Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fresh Graduate, Lakukan 5 Hal Ini Agar Surat Lamaran Kamu Dilirik HRD

Kota Medan
3 min read
Fresh Graduate, Lakukan 5 Hal Ini Agar Surat Lamaran Kamu Dilirik HRD
Ilustrasi CV (pexels/Lukas Blazek)
  • Fresh graduate disarankan memakai CV ATS-friendly yang rapi, berbasis teks, berformat PDF, serta menyusun pendidikan dan pengalaman secara kronologis agar mudah terbaca sistem penyaringan.
  • Pengalaman perlu dijelaskan dengan metode STAR untuk menonjolkan situasi, tugas, tindakan, dan hasil; sertakan pula hard skills relevan serta sertifikasi yang sesuai industri tujuan.
  • Portofolio ringkas dari proyek kuliah, tugas akhir, atau magang dapat membuktikan kemampuan; lakukan follow up secara sopan setelah 1–2 minggu untuk menanyakan status lamaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pasti sangat frustasi jika kita sudah mengirim puluhan atau ratusan lamaran kerja namun belum membuahkan hasil. Perasaan tersebut sangatlah normal. Bagi kamu fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja, mendapatkan kerja pertama kali memang sangat menjadi tantangan tersendiri.

​Namun, belum mendapat panggilan interview bukan berarti kamu tidak kompeten. Masalahnya terkadang ada pada cara mengemas berkas lamaran dan portofolio yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Intip tips berikut agar lamaran kamu dilirik HRD, lakukan 5 langkah strategis ini saat melamar kerja!

  1. 1. Pakai format CV ATS-Friendly yang rapi dan jelas

    Ilustrasi CV
    Ilustrasi CV (pixabay/Olilynch)

    Banyak perusahaan sekarang menggunakan sistem Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring ratusan CV secara otomatis. Seperti CV yang terlalu banyak desain warna-warni, grafik, atau elemen dekoratif justru sulit dibaca oleh sistem ini.

    ​Maka kamu bisa gunakan format CV ATS-friendly yang bersih dan berfokus pada teks. Gunakan font standar seperti Arial atau Calibri, ataupun Times New Romant. Susun riwayat pendidikan serta pengalaman secara kronologis, dan pastikan file disimpan dalam format PDF agar susunannya tidak berantakan.

  2. 2. Manfaatkan metode STAR dalam menjelaskan pengalaman

    CV dengan metode star
    CV dengan metode star (resume-example.com)

    Ketika mendeskripsikan pengalaman di CV, hindari penjelasan yang terlalu umum atau sekadar menulis daftar tugas. Kamu bisa gunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk menunjukkan dampak nyata dari apa yang pernah kamu buat secara progresif.

    ​Kamu bisa jelaskan situasi yang kamu hadapi, tugas yang diberikan, tindakan spesifik yang kamu ambil, serta pencapaian yang kamu raih. Dengan ini, para HRD dapat menilai kemampuan pemecahan masalah (problem-solving) yang kamu miliki.

  3. 3. Sertakan skill teknis yang relevan dan up-to-date

    Ilustrasi membuat CV
    Ilustrasi membuat CV (pexels/cottonbro studio)

    Pada era dunia kerja sekarang, kualifikasi dasar seperti "bisa mengoperasikan Microsoft Office" kini sudah dianggap sebagai bare minimum. Untuk lebih menjual, cantumkan skill teknis (hard skills) yang sedang banyak dicari di industri tujuanmu.

    ​Misalnya, penguasaan software analisis data, tools manajemen proyek, hingga kemampuan design atau copywriting dasar. Jika kamu memiliki sertifikasi resmi dari kursus daring, jangan ragu untuk mencantumkannya di berkas lamaran, ya!

  4. 4. Lampirkan portofolio singkat namun menjual

    Ilustrasi membuat portofolio
    Ilustrasi membuat portofolio (pexels/Monstera Production)

    Kita sering menganggap bahwa portofilo adalah milik dari anak arsitek ataupun design. Apa pun bidang yang kamu lamar. Entah itu dari digital marketing, copywriting, hingga finance—portofolio adalah bukti otentik dari kemampuan kerjamu.

    ​Kamu bisa mulai dengan dokumen ringkas yang bisa kamu buat di Canva ataupun aplikasi editing lainnya dengan berisikan contoh hasil proyek kuliah, tugas akhir, atau hasil kerja saat magang. Portofolio yang tertata rapi dan menarik akan membuat HRD lebih yakin pada potensi yang kamu miliki.

  5. 5. Lakukan follow up lamaran secara sopan dan profesional

    Ilustrasi memfollow-up hrd
    Ilustrasi memfollow-up hrd (pexels/cottonbro studio)

    Banyak para fresh graduate yang belum mengetahui bahwa follow up sangat penting dalam proses rekrutmen. Padahal, melakukan follow up atau menanyakan status lamaran bisa menunjukkan tingkat inisiatif dan antusiasmemu yang tinggi terhadap posisi tersebut.

    ​Tapi jangan asal follow-up ya, karena biasanya hasil lamaran kamu akan direview setelah 1–2 minggu sejak pengiriman lamaran, kamu bisa mengirimkan email singkat atau pesan profesional kepada HRD. Tanyakan perkembangan proses kamu dengan bahasa yang santai, santun, dan tidak terkesan memaksa, ya!

    Proses melamar kerja memang membutuhkan effort, tenaga, waktu yang luar biasa. Dengan menerapkan strategi di atas, lamaran kerjamu tentu akan terlihat lebih profesional dan menarik di mata HRD.

    ​Kira-kira langkah mana yang akan kamu coba untuk perbaikan lamaran kerjamu minggu ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More