Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

MAN 2 Padangsidimpuan Raih Perak WYIIA 2026 Lewat Riset Budaya Mangupa

Kota Medan
2 min read
MAN 2 Padangsidimpuan Raih Perak WYIIA 2026 Lewat Riset Budaya Mangupa
Prestasi internasional diraih siswa MAN 2 Padangsidimpuan (Dok. Kemenag Sumut)
  • Lima siswa Kirmanda MAN 2 Padangsidimpuan meraih medali perak WYIIA 2026 di Universitas Brawijaya, kompetisi internasional yang diikuti peserta dari 11 negara.

  • Tim meneliti ketahanan tradisi Mangupa dalam pernikahan Batak Angkola melalui studi pustaka, wawancara tokoh adat, dan observasi, lalu mempresentasikannya dalam bahasa Inggris.

  • Guru pembimbing dan kepala madrasah menilai prestasi ini hasil kerja keras serta dukungan sekolah, sekaligus diharapkan mendorong budaya penelitian di lingkungan madrasah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Prestasi internasional diraih siswa MAN 2 Padangsidimpuan. Lima siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (Kirmanda) berhasil meraih medali perak pada ajang World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2026 yang digelar di Universitas Brawijaya, Malang.

Kompetisi riset tingkat internasional tersebut diikuti peserta dari 11 negara. Bidang yang dilombakan meliputi Social Science, Environmental Science, Innovation Science, Life Science, Engineering and Technology, serta Physics. Peserta dari Indonesia didominasi sekolah unggulan nasional.

  1. 1. Tampil dengan penelitian Ketahanan Budaya Tradisi Mangupa dalam Upacara Pernikahan Batak Angkola di Tengah Modernisasi

    IMG_20261108_102225.jpg
    Prestasi internasional diraih siswa MAN 2 Padangsidimpuan (Instagram @inimirmanda)

    Tim Kirmanda di bawah bimbingan guru Yusra Tri Rahayu tampil dengan penelitian berjudul Tondi Na Dipatogu, Adat Na Diparngolu: Ketahanan Budaya Tradisi Mangupa dalam Upacara Pernikahan Batak Angkola di Tengah Modernisasi.

    Penelitian tersebut mengkaji tradisi Mangupa dalam pernikahan adat Angkola. Fokus kajian adalah bagaimana tradisi tersebut bertahan dan tetap relevan sebagai penguat identitas serta nilai spiritual di tengah modernisasi dan globalisasi.

    Untuk menyusun riset, tim melakukan kajian pustaka, wawancara dengan tokoh adat, dan observasi prosesi pernikahan. Hasil penelitian kemudian dipresentasikan dalam bahasa Inggris di hadapan dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi Universitas Brawijaya.

    Ketua tim Nayla Zivana Siregar (XI EB 1) bersama anggota Syakira Fatima Azahra Hasibuan (XI EB 2), Ulfiyah Mukhbita Siregar (XI EB 2), Ibnu Pranata (XI LS 2), dan Amin Rapkah (XI STEM) bersaing langsung dengan peneliti muda dari SMA Taruna Nusantara, SMA Pradita Dirgantara, SMA Al Azhar, dan SMA Taruna Nala.

  2. 2. Buktikan madrasah mampu melahirkan generasi berdaya saing global

    IMG-20261108-WA0000.jpg
    Prestasi internasional diraih siswa MAN 2 Padangsidimpuan (Dok. Kemenag Sumut)

    Pembimbing Yusra Tri Rahayu mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras tim dan dukungan madrasah.

    "Keberhasilan ini membuktikan madrasah mampu melahirkan generasi berdaya saing global. Potensi tidak pernah dibatasi oleh tempat seseorang menuntut ilmu," ujarnya, Kamis (5/11/2026).

  3. 3. Diharapkan capaian ini memotivasi siswa lain untuk mengembangkan budaya penelitian di lingkungan madrasah

    IMG_20261108_102200.jpg
    Prestasi internasional diraih siswa MAN 2 Padangsidimpuan (Instagram @inimirmanda)

    Sementara itu, Kepala MAN 2 Padangsidimpuan Lobimartua Hasibuan mengapresiasi prestasi tersebut. Ia berharap capaian ini memotivasi siswa lain untuk mengembangkan budaya penelitian di lingkungan madrasah.

    "Terima kasih kepada orang tua, guru pembimbing, dan seluruh keluarga besar madrasah. Semoga budaya meneliti terus tumbuh," kata Lobimartua.

    Penyerahan medali dan sertifikat penghargaan berlangsung di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Malang, pada Kamis (5/11/2026).

Related Articles

See More