Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Daging Ayam di Sumut Anjlok Rp27 Ribu/Kg, Peternak Terancam Rugi

Kota Medan
3 min read
Harga Daging Ayam di Sumut Anjlok Rp27 Ribu/Kg, Peternak Terancam Rugi
Mujiyem seorang pedagang daging ayam menunggu pembeli di Pasar Karangayu Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Harga daging ayam ras di Sumut turun dari di atas Rp40.000 menjadi Rp30.000-an per kilogram; tercatat Rp32.000 di Medan dan Rp27.000 di Pasar Dwikora, Pematangsiantar.

  • Penurunan harga dinilai bukan akibat permintaan melemah, karena permintaan rumah tangga naik lebih dari 20 persen dan dapur MBG kembali beroperasi, melainkan pasokan ayam yang melimpah.

  • Over supply dikaitkan dengan panen awal ayam siap potong dari impor DOC GPS Juni 2025, sementara harga kandang Rp18.000 per kilogram dan biaya pakan meningkat, mengancam peternak rugi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Harga daging ayam ras di Sumatra Utara terus mengalami penurunan konsisten dalam beberapa pekan terakhir. Dari yang sebelumnya bertahan di atas Rp40.000 per kilogram (Kg), kini harga anjlok ke kisaran Rp30.000-an per Kg.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging ayam paling murah di Kota Medan saat ini berada di level Rp32.000 per Kg. Bahkan di Pasar Dwikora, Pematangsiantar, harganya menyentuh Rp27.000 per Kg, terendah di Sumatra Utara.

  1. 1. Penurunan ini awalnya dipicu oleh berhenti beroperasinya dapur program Makan Bergizi Gratis

    IMG_20260707_141058.jpg
    Beberapa orang melewati lapak penjual daging ayam potong. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Pengamat ekonomi yang juga akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Gunawan Benjamin, mengungkapkan penurunan ini awalnya dipicu oleh berhenti beroperasinya dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sumut saat sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (daring).

    Namun, anehnya setelah dapur MBG kembali beroperasi dan pembelajaran tatap muka dimulai, harga daging ayam justru melanjutkan tren penurunan.

    "Dari hasil observasi yang saya lakukan, demand dari dapur MBG maupun dari masyarakat alami kenaikan setelah pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan," ujar Gunawan, Rabu (28/10/2026).

  2. 2. Penurunan harga saat ini jelas mengancam peternak

    IMG-20260608-WA0079.jpg
    Bedi terlihat mengambil telur yang ada di dalam kandang ayam Lapas Kedungpane Semarang. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane Semarang)

    Dia menjelaskan, dapur MBG cenderung mempertahankan porsi permintaan yang sama, baik saat harga mahal maupun murah. Di sisi lain, permintaan rumah tangga justru naik lebih dari 20% jika dibandingkan saat harga masih di atas Rp40.000 per Kg.

    "Jadi bukan karena permintaan yang turun, tapi karena pasokannya yang melimpah," tegasnya.

    Gunawan menilai penurunan harga saat ini jelas mengancam peternak. Pasalnya, harga ayam di level kandang saat ini berada di kisaran Rp18.000 per Kg, level paling murah. Sementara di sisi lain, harga pakan ternak justru naik lebih dari Rp1.000 per Kg sepanjang 2026.

    "Sehingga pada dasarnya harga pokok produksi (HPP) daging ayam alami kenaikan dipicu oleh dorongan kenaikan biaya input," katanya.

  3. 3. Panen final stock dari impor GPS 2025

    IMG_20250622_164326.jpg
    Salah satu kandang ayam di peternakan wilayah Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Gunawan menemukan benang merah penyebab anjloknya harga. Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh pasokan Day Old Chicken (DOC) untuk Grand Parent Stock (GPS) yang masuk pada Juni 2025 lalu.

    Dari GPS tersebut akan menghasilkan Parent Stock (PS), yang kemudian menghasilkan ayam siap potong atau final stock (FS). Periode waktu dari DOC GPS ke FS membutuhkan waktu setidaknya 1,5 tahun.

    "Sehingga memang saat ini adalah masa panen awal FS dari GPS yang awalnya disediakan pada 2025 silam. Penurunan harga saat ini lebih dipengaruhi oleh pasokan yang melimpah, atau bisa dikatakan over supply," jelasnya.

    Jika kondisi over supply ini bertahan dan peternak terus merugi, Gunawan memprediksi akan ada pemangkasan jumlah DOC pada final stock di awal. Jika biaya operasional terus naik, tekanan selanjutnya adalah pengurangan jumlah GPS.

    "Yang pada akhirnya nanti peternak dan pemerintah akan berembuk untuk menghitung harga keekonomian ayam potong. Yang turut serta dibarengi dengan langkah atau upaya untuk memperbaiki rantai pasok, khususnya terkait dengan pasokan ayam potong di lapangan," pungkas Gunawan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More