Sumut Berkabut Asap, BMKG Imbau Warga Pakai Masker saat Keluar Rumah

BMKG Medan mendeteksi asap menyelimuti sebagian Sumatra Utara bagian selatan, tenggara, dan barat pada 23 Oktober 2026, lalu mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan dan memakai masker.
Asap dipastikan bukan berasal dari Sumut karena tidak ada titik panas pada 22 Oktober 2026; angin timur-tenggara membawa asap dari Sumatra bagian selatan dan Kalimantan.
Kualitas udara tercatat baik hingga sedang, namun jarak pandang di Silangit, Kualanamu, dan Aek Godang turun menjadi 1–3 kilometer; pengendara diminta lebih waspada.
Medan, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I Medan mengimbau masyarakat Sumatra Utara mengurangi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker menyusul terdeteksinya sebaran asap pada Jumat (23/10/2026).
Imbauan tersebut disampaikan setelah hasil pemantauan citra satelit sebaran asap di wilayah Sumatra pada pukul 10.00 WIB menunjukkan asap menyelimuti sebagian wilayah Sumut bagian selatan, tenggara, dan sebagian barat.
1. Sebaran asap di Sumut merupakan asap kiriman dari wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan yang terbawa pergerakan angin

Potret Kota Medan dari kawasan Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Helvetia, diselimuti kabut asap, Rabu (14/10/2026). (Mahdiyyah Ardhina for IDN Times) Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan asap tersebut bukan berasal dari wilayah Sumatera Utara. Berdasarkan pemantauan sebaran titik panas pada 22 Oktober 2026, tidak terdapat titik panas di Sumut.
"Pola pergerakan angin bertiup dari arah timur–tenggara menuju barat laut–utara. Hal ini mengindikasikan bahwa sebaran asap di wilayah Sumatra Utara merupakan asap kiriman dari wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan yang terbawa pergerakan angin," ujar Hendro.
2. Kualitas udara di sejumlah Sumut saat ini berada dalam kategori baik hingga sedang

Seorang ibu dan anaknya yang mengenakan masker berkendara sepeda motor menembus kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (10/10/2026). (AFP/Reina) BMKG mencatat, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumut saat ini berada dalam kategori baik hingga sedang berdasarkan Peta Kualitas Udara PM2.5. Meski demikian, dampak asap kiriman tetap dirasakan.
Hasil pengamatan di Stasiun Meteorologi Silangit, Kualanamu, dan Aek Godang pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00–11.00 WIB menunjukkan jarak pandang berkisar 1–3 kilometer akibat asap.
3. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk

Kondisi kabut asap di Kota Medan. (IDN Times/Prayugo Utomo) Untuk itu, BMKG meminta masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah untuk berhati-hati saat berkendara, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan.
"Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap," tegasnya.
Sementara itu, para kepala daerah diharapkan dapat berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat dalam mengantisipasi dampak sebaran asap serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.




















