Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Siklon Arnab, Sumut dalam Intaian Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Oktober

Kota Medan
3 min read
Siklon Arnab, Sumut dalam Intaian Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Oktober
Ilustrasi Cuaca Ekstrem. (gambar: akal imitasi)
  • BMKG Medan memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sebagian besar Sumatra Utara hingga 30 Oktober 2026, dengan risiko banjir, banjir bandang, angin kencang, dan longsor.

  • Sirkulasi siklonik di utara Aceh, Siklon Arnab, MJO, laut hangat, dan kelembapan tinggi memicu awan hujan lebat disertai petir serta angin kencang.

  • Sedikitnya 24 kabupaten dan kota berpotensi terdampak; warga di bantaran sungai, lereng, dan daerah rawan genangan diminta waspada serta memantau kanal resmi BMKG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Sumatra Utara hingga 30 Oktober 2026 mendatang. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, hingga tanah longsor.

Pemicunya, terbentuknya sirkulasi siklonik di perairan utara Aceh. Termasuk siklon Arnab yang terbantuk di laut India. Kondisi atmosfer tersebut memicu pembentukan daerah pertemuan angin (konfluensi) serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang membentang dari wilayah pantai barat, lereng barat, kawasan pegunungan, hingga lereng timur Sumatra Utara.

  1. 1. BMKG mencatat dinamika atmosfer di wilayah Sumut saat ini berada dalam kondisi sangat labil

    Ilustrasi hujan konvektif
    Ilustrasi hujan konvektif (pixabay.com/r-q)

    Kondisi tersebut diperparah oleh suhu muka laut yang terpantau cukup hangat pada kisaran 30 hingga 31 derajat Celsius. Kelembaan udara di seluruh lapisan atmosfer pun tercatat sangat tinggi.

    Kombinasi faktor-faktor ini menyuplai pasokan uap air dalam jumlah melimpah ke daratan Sumatra Utara. Akibatnya, pertumbuhan awan konvektif (cumulonimbus) berlangsung secara masif dan cepat.

    "Pertumbuhan awan hujan pekat ini diprediksi terkonsentrasi di wilayah pantai barat, lereng barat, pegunungan, serta lereng timur Sumut," ujar Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho, dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).

  2. 2. BMKG mengingatkan bahwa hujan ekstrem ini berpeluang mengguyur dengan durasi yang cukup lama

    ilustrasi hujan, bangku
    ilustrasi hujan, bangku (pexels.com/Burak The Weekender)

    Dampak dari labilitas atmosfer tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Cuaca ekstrem ini diprakirakan datang bersama sambaran petir dan terpaan angin kencang sejak siang, malam, hingga dini hari.

    BMKG mengingatkan bahwa hujan ekstrem ini berpeluang mengguyur dengan durasi yang cukup lama, yakni lebih dari tiga jam berturut-turut. Berdasarkan pemetaan BMKG, potensi cuaca ekstrem ini mengintai setidaknya 24 kabupaten dan kota di Sumatra Utara. Wilayah-wilayah tersebut meliputi:

    • Kawasan Pantai Timur & Perkotaan: Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Langkat, dan Simalungun.
    • Kawasan Pegunungan & Dataran Tinggi: Kabupaten Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Toba, Samosir, Tapanuli Utara, Pematang Siantar, dan Tapanuli Selatan.
    • Kawasan Pantai Barat & Tapanuli: Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Mandailing Natal, Kota Padang Sidempuan, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara.
    • Kepulauan Nias: Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Barat, dan Kota Gunungsitoli.

  3. 3. BMKG mengimbau masyarakat luas untuk tidak lengah terhadap ancaman bencana ikutan

    ilustrasi hujan abu
    ilustrasi hujan abu (pexels.com/Caner Kökçü)

    Menyikapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat luas untuk tidak lengah terhadap ancaman bencana ikutan. Warga yang bermukim di bantaran sungai, lereng perbukitan, serta wilayah rawan genangan diminta meningkatkan kewaspadaan dini.

    Masyarakat juga diharapkan terus memantau perkembangan prakiraan cuaca terkini melalui kanal resmi media sosial Balai Besar MKG Wilayah I Medan di akun Instagram @infobmkgsumut.

    Selain imbauan bagi publik, BMKG meminta para kepala daerah di Sumatra Utara segera mengonsolidasikan kesiapsiagaan di lapangan. Pemerintah daerah diinstruksikan memperkuat koordinasi bersama BPBD, TNI, dan Polri setempat guna mengantisipasi skenario evakuasi darurat bila sewaktu-waktu bencana hidrometeorologi terjadi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More