Ini Langkah yang Harus Dilakukan Setelah Motor Terendam Banjir

Banjir di Deli Serdang sejak 27 Oktober 2026 turut merendam sepeda motor, sehingga pemilik diimbau tidak langsung menggunakannya demi mencegah kerusakan lanjutan.
Pemilik motor tidak boleh menyalakan mesin karena air di ruang bakar dapat memicu water hammer; periksa saringan udara, oli, bahan bakar, kelistrikan, CVT, dan rem.
Indako Honda menyarankan pemeriksaan oleh teknisi AHASS, bukan pembongkaran mandiri, karena penanganan bergantung pada kondisi serta lama motor terendam.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Deli Serdang, sejak 27 Oktober 2026 hingga saat ini turut berdampak pada aktivitas masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, perhatian tidak hanya tertuju pada keselamatan diri dan keluarga, tetapi juga pada kondisi kendaraan yang digunakan untuk menunjang mobilitas sehari-hari, termasuk sepeda motor yang terdampak genangan air.
Memahami kondisi tersebut, PT Indako Trading Coy selaku Main Dealer Honda di wilayah Sumatra Utara mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menggunakan kembali sepeda motor yang telah terendam banjir. Penanganan yang tepat menjadi hal penting untuk memastikan kondisi kendaraan, sekaligus menghindari risiko kerusakan lebih lanjut.
Berikut Langkah yang Harus Dilakukan Usai Motor Terendam Banjir:
1. Jangan buru-buru menghidupkan mesin

Berkendara Melewati Banjir (Dok. AHM) Erwin Chandra, Senior Instructor Technical Service PT Indako Trading Coy, menjelaskan bahwa hal pertama yang perlu diperhatikan adalah tidak mencoba menghidupkan mesin, baik menggunakan electric starter maupun kick starter.
Sebab, air yang masuk ke ruang bakar berisiko menyebabkan water hammer, yakni kondisi ketika gerakan piston terhambat oleh air dan dapat mengakibatkan kerusakan serius pada komponen mesin.
"Ketika sepeda motor terendam banjir, kami mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menghidupkan mesin. Meskipun bagian luar kendaraan terlihat sudah kering, belum tentu bagian dalamnya terbebas dari air. Karena itu, penting untuk memastikan kondisi kendaraan terlebih dahulu sebelum kembali digunakan," jelas Erwin.
2. Cek Saringan udara

Honda Berikan Bantuan Pengendara Motor yang Mogok Akibat Banjir (Dok. Indako) Selain itu, beberapa komponen juga perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Saringan udara dan saluran pemasukan udara perlu dipastikan tidak kemasukan air maupun lumpur. Kondisi oli mesin juga perlu diperiksa untuk mengetahui kemungkinan tercampur air yang dapat mengurangi kemampuan pelumasannya.
Pemeriksaan juga mencakup sistem bahan bakar dan kelistrikan, termasuk konektor serta soket yang berpotensi terpapar air. Khusus sepeda motor tipe matik, bagian CVT perlu diperiksa apabila terkena genangan, begitu pula sistem pengereman dan komponen lainnya yang berpotensi terdampak lumpur maupun kotoran.
3. Periksa ke bengkel

Ilustrasi Berkendara saat Hujan dan Banjir (Dok. AHM) Erwin menambahkan bahwa tingkat penanganan setiap sepeda motor dapat berbeda, bergantung pada kondisi dan seberapa lama kendaraan terendam. Artinya, tidak semua sepeda motor yang terdampak banjir membutuhkan penanganan yang sama.
"Setiap kendaraan memiliki kondisi yang berbeda setelah terendam banjir. Kami menyarankan untuk tidak melakukan pembongkaran secara mandiri dan mempercayakan pemeriksaannya kepada teknisi AHASS (Astra Honda Authorized Service Station). Dengan pemeriksaan yang tepat, teknisi dapat mengetahui komponen mana yang membutuhkan penanganan sehingga kendaraan dapat dipastikan kondisinya sebelum kembali digunakan," tambah Erwin.
Melalui edukasi ini, Indako Honda berharap dapat membantu masyarakat khususnya di Deli Serdang, untuk lebih memahami langkah yang perlu diperhatikan ketika sepeda motor terdampak banjir. Dengan penanganan yang sesuai dan pemeriksaan menyeluruh, masyarakat dapat lebih tenang dalam memastikan kondisi kendaraannya sebelum kembali beraktivitas.






















