- Kawasan Pantai Timur & Perkotaan: Medan, Binjai, Deli Serdang, Langkat, Asahan, dan Batubara.
- Kawasan Dataran Tinggi & Danau Toba: Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Simalungun, Pematang Siantar, Toba, Samosir, dan Tapanuli Utara.
- Kawasan Pantai Barat & Tapanuli: Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Mandailing Natal, Padang Sidempuan, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara.
- Kawasan Labuhanbatu Raya: Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan.
- Kepulauan Nias: Nias Selatan, Nias Utara, Nias, Nias Barat, dan Gunung Sitoli.
Siklon 91B Lahir di Utara Aceh, Cuaca Ekstrem Intai 30 Daerah Sumut

- BBMKG Medan memperingatkan cuaca ekstrem di Sumatra Utara akibat Bibit Siklon Tropis 91B yang terbentuk di Laut Andaman, utara Aceh, pada 29 Oktober 2026.
- Kombinasi pertemuan angin, MJO aktif, laut hangat, dan kelembapan tinggi diprakirakan memicu hujan lebat hingga sangat lebat, petir, serta angin kencang dari siang sampai dini hari.
- Status waspada berlaku 29 Oktober–1 November di 30 kabupaten/kota, dengan risiko banjir, longsor, dan angin kencang; gelombang 1,25–2,5 meter juga mengancam Selat Malaka utara.
Medan, IDN Times – Ancaman cuaca ekstrem belum mau beranjak dari Sumatra Utara. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan kembali melempar peringatan darurat. Kali ini pemicunya jauh lebih masif: lahirnya Bibit Siklon Tropis 91B.
Siklon ini terpantau terbentuk di Laut Andaman, persis di sebelah utara perairan Aceh, pada Kamis (29/10/2026). Angin memutar dengan kecepatan maksimum menyentuh 25 knot atau 46 kilometer per jam, diiringi anjloknya tekanan udara minimum hingga 1009 hPa.
1. Badai ini menciptakan zona pertemuan angin dan perlambatan kecepatan udara yang mengepung langit Sumatra Utara

ilustrasi badai (pexels.com/Josh Sorenson) Bibit siklon ini perlahan bergerak menyapu ke arah barat hingga barat daya. Efek dominonya langsung terasa di daratan Sumut. Badai ini menciptakan zona pertemuan angin dan perlambatan kecepatan udara yang mengepung langit Sumatra Utara.
Situasi makin runyam. Samudra Hindia juga ikut bergolak akibat aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO). Ditambah lagi, suhu muka laut masih hangat dan tingkat kelembapan udara tergolong tinggi di setiap lapisan atmosfer.
2. Hujan juga diprakirakan turun bersama sambaran petir dan angin kencang

ilustrasi badai (pexels.com/Soly Moses) Kondisi labil ini memicu hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat. Hujan juga diprakirakan turun bersama sambaran petir dan angin kencang mulai siang hingga dini hari dengan durasi yang sangat panjang.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, dan tanah longsor dan juga aktif memantau ketinggian air sungai,” ujar Kepala BBMKG Wilayah I Hendro Nugroho, Kamis (29/10/2026).
3. 30 kabupaten dan kota masuk dalam radius ancaman badai

ilustrasi badai (pexels.com/Tom Fisk) BBMKG menetapkan status waspada cuaca ekstrem ini berlaku dari tanggal 29 Oktober hingga 1 November 2026. Tak tanggung-tanggung, 30 kabupaten dan kota masuk dalam radius ancaman badai.
Peta sebaran wilayah terdampak meliputi:
Ancaman ini tidak berhenti di darat. Di perairan lepas, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter (kategori sedang) siap menghantam kapal-kapal yang melintas di kawasan Selat Malaka bagian utara.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi cuaca terkini, BMKG membuka saluran siaga melalui call center 0821-6804-3653 atau pantauan digital di akun media sosial.



















