Tolan Tiga dan KIS Group Bangun Fasilitas BioCNG Ketiga di Simalungun

Tolan Tiga Indonesia dan KIS Group memulai pembangunan fasilitas BioCNG ketiga di Pabrik Kelapa Sawit Bukit Maradja, Simalungun, dengan target operasi pada triwulan III 2027.
Tiga fasilitas BioCNG membutuhkan investasi total 4,5 juta dolar AS atau sekitar Rp73 miliar, mengolah metana limbah cair kelapa sawit menjadi energi terbarukan.
BioCNG Bukit Maradja akan dipasok ke Unilever Oleochemical Indonesia; tiga proyek diproyeksikan mengurangi sekitar 188.000 ton CO2e per tahun dan mendukung target emisi SIPEF 2030.
Medan, IDN Times – Tolan Tiga Indonesia yang merupakan bagian dari SIPEF Group bersama PT KIS Biofuels Indonesia (KIS Group Sustainability) resmi memulai pembangunan fasilitas BioCNG di Pabrik Kelapa Sawit Bukit Maradja, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.
Seremoni peletakan batu pertama atau groundbreaking digelar pada Kamis (29/10/2026). Pabrik tersebut dioperasikan oleh PT Eastern Sumatra Indonesia.
Pembangunan ini menjadi proyek BioCNG ketiga Tolan Tiga Indonesia di Indonesia, setelah fasilitas di Pabrik Perlabian, Labuhanbatu Selatan, Sumatra Utara yang telah beroperasi sejak Desember 2025, dan Pabrik Agro Muara Rupit di Musi Rawas, Sumatra Selatan yang groundbreaking pada 5 Oktober 2026. Bagi KIS Group, proyek ini merupakan proyek BioCNG ketujuh secara global.
1. Investasi Capai Rp73 Miliar

Presiden Direktur untuk operasional SIPEF Group di Indonesia, termasuk PT Tolan Tiga Indonesia, Peter Bayliss (IDN Times/Indah Permata Sari) Presiden Direktur untuk operasional SIPEF Group di Indonesia, termasuk PT Tolan Tiga Indonesia, Peter Bayliss mengungkapkan total investasi untuk tiga fasilitas BioCNG tersebut mencapai 4,5 juta dolar AS atau sekitar Rp73 miliar.
"Untuk satu pabrik membutuhkan dana 1,5 juta dolar AS. Jadi untuk tiga pabrik totalnya 4,5 juta dolar AS," ujar Peter Bayliss.
Proyek ini bertujuan mengolah metana yang ditangkap dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi BioCNG, yaitu alternatif gas alam konvensional yang bersumber dari energi terbarukan.
2. Dukung Dekarbonisasi Industri

Groundbreaking ceremony biogas and BioCNG development (IDN Times/Indah Permata Sari) Managing Director SIPEF, Petra Meekers, menjelaskan inisiatif ini mencerminkan upaya berkelanjutan SIPEF untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya dan mengintegrasikan solusi energi terbarukan ke dalam kegiatan operasional kelapa sawit.
BioCNG yang dihasilkan dari fasilitas ini nantinya akan dipasok kepada Unilever Oleochemical Indonesia atau UOI untuk mendukung dekarbonisasi kegiatan industri melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Peter Bayliss menambahkan, proyek ini melanjutkan kemitraan jangka panjang dengan KIS Group yang dimulai sejak 2013 melalui inisiatif biogas dan penangkapan metana.
"Selama bertahun-tahun, kolaborasi tersebut berkembang hingga mencakup pemanfaatan metana yang telah ditangkap untuk diolah menjadi energi terbarukan bagi kebutuhan industri," ujarnya.
Sementara itu, CEO KIS Group, K R Raghunath, menyebut kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam komitmen KIS Group untuk mengembangkan solusi energi terbarukan yang layak secara komersial di Indonesia melalui pengolahan limbah organik menjadi energi rendah karbon yang bernilai guna.
Fasilitas BioCNG di Pabrik Bukit Maradja dirancang dengan kapasitas pengolahan biogas 17.879 normal meter kubik (Nm3) per hari. Biogas tersebut dimurnikan menggunakan teknologi BioCNG untuk meningkatkan konsentrasi metana di atas 96 persen serta mengurangi kandungan hidrogen sulfida (H2S) dan karbon dioksida (CO2), kemudian dimampatkan menjadi BioCNG.
BioCNG akan didistribusikan menggunakan truk sejauh 30 kilometer menuju pengguna akhir, yakni Unilever Oleochemical Indonesia. Kapasitas produksinya mencapai 99.997 MMBTU per tahun dengan target beroperasi pada triwulan III 2027.
Jika ditotal dengan dua proyek lainnya di Perlabian (113.750 MMBTU/tahun) dan Agro Muara Rupit (157.500 MMBTU/tahun), total kontribusi pengurangan emisi dari tiga fasilitas tersebut mencapai sekitar 188.000 ton CO2e per tahun.
Rinciannya yakni, Bukit Maradja: 49.199 ton CO2e/tahun, Perlabian: Sekitar 58.000 ton CO2/tahun dan Agro Muara Rupit: Sekitar 80.000 ton CO2/tahun.
3. Kontribusi terhadap Target Emisi 2030

Groundbreaking ceremony biogas and BioCNG development (IDN Times/Indah Permata Sari) Pengembangan BioCNG sejalan dengan target SIPEF Group untuk mengurangi emisi hingga 2030 dibandingkan tahun dasar 2024, yaitu sebesar 42 persen untuk emisi Energy and Industry (E&I) serta 30,3 persen untuk emisi Forest, Land and Agriculture (FLAG).
Selain pengembangan BioCNG, Tolan Tiga Indonesia juga terus memperluas fasilitas penangkapan metana di pabrik kelapa sawitnya, dengan target tujuh pabrik memiliki fasilitas penangkapan metana pada akhir 2026.
Direktur Unilever Oleochemical Indonesia (UOI), Yashar Davoodi, mengatakan dengan Unilever Oleochemical Indonesia sebagai calon pembeli BioCNG, proyek ini akan berkontribusi terhadap pengembangan pasar gas terbarukan di Indonesia serta mendukung peralihan menuju pasokan energi industri yang lebih berkelanjutan.



















