggalnya sang kakak diterimanya dari Brigadir I dan ayah Brigadir I melalui sambungan telepon pada 2 Agustus 2026 sekitar pukul 14.58 WIB. Setelah mendapat kabar tersebut, ia langsung berangkat dari Nias menuju Medan keesokan harinya.
Setibanya di Medan, IC mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara untuk melihat jenazah kakaknya. Namun, saat itu permintaannya belum diizinkan petugas. Ia bersama anggota keluarga lainnya baru diperbolehkan melihat jenazah pada Selasa (4/8/2026).
2. Luka jahitan hingga memar di tubuh korban dipertanyakan keluarga

Saat melihat jenazah, keluarga menemukan sejumlah luka yang menurut mereka belum mendapat penjelasan memadai. Salah satunya adalah luka jahitan di bawah dagu korban.
"Matanya memar. Terus ada satu luka jahitan, di bagian bawah dagu. Kami tanya sama polisinya, itu karena apa, kayaknya bukan bagian otopsi. Jawaban polisinya ini kemarin ada yang disuntikkan," kata IC.
IC mengaku masih mempertanyakan alasan adanya luka tersebut. Namun mereka tidak mendapatkan jawaban.
Selain itu, keluarga juga mempertanyakan bekas memar pada pusar, kedua paha, punggung kaki, beberapa jari korban, serta adanya goresan di lutut kiri. Menurut IC, petugas menjelaskan warna kebiruan di bagian pusar disebabkan proses pembusukan.
3. Keluarga belum menerima hasil autopsi dan meragukan dugaan bunuh diri

Keluarga juga menyoroti luka tembak yang ditemukan pada korban. IC mengaku masih mempertanyakan mekanisme luka tersebut, termasuk bagaimana korban diduga menggunakan senjata api.
"Kalau memang bekas tembakan, kenapa tidak tembus? Terus gimana pistol itu bisa ada di tangannya. Terus bagaimana dia belajar memakai itu," ungkapnya.
Hingga saat ini, kata IC, keluarga belum menerima hasil autopsi resmi sehingga masih meragukan dugaan bunuh diri yang disampaikan penyidik. Ia berharap kepolisian dapat menjelaskan secara terbuka seluruh temuan medis, termasuk asal-usul luka yang terdapat di tubuh korban.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan penyidik telah memeriksa dua saksi utama, yakni IH selaku mantan suami dan anak korban berinisial M yang berusia 9 tahun.
Menurut Calvijn, kedua saksi merupakan orang yang berada di dalam kamar bersama korban sebelum insiden terjadi. Setelah IH keluar dari kamar, ia kembali dan mendapati korban sudah tidak berada di ruangan tersebut.
Merasa curiga karena tas yang berisi senjata api dalam keadaan terbuka, IH kemudian memeriksa kamar mandi. Bersama anak korban, ia sempat mengetuk pintu dan membujuk korban agar keluar.
"Terakhir ada ucapan dari korban, 'Maafkan saya.' Itu terakhir untuk kedua saksi tersebut. Setelah ucapan itu dari dalam kamar mandi terdengar suara letusan satu kali," kata Calvijn, Selasa (4/8/2026)
Usai kejadian, polisi bersama Tim Inafis melakukan olah TKP. Penyidik menemukan senjata api di lokasi dan korban mengalami luka tembak di bagian kepala.
Selain itu, hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik menemukan residu tembakan pada jari tangan, tubuh, dan pakaian korban. Sementara hasil pemeriksaan swab terhadap tangan saksi IH tidak menemukan residu tembakan.
Calvijn mengatakan dokter forensik juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
"Dokter forensik menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, baik akibat benda tumpul maupun benda tajam, pada tubuh korban. Luka yang ditemukan hanya luka tembak di bagian kepala," ujarnya.

















