Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jejak Momentum 6 Tahun Senyum Kecil dari Aceh hingga Bukit Lawang

Kota Medan
3 min read
Jejak Momentum 6 Tahun Senyum Kecil dari Aceh hingga Bukit Lawang
Komunitas Senyum Kecil menggelar perayaan hari ulang tahun ke-6 bertajuk Miles of Smiles (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Senyum Kecil Indonesia menggelar pameran arsip “Miles of Smiles” di Medan pada 24-31 Oktober 2026 untuk menandai enam tahun perjalanan komunitas melalui foto, benda, suara, dan instalasi.

  • Arsip menampilkan respons bencana di Aceh, Tapanuli, Sibolga, Langkat, dan Aras Napal, termasuk sekolah darurat, bantuan air bersih, distribusi bantuan, serta kegiatan ecoprint bagi anak-anak.

  • Berawal dari keresahan akses pendidikan pada 2020, Senyum Kecil menghadirkan kegiatan belajar dan bermain di sejumlah daerah; puncak acara akan memuat talkshow bencana, musik lokal, dan instalasi seni.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Perayaan hari ulang tahun ke-6 Senyum Kecil Indonesia bertajuk "Miles of Smiles" bukan sekadar perayaan. Lewat pameran arsip perjalanan 2024-2026 yang digelar di Galeri Taman Budaya, Taman Budaya Sumatera Utara (PRSU), Medan, pada 24-31 Oktober 2026, komunitas ini mengajak publik menelusuri kembali apa yang tersisa setelah sebuah perjalanan selesai.

Pameran ini menjadi inti dari perayaan HUT ke-6 yang digagas Founder dan Ketua Umum Senyum Kecil, Audry Handoyo. Kegiatannya terbagi dua sesi, yakni pembukaan dan talkshow pada 24-25 Oktober, serta puncak acara pada 31 Oktober 2026.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat 10 banner arsip perjalanan yang merangkum jejak Senyum Kecil. Masing-masing banner mengusung ilustrasi permainan karet gelang membentuk angka 6, simbol perjalanan yang saling bertaut.

Dalam Pengantar Pameran Miles of Smile tertulis, "Sebuah perjalanan tidak hanya terdiri dari tempat yang didatangi atau kegiatan yang dilakukan. Di dalamnya ada pertemuan, perubahan keadaan, keputusan yang harus diambil, dan kejadian-kejadian yang tidak selalu berjalan sesuai rencana."

Melalui foto, benda, suara, dan instalasi, arsip tersebut tidak merangkum perjalanan secara utuh, melainkan membuka ruang untuk menelusuri kembali berbagai kejadian, hubungan, dan ingatan yang menyertainya.

  1. 1. Jejak dari Aceh hingga Langkat

    IMG_20261024_165147.jpg
    Komunitas Senyum Kecil menggelar perayaan hari ulang tahun ke-6 bertajuk Miles of Smiles (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Beberapa arsip menyoroti respons kebencanaan Senyum Kecil yang baru pertama kali turun dalam skala besar tahun lalu.

    Di banner Aceh, tertulis banjir menyisakan kerusakan dan mengubah keseharian anak-anak, termasuk rusaknya ruang belajar mereka. Pertemuan dengan Ahmad menjadi awal upaya menghadirkan sekolah darurat agar anak-anak tetap memiliki tempat untuk belajar.

    Di Tapanuli dan Sibolga, kisah serupa terungkap. Di Tapanuli, Senyum Kecil membawa bantuan toren air untuk kebutuhan air bersih meski jalan terendam dan kendaraan terjebak. Di Sibolga, tantangannya adalah jalan rusak dan sulitnya air bersih. Namun, di tengah kesulitan, kepedulian hadir melalui uluran tangan orang-orang yang ditemui.

    Sementara di Langkat dan Aras Napal, bantuan disalurkan melalui jalan terendam dan jalur perahu saat akses desa terputus. Di Aras Napal, kegiatan ecoprint mengajak anak-anak berkarya memanfaatkan tumbuhan di sekitar mereka.

  2. 2. Ruang belajar di Berastagi, Tangkahan, hingga Bukit Lawang

    IMG_20261024_164603.jpg
    Komunitas Senyum Kecil menggelar perayaan hari ulang tahun ke-6 bertajuk Miles of Smiles (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Tidak hanya bencana, arsip juga menampilkan perjalanan pendidikan.

    Di Berastagi, Rumah Baca Karo Inisiatif menjadi tempat anak-anak membaca, belajar, dan bermain saat orang tua bekerja. Di Tqngkahan, alam menjadi ruang belajar lewat kegiatan fun science dan kesempatan melihat gajah.

    Sementara, di Bukit Lawang, dan Medan, perjalanan diisi kegiatan menggambar, melipat kertas, dan bermain bersama, termasuk kolaborasi dengan Yayasan Harapan Disabilitas dan Project Wings.

  3. 3. Komunitas Senyum Kecil berawal dari keresahan akses pendidikan

    IMG_20261024_164248.jpg
    komunitas yang berdiri pada 7 Agustus 2020 saat pandemi Covid-19 ini berawal dari keresahan akses pendidikan

    Hal ini sejalan dengan pernyataan Audry Handoyo dalam menjelaskan bahwa, komunitas yang berdiri pada 7 Agustus 2020 saat pandemi Covid-19 ini berawal dari keresahan akses pendidikan. Berawal dari membagikan krayon di jalur sawit Bukit Lawang menuju Tangkahan, kini telah bertahan enam tahun dengan prinsip sederhana.

    "Target kami tidak pernah muluk-muluk. Yang penting setiap visit, adik-adik senyum, senang, dan kami bisa berbagi tentang dunia yang besar ini," ujar Audry.

    Pada puncak acara 31 Oktober nanti, talkshow akan membahas isu bencana agar anak muda tidak sekadar mengunggah di media sosial tanpa riset. Acara juga akan dimeriahkan lima band lokal Medan yang tampil tanpa dibayar serta instalasi seni berupa kolase, patung kaki berlumpur, hingga kisah ikan laga milik adik penderita kanker.

    "Melalui arsip perjalanan 2024-2026, Senyum Kecil mengajak kita menelusuri kembali pertemuan, pengalaman, dan cerita yang menjadi bagian dari perjalanan bersama anak-anak dan masyarakat," tulis banner Miles of Smile di lokasi pameran.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More