Mencekam di Gayo Lues: Banjir Bawa Gelondongan Kayu, Rumah Hanyut

Banjir melanda tiga desa di Gayo Lues setelah hujan intensitas tinggi membuat aliran sungai kawasan Pintu Rime meluap.
Empat rumah hanyut, sekitar 100 rumah rusak, serta sejumlah jembatan dan fasilitas publik mengalami kerusakan.
Air surut pada Minggu siang, tetapi menyisakan gelondongan kayu; tim gabungan masih mendata kerugian material.
Gayo Lues, IDN Times – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh sejak Sabtu (7/11/2026) pukul 17.00 WIB berujung petaka pada Minggu (8/11/2026) dini hari. Tepat pukul 02.00 WIB, aliran sungai dari kawasan Pintu Rime meluap hebat dan menerjang permukiman warga di dua kecamatan.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) yang merujuk data Pusdalops PB BPBD Kabupaten Gayo Lues per pukul 13.35 WIB mencatat tiga desa terdampak langsung terjangan air bah tersebut.
“Dua desa berada di Kecamatan Pining—yakni Desa Pertik dan Desa Ekan—serta satu desa di Kecamatan Dabun Gelang, yakni Desa Badak,” ujar Kepala BPBA Bahron Bakti, dalam keterangan tertulis, Minggu malam.
1. Empat rumah warga hanyut disapu arus dan seratusan unit lainnya rusak

Banjir yang membawa material lumpur dan gelondongan kayu di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Minggu (8/11/2026). (IDN Times/Istimewa) Hantaman arus sungai pada dini hari buta itu meninggalkan kerusakan permukiman yang masif di Kecamatan Pining. Menurut laporan resmi BPBA, sedikitnya empat unit rumah warga di Desa Pertik hanyut terbawa derasnya arus banjir.
Selain bangunan yang lenyap tersapu air, sekitar 100 unit rumah warga lainnya mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat.
“Dalam pendataan kami, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah pasti warga yang terdampak maupun warga yang terpaksa mengungsi masih terus didata oleh petugas di lapangan.
2. Jembatan gantung hingga gedung SMA Negeri 1 Pining rusak berat

Banjir yang membawa material lumpur dan gelondongan kayu di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Minggu (8/11/2026). (IDN Times/Istimewa) Terjangan banjir dari luapan sungai kawasan Pintu Rime itu turut melumpuhkan infrastruktur penghubung dan fasilitas publik. Di Desa Pertik, satu unit jembatan gantung dilaporkan mengalami rusak berat.
Ancaman putusnya akses warga juga terjadi di Kecamatan Dabun Gelang. Kata BPBA dalam laporannya, satu unit jembatan utama yang berada di Desa Badak mengalami pengikisan akibat gerusan air sungai.
Fasilitas pendidikan dan ekonomi warga di Kecamatan Pining pun tak luput dari hantaman banjir. Gedung sekolah SMA Negeri 1 Pining dan satu unit Lapangan Futsal Ceding Ayu mengalami rusak berat, sedangkan satu unit SPBU Tawar Sejuk di Desa Pertik mengalami rusak sedang.
3. Air surut tapi menyisakan tumpukan gelondongan kayu

Ilustrasi Banjir. (IDN Times/Anjani Asra) Memasuki Minggu siang, genangan air banjir yang sempat merendam permukiman warga dilaporkan telah surut. Namun, surutnya air menyingkap persoalan baru: tumpukan material gelondongan kayu yang terbawa arus banjir dan kini masih dalam tahap pembersihan di lokasi terdampak.
Guna mempercepat penanganan darurat pascabanjir, jelas BPBA, tim BPBD Kabupaten Gayo Lues langsung turun berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Pining, perangkat Desa Pertik, personel TNI dan Polri, serta unsur SAR.
“Tim gabungan saat ini masih berfokus melakukan kaji cepat (assessment) sekaligus mendata total kerugian material di lapangan,” pungkasnya.




















