Keluarga Eks Istri Polisi Belum Dapat Hasil Autopsi: Pak Kapolri Tolong

- Keluarga W menyatakan belum menerima hasil autopsi dan meminta penyebab kematian dibuka secara terang.
- YL, ibu W, menyampaikan kecurigaan keluarga terhadap hasil sementara penyelidikan kepolisian.
- Polisi masih menyelidiki kematian W melalui pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian, autopsi, dan laboratorium forensik.
Medan, IDN Times – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga W (30), perempuan yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah mantan suaminya, seorang anggota polisi, di Kota Medan. Di tengah prosesi duka, ibu korban meminta aparat membuka secara terang penyebab kematian anaknya karena hingga kini keluarga mengaku belum menerima hasil autopsi.
Pantauan di rumah duka pada Rabu (5/8/2026), kerabat dan keluarga silih berganti datang memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah. Kerabat secara bergantian, melihat W di dalam peti di ruang utama rumah.
1. Ibu korban menangis dan meminta kasus dibuka seterang-terangnya

Di samping almarhumah, sang ibu masih berduka. Tangisnya tidak berhenti. Sambil meratap, sang ibu berinisial YL, meminta kasus meninggalnya sang anak diusut. Karena keluarga masih curiga dengan penyebab kematiannya. Mereka belum menerima dengan hasil sementara penyelidikan polisi, yang menyatakan W meninggal karena bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya.
“Pak Kapolri tolong lah, lihat anggotamu. Bagaimana ini terbuka lah. Tolong Pak Presiden. Pak Prabowo, Pak Gibran. Siapapun yang mendengar tolong lah bantu kami,” rintihnya.
YL juga mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam. Menurutnya, W selama ini menjadi sosok yang selalu menguatkan keluarga. “Kami tidak punya kekuatan. Kami orang kecil. Selama ini dia kekuatanku.”
2. Keluarga mengaku belum menerima hasil autopsy dari kepolisian

Selain meminta kasus diusut tuntas, keluarga mempertanyakan proses autopsi terhadap jenazah korban. Pihak keluarga mengaku hingga kini belum menerima hasil pemeriksaan maupun penjelasan mengenai penyebab pasti kematian anaknya.
“Dibuka lah ini ada apa. Sampai saat ini hasil otopsi kami gak ada dikasih. Gak ada dikasih tahu anakku dibelah-belah,” ujar YL.
Dalam keterangannya kepada wartawan, YL juga menyebut pihak keluarga tidak pernah dimintai persetujuan sebelum autopsi dilakukan. Hingga kini, menurutnya, keluarga masih menunggu penjelasan resmi terkait hasil pemeriksaan tersebut.
3. Polisi masih menduga korban meninggal akibat bunuh diri

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan bahwa penyelidikan sementara mengarah pada dugaan korban mengakhiri hidup menggunakan senjata api dengan luka tembak di bagian kepala.
Calvijn menjelaskan, saat kejadian korban berada di dalam rumah bersama mantan suaminya, Brigadir I, serta anak mereka yang berusia 9 tahun. Menurut keterangan polisi, Brigadir I sempat keluar dari kamar sebelum kembali dan mendapati tasnya dalam keadaan terbuka.
"Setelah itu, saksi I melihat tasnya sudah terbuka. Di dalamnya ada senjata api," ucap Calvijn.
Penyelidikan atas kematian W masih berlangsung. Polisi sebelumnya menyatakan telah memeriksa sejumlah saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara, autopsi, serta pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian korban.



















