Belajar dari 120 Siswa Susulan, SMAN 3 Medan Perketat Aturan TKA 2026

SMAN 3 Medan menggelar TKA 2026 bagi 428 siswa dalam dua gelombang selama delapan hari, dengan dua sesi harian demi efisiensi anggaran.
Persiapan dimulai sejak Agustus, mencakup sarana ujian, bimbingan eksternal gratis 20 pertemuan, serta tiga tryout untuk memperkuat kesiapan siswa.
Sekolah memperketat aturan bagi petugas dan peserta, sekaligus menyiagakan provider internet serta koordinasi listrik setelah 120 siswa mengikuti ujian susulan tahun lalu.
Medan, IDN Times - SMA Negeri 3 Medan tidak main-main dalam mengawal pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026. Dengan jumlah peserta 428 siswa dan pelaksanaan terlama di Sub Rayon 3, sekolah ini menerapkan strategi matang dan tata tertib berlapis.
Ketua Panitia TKA sekaligus Wakil Kepala Sekolah SMAN 3 Medan, Mesayu Ardiningtyas, menjelaskan sistem TKA itu sama di seluruh Indonesia karena bersifat nasional.
"Sistem TKA itu sama semua ya Pak ya, gak harus sama semua karena kan nasional ya. Jadi sistem TKA itu dimulai dari dengan simulasi. Simulasi itu boleh dilaksanakan dengan menggunakan siswa, boleh juga enggak. Namanya ada kartu dami, boleh hanya proktor dan teknisi yang ngerjain. Yang setelah simulasi itu ada gladi bersih. Gladi bersih itu sama dia pelaksanaannya dengan pelaksanaan yang utama. Jadi enggak ada bedanya. Jadi itu diwajibkan untuk seluruh siswa mengikuti. Lalu setelah gladi bersih, pelaksanaan TKA. Itu yang terjadi pada hari ini," jelas Mesayu.
1. SMAN 3 Medan menggelar TKA dengan dua sesi per hari

Para siswa SMA Negeri 3 Medan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (IDN Times/Indah Permata Sari) Dia merinci, SMAN 3 Medan hanya mengambil dua sesi per hari demi efisiensi anggaran.
"Jadi kalau satu hari itu dikasih tiga sesi. Dari jam 7 hingga jam 8.45, dari 9.30 hingga jam 11, lalu lanjut nanti dari jam 12.30. Maka kami hanya mengambil dua sesi. Karena mengingat efisiensi anggaran juga sih sebenarnya. Supaya tidak ada makan siang. Jadi kami hanya mengambil dua sesi. Otomatis dengan jumlah siswa yang 428 siswa, kami menjadi dua gelombang," katanya.
Gelombang pertama berlangsung tanggal 26 hingga 29 Oktober, dan gelombang kedua tanggal 2 hingga 5 November. Total pelaksanaan delapan hari.
"Kalau dicek ada sebagian siswa, mereka nggak ada ujian minggu ini nggak ada. Nanti di tanggal 2 hingga tanggal 5, itu namanya gelombang dua," imbuhnya.
2. Persiapan dilakukan sejak bulan Agustus

Ketua Panitia TKA sekaligus Wakil Kepala Sekolah SMAN 3 Medan, Mesayu Ardiningtyas Persiapan, kata Mesayu, sudah dimulai sejak Agustus 2026.
"Dari kami kalau TKA SMA Negeri 3 Medan ini persiapannya sebenarnya sudah lama. Dari Agustus. Mulai dari pembentukan panitia, kemudian persiapan sarana-prasarana. Baik itu komputer. Banyak karena TKA ini banyak. Karena harus ada Zoom dari luar. Namanya penyelia. Jadi kami butuh webcam, kami butuh laptop untuk mengawas. Kami butuh tripod," ujarnya.
Pada September, fokus beralih ke persiapan siswa. Jika tahun lalu intensif hanya mengandalkan guru internal hingga jam reguler berkurang dari 45 jam menjadi 30 jam per minggu dan hasilnya dinilai kurang baik, tahun ini strategi diubah total.
"Karena contoh-contoh soal sudah banyak. Baru kisi-kisi juga sudah lebih duduk. Misalnya tentang ini, tentang ini, tentang ini. Makanya kita satu lagi yang kita perbaiki adalah kita menggaet eksternal. Itu tadi yang dibilangkan anak-anak itu. Jadi penguatan di bimbel. Nah, bimbelnya itu kita memakai bimbel Edusaka namanya," jelas Mesayu.
"Bimbelnya itu pengajarnya ke sini. Kita ambil di luar jam sekolah. Setiap hari, Senin sampai Jumat. Selama 20 kali pertemuan. Berarti selama satu bulan. Dan itu anak-anak tidak dikutip biaya sama sekali. Dan ada tryout-nya sebanyak 3 kali. Jadi mereka bisa lihat progresnya," sambungnya.
"Bahkan ada anak-anak yang punya kelebihan biaya. Mungkin malam dilanjutnya lagi dengan bimbel yang lain. Ada yang GO, ada yang Aksia. Jadi udah mati-matian lah mereka di sini. Biasanya yang mati-matian itu yang mereka merasa, aku bisa nih nanti eligible, 170 besar. Karena kan itu memang menggunakan nilai TKA," tegas Mesayu.
3. Aturan dilakukan dengan super ketat

Para siswa SMA Negeri 3 Medan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (IDN Times/Indah Permata Sari) Selain persiapan teknis, sekolah juga menerbitkan empat dokumen tata tertib resmi yang ditandatangani Kepala SMAN 3 Medan Susianto. Untuk teknisi, wajib memeriksa seluruh perangkat pada H-1, hadir 60 menit sebelum tes, siaga selama tes, dan dilarang membuka, menyalin, memotret, atau menyebarkan soal.
Untuk proktor, wajib menjaga kerahasiaan token, akun, data peserta, dan materi tes, bersikap netral dan profesional, serta dilarang membantu peserta mengerjakan soal dan meninggalkan komputer proktor tanpa pengganti berwenang.
Untuk pengawas ruang, wajib hadir 60 menit sebelum tes, memeriksa tempat duduk dan kebersihan ruang, memastikan tidak ada materi yang membantu kecurangan, mengumumkan token tes, serta mengawasi secara aktif tanpa bermain gawai atau memberi petunjuk jawaban.
Untuk peserta, wajib hadir 30 menit sebelum tes, membawa kartu peserta TKA, berpakaian rapi, dan dilarang membawa telepon seluler, jam tangan pintar, kalkulator, buku, dan tas. Mesayu menegaskan, TKA adalah penentu nasib untuk jalur undangan.
"Jadi TKA ini wajib untuk yang mengikuti jalur undangan. Tapi kalau dia tidak eligible, tidak jalur undangan, nilai TKA ini tidak terlalu divalidasi," katanya.
Artinya, bagi 170 siswa terbaik yang masuk daftar eligible, nilai TKA akan menjadi tiket emas lolos SNBP ke perguruan tinggi negeri favorit tanpa tes. Belajar dari pengalaman pahit tahun lalu, tahun ini pengawasan diperketat.
"Kendalanya, kalau tahun lalu itu kami terkendala di hari-hari terakhir adalah internet. Nah internet itu ada satu hari di hari terakhir itu sama sekali loss. Itulah yang membuat ratusan siswa susulan memang. Jadi pada saat itu kita internetnya satu hari loss itu sekitar 120 orang itu susulan tahun lalu," ungkap Mesayu.
Selain itu sekolah juga berkoordinasi dengan provider dan PLN. Hal ini untuk mengantisipasi agar tak ada gangguan baik sinyal maupun listrik. "Kami berharap di tanggal tersebut mohon tidak ada perawatan terkait listrik. Tapi kita juga menambah daya supaya aman. Jadi kalau di atas di lab itu ada pihak provider dari fiber itu mereka standby 2 orang," ucapnya.
Namun kendala manusia tetap ada. Yakni adanya anak yang terlambat. "Terlambat dia tidak berani masuk. Jadi dia pulang lagi. Nah ini prosesnya lagi dijemput yang sudah pasti dia memang tidak bisa mengikuti. Makanya kita siasati, kita bilang ke orang tuanya cari dulu surat sakit. Supaya kita bisa usulkan untuk susulan," tutupnya.



















