Kompolnas Ungkap CCTV Rumah Eks Istri Polisi di Medan Bermasalah

Kompolnas menemukan gangguan CCTV berada pada sistem perekaman, bukan kerusakan fisik kamera atau DVR.
Gangguan serupa tercatat beberapa kali dalam empat bulan sebelum W ditemukan meninggal di Medan.
Pemeriksaan proses forensik belum menemukan pelanggaran, sementara penyelidikan motif kematian W masih berlangsung.
Medan, IDN Times – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap kondisi CCTV di rumah keluarga Brigadir I yang menjadi lokasi meninggalnya W (30), mantan istrinya. Kamera pengawas itu bukan mati secara fisik, melainkan mengalami gangguan pada sistem perekaman.
Temuan tersebut diperoleh Kompolnas setelah menelusuri sistem CCTV serta riwayat kerusakannya dalam empat bulan terakhir. Dari pemeriksaan, gangguan serupa ternyata sudah beberapa kali terjadi sebelum W ditemukan meninggal pada 2 Agustus 2026.
1. Kompolnas pastikan CCTV bukan mati secara fisik

Ilustrasi CCTV. (Pexels/ Jakub Zerdzicki) Kompolnas terlebih dahulu memeriksa hasil kerja tim Laboratorium Forensik Polda Sumatra Utara yang melakukan pemeriksaan dengan metode digital forensik. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat masalah dalam proses penanganan maupun pemeriksaan rekaman CCTV.
Kompolnas juga mengecek alur kerja, mekanisme, hingga standar pemeriksaan yang digunakan tim forensik. Dari penelusuran tersebut, belum ditemukan pelanggaran dalam proses pemeriksaan.
“ Kami cek alur kerjanya, kami cek mekanismenya, dan kami cek standar bagaimana mereka bekerjanya. Sampai detik ini belum ada satu titik pelanggaran,” kata Komisioner Kompolnas Choirul Anam saat menggelar konferensi pers di Polrestabes Medan pada Rabu (23/9/2026).
Anam mengatakan, pemeriksaan kemudian diarahkan pada kondisi CCTV dan riwayat sistem perekamannya. Hasilnya menunjukkan gangguan bukan berasal dari kerusakan fisik kamera maupun DVR.
2. Gangguan rekaman CCTV ternyata berulang

ilustrasi CCTV (unsplash.com/Michał Jakubowski) Kompolnas menelusuri riwayat CCTV selama empat bulan sebelum kejadian. Dari penelusuran tersebut, ditemukan pola gangguan perekaman yang sudah terjadi beberapa kali.
Menurut Anam, gangguan itu memiliki pola dan titik masalah yang sama. Bahkan, persoalan pada sistem perekaman tersebut disebut semakin parah dari waktu ke waktu.
“Bukan mati, tapi problem sistemnya itu. Rekaman problem sistemnya itu sejak beberapa waktu sebelumnya juga iya (bermasalah). Polanya sama. Titik problemnya juga sama dan semakin lama semakin parah, gitu,” ujarnya.
Kompolnas juga memastikan kondisi fisik perangkat tidak menunjukkan masalah. Dengan demikian, persoalan yang ditemukan berada pada sistem perekaman, bukan kamera atau perangkat DVR secara fisik.
“Terus bagaimana dengan posisi fisiknya, kamera maupun DVR-nya? Kami juga cek, kondisi fisiknya tidak ada problem. Jadi problemnya memang ada di sistem,” sambungnya.
Anam menilai temuan tersebut dapat menjadi dasar untuk mengakhiri perdebatan mengenai kondisi CCTV. Sebab, pemeriksaan terhadap riwayat sistem menunjukkan gangguan serupa telah terjadi sebelum kematian W.
3. W ditemukan tewas dengan luka tembak di kamar mandi

ilustrasi pistol (IDN Times/Mardya Shakti) W ditemukan meninggal di kamar mandi rumah mantan suaminya, Brigadir I, di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026). Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak saat itu menyampaikan dugaan sementara bahwa W meninggal setelah mengalami luka tembak di bagian kepala.
Pada hari kejadian, W disebut berada di dalam kamar bersama anaknya, M (9), dan Brigadir I. Calvijn mengatakan Brigadir I sempat keluar kamar sebelum kembali dan menanyakan keberadaan W kepada anaknya.
"Setelah itu, saksi I melihat tasnya sudah terbuka. Di dalamnya ada senjata api," ucap Calvijn saat diwawancarai di Polrestabes Medan pada Selasa (4/8/2026).
Brigadir I kemudian mengetahui senjata api miliknya sudah tidak berada di dalam tas. W diketahui berada di kamar mandi yang berada di dalam kamar tersebut.
"Terjadi lah komunikasi yang sifatnya pencegahan dengan mengatakan jangan melakukan hal hal yang tak layak. Karena saksi I tahu persis kondisi korban," ungkapnya.
Anak W kemudian beberapa kali mengetuk pintu kamar mandi, tetapi tidak mendapat respons. Menurut keterangan yang disampaikan Calvijn, terdengar ucapan terakhir dari W sebelum suara letusan.
"Terakhir ada ucapan dari korban, maafkan saya. Setelah ucapan itu, dari dalam kamar mandi terdengar suara letusan satu kali," ucapnya.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari lokasi, tim Inafis menemukan senjata api jenis revolver di dalam kamar mandi.
Pemeriksaan laboratorium forensik dan autopsi juga menemukan residu pada jari tangan, tubuh, serta pakaian W. Sementara itu, pemeriksaan terhadap Brigadir I tidak menemukan residu serupa.
"Lalu, tim melakukan swab jari dan tangan di tubuh saksi I. Hasilnya tidak ditemukan sisa residu yang ada," ucapnya.
"Didapati juga keterangan dokter yang melakukan otopsi bahwa tidak ada bekas kekerasan atau benda tumpul serta tajam yang melukai korban," tambahnya.
Meski demikian, Calvijn mengatakan penyelidikan masih dilakukan untuk mendalami motif yang melatarbelakangi kematian W.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















