Profil Raline Shah, Anak Medan yang Mundur dari Kursi Stafsus Menkomdigi

Raline Rahmat Shah, aktris asal Medan berlatar pendidikan NUS, mengundurkan diri sebagai Staf Khusus Menkomdigi Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital pada 13 Oktober 2026.
Namanya dikenal sejak menjadi 3rd Runner-up Puteri Indonesia 2008, lalu berkarier di film, kegiatan sosial, bisnis, serta pernah menjadi Komisaris Independen AirAsia Indonesia.
Selama 21 bulan di Komdigi, Raline terlibat dalam literasi digital, kemitraan global, dan dukungan implementasi PP TUNAS sebelum kembali fokus ke industri kreatif.
Medan, IDN Times – Di saat orang-orang berebut masuk ke lingkaran kekuasaan saat ini, Anak Medan yang satu ini malah sebaliknya.
Raline Shah menjadi sorotan publik setelah resmi mengundurkan diri dari jabatan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital pada 13 Oktober 2026 lalu.
Keputusannya mengakhiri 1 tahun 9 bulan pengabdian di pemerintahan. Siapa sebenarnya sosok Raline Shah?
Berikut IDN Times rangkum biodata singkat seorang Raline Shah dan alasannya mundur:
1. Putri Medan Berdarah Campuran

ide padu padan batik ala Raline Shah (instagram.com/ralineshah) Raline Rahmat Shah, lahir pada 4 Maret 1985 yang kini berusia 41 tahun. Pendidikan Raline dari National University of Singapore (NUS), Bachelor of Arts Ilmu Politik dan Media Baru dan Komunikasi (2007) yang berprofesi Aktris, Model, Pengusaha dan Aktivis.
Meski lahir di Jakarta, Raline tumbuh besar di Medan, Sumatra Utara. Ia merupakan putri sulung dari pasangan pengusaha dan tokoh politik Rahmat Shah dan aktivis sosial Roseline Abu.
Ayahnya pernah menjabat sebagai Senator di MPR RI (1999-2004) dan anggota DPD RI (2009-2014). Ibunya dikenal sebagai pegiat Yayasan Pegiat Anak Cacat (YPAC) Medan.
Raline memiliki darah campuran Melayu, Tionghoa, dan Pakistan. Ia juga masih memiliki hubungan keluarga dengan mantan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, yang merupakan sepupunya.
Raline menempuh pendidikan menengah di Kolej Tuanku Ja'afar, Malaysia, sebelum melanjutkan ke NUS. Semasa kuliah, ia aktif sebagai vokalis klub jazz kampus.
2. Bersinar Lewat Puteri Indonesia 2008 dan berkarier di Dunia Film

Raline Shah (instagram.com/ralineshah) Nama Raline mulai dikenal luas setelah mewakili Sumatra Utara di ajang Puteri Indonesia 2008. Saat itu ia berhasil meraih gelar 3rd Runner-up dan Puteri Favorit.
Debut aktingnya di film 5 cm (2012) sebagai Riani langsung melejit dan menjadi salah satu film terlaris tahun tersebut.
Setelah itu, ia konsisten membintangi film-film besar seperti 99 Cahaya di Langit Eropa (2013) sebagai Fatma Pasha, Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh (2014), hingga Surga yang Tak Dirindukan (2015).
Lewat film Surga yang Tak Dirindukan, Raline masuk nominasi Piala Citra FFI 2015 sebagai Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik. Ia juga melebarkan karier ke pasar internasional melalui film laga Malaysia Polis Evo 2 (2018).
Sementara itu, di luar dunia hiburan, Raline dikenal aktif di kegiatan sosial. Ia pernah menjadi relawan UNHCR, pendukung WWF Indonesia, pendiri Yayasan Tunas Bakti Nusantara, Komisaris Independen AirAsia Indonesia, hingga memiliki bisnis kedai kopi Kisaku.
3. Selama 21 Bulan Jadi Stafsus Komdigi

Raline Shah kunjungan kerja ke India (instagram.com/ralineshah) Kejutan terjadi pada 13 Januari 2025, saat Menteri Meutya Hafid melantik Raline sebagai Staf Khusus Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital.
Selama menjabat, ia terlibat dalam agenda literasi digital, kemitraan global, dan mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital atau PP TUNAS.
Pada Selasa, 13 Oktober 2026, Raline mengumumkan pengunduran dirinya. Dalam pernyataan resmi melalui media sosialnya, ia menyebut keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan komitmen personal dan profesional yang terus berkembang.
"Saya memahami jabatan Staf Khusus Menteri ini adalah sebuah tanggung jawab yang membutuhkan perhatian dan komitmen lebih, di mana saat ini dan dalam waktu dekat saya tidak mempunyai kapasitas untuk memberikannya dengan optimal," tulis Raline.
Kini, setelah lepas dari pemerintahan, Raline kembali fokus melanjutkan karier di industri kreatif.
4. Ini alasan mundur

Raline Shah, Puteri Indonesia Sumatera Utara 2008 (instagram.com/ralineshah) Raline melalui Instagram Stories di akun pribadinya, @ralineshah menjelaskan bahwa keputusan mundur diambil setelah melalui pertimbangan matang dan refleksi pribadi mengenai kapasitasnya dalam menjalankan tugas sebagai staf khusus menteri.
Raline juga memastikan pengunduran dirinya telah mendapat persetujuan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
Dalam keterangannya, Raline mengakui bahwa aktivitas dan komitmen lain yang sedang dijalani membuatnya kesulitan menyelaraskan waktu serta tanggung jawab dengan tugas di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Kini saya menghadapi situasi yang sulit karena kesibukan dan komitmen saya yang lain tidak menunjukkan keselarasan saya dengan tugas saya sebagai Staf Khusus,” tulis Raline.
Ia memahami bahwa jabatan staf khusus menteri bukan sekadar posisi formal, melainkan tanggung jawab yang membutuhkan perhatian, waktu, dan komitmen besar.
Karena itu, Raline menilai perlu mempertimbangkan secara realistis kemampuannya untuk memenuhi tuntutan pekerjaan tersebut. Menurutnya, berbagai aktivitas yang dijalani saat ini maupun dalam waktu dekat membuat dirinya belum dapat memberikan kontribusi secara maksimal.
“Saya memahami jabatan Staf Khusus Menteri ini adalah sebuah tanggung jawab yang membutuhkan perhatian dan komitmen lebih di mana saat ini dan dalam waktu dekat saya tidak mempunyai kapasitas untuk memberikannya dengan optimal,” tuturnya.
Setelah mempertimbangkan kondisi tersebut, Raline memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Staf Khusus Menkomdigi Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital.
























