Delapan Puteri Sumut Siap Harumkan Sumut di Ajang Nasional Puteri 2026

Delapan delegasi Sumatra Utara akan berlaga pada ajang nasional Puteri Anak dan Remaja Indonesia serta Puteri Batik Cilik dan Remaja Indonesia 2026.
Direktur Regional Sumatra Utara Rita Susanti Sinaga melepas para peserta, menilai mereka siap bersaing dari sisi mental, bakat, dan wawasan.
Elora Sibarani dan Cahaya Septiana Simanjuntak mengusung pelestarian Batik Gorga; Cahaya membawa batik buatannya sendiri serta menjalani latihan catwalk, public speaking, mental, dan psikotes.
Medan, IDN Times – Sebanyak delapan puteri terbaik Sumatra Utara siap diberangkatkan ke tingkat nasional untuk berlaga di ajang Puteri Anak dan Remaja Indonesia serta Puteri Batik Cilik dan Remaja Indonesia 2026.
Keberangkatan para puteri kebanggaan Sumut tersebut dilepas langsung oleh Direktur Regional Sumatra Utara, Rita Susanti Sinaga, yang akrab disapa Santi.
"Dengan bangga saya akan memberangkatkan puteri-puteri kebanggaan Sumut ke tingkat nasional. Mereka bukan sekadar membawa nama daerah, tapi juga membawa kebanggaan Sumut. Kami percaya mereka siap bersaing secara mental, bakat, dan wawasan," ujar Santi, Minggu (25/10/2026).
1. Berikut nama-nama delapan puteri anak remaja dan cilik perwakilan Sumut

Delapan Puteri Sumut Siap Harumkan Sumut di Ajang Nasional Puteri 2026 (IDN Times/Indah Permata Sari) Santi pun meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Sumatera Utara agar para delegasi tersebut mampu meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah.
"Semoga anak-anak ini bisa membawa keberuntungan dan menjadi juara di sana, serta membawa nama baik Sumatera Utara," katanya.
Adapun delapan nama yang akan mewakili Sumatra Utara di ajang nasional yakni:
1. Gillian Victoria Chandra – Puteri Anak Indonesia Sumatra Utara 2026
2. Keizha Ivania Br Sembiring – Puteri Batik Remaja Sumatra Utara 2026
3. Sarah Carolyn Suntiur Saing – Puteri Remaja Indonesia Sumatra Utara 2026
4. Tamara Sari Sipayung – Puteri Remaja Indonesia Lingkungan Sumatra Utara 2026
5. Cahaya Septiana Simanjuntak – Puteri Batik Cilik Sumatra Utara 2026
6. Elora Sibarani – Runner Up 2 Puteri Batik Cilik Sumatra Utara 2026
7. Callysta Berlian G. Hutabarat – Puteri Anak Indonesia Pariwisata Sumatra Utara 2026
8. Queen Siregar – Puteri Anak Indonesia Lingkungan Sumatra Utara 2026
2. Batik Gorga jadi senjata andalan

Elora Sibarani dan Cahaya Septiana Simanjuntak yang akan mewakili Puteri Indonesia cilik dari Sumut (Dok. Istimewa) Dua perwakilan Puteri Batik Cilik, Elora Sibarani dan Cahaya Septiana Simanjuntak, mencuri perhatian dengan komitmen mereka melestarikan Batik Gorga khas Sumatra Utara.
Elora Sibarani (10), siswi kelas 5 SD yang meraih Runner Up 2, mengaku ingin ikut ajang puteri agar Indonesia semakin berkembang dan tidak tertinggal dari negara lain.
"Batik Gorga itu terinspirasi dari masyarakat zaman dahulu. Motifnya berasal dari zaman dahulu," ujar Elora polos.
Meski usianya masih belia, Elora mengaku sudah menekuni dunia model sejak kelas 2 SD di Laguboti, kampung halamannya. Ia rela mengurangi waktu bermain demi latihan. Hobi bersepeda itu pun mengaku persiapannya menuju nasional sudah lengkap dan mendapat dukungan penuh dari orang tua.
3. Cahaya akan tampil memukau dengan batik Gorga dari Sumut karya sendiri

Cahaya Septiana Simanjuntak menjadi salah satu perwakilan dari Sumut yang akan tampil dengan batik Gorga asal Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari) Berbeda dengan Elora, Cahaya Septiana Simanjuntak (13), siswi kelas 2 SMP yang meraih Juara 1, tampil dengan advokasi yang kuat. Ia membawa advokasi bertajuk "Sinar Batik Cahaya, Satu Garis Seribu Makna".
"Tujuannya untuk menginspirasi generasi muda yang menganggap remeh batik. Padahal, batik bukan hanya sekadar garis dan motif, tetapi memiliki fakta dan makna di setiap goresannya," tutur Cahaya, anak kelima dari lima bersaudara tersebut.
Cahaya akan membawa Batik Gorga buatannya sendiri ke tingkat nasional. Ia mengaku belajar membatik sejak kelas 6 SD, diajari langsung oleh sang nenek. Ia menggunakan teknik tulis dengan lilin, teknik cap, hingga teknik cunting.
"Saya menambahkan motif bintang sesuai advokasi saya. Warnanya kuning dan oranye yang melambangkan cahaya yang cerah. Batik Gorga memang cukup rumit, tapi pegiatnya membuatnya dengan ketekunan dan keikhlasan hati," jelasnya.
Menurut Cahaya, generasi muda saat ini cenderung meremehkan batik. Karena itu, ia ingin mengangkat nama Batik Gorga Sumut agar dikenal hingga kancah internasional.
Untuk persiapan nasional, Cahaya mengaku intens melakukan latihan catwalk, public speaking, latihan mental, hingga psikotes.
























