Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Medan Mulai November Hingga Desember

Kota Medan
3 min read
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Medan Mulai November Hingga Desember
Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Mardya Shakti)
  • BPBD Medan mengingatkan potensi hujan lebat, petir, banjir, dan angin kencang pada 23–25 Oktober 2026, menjelang puncak musim hujan November–Desember.

  • Warga diminta menyiapkan tas siaga, mengenali jalur evakuasi, mengungsi lebih awal dari area banjir, membatasi aktivitas luar ruang, serta membersihkan saluran air.

  • BPBD Medan menyiagakan 53 personel TRC, perahu evakuasi, dan logistik di Mako; masyarakat diminta memantau peringatan resmi serta melapor melalui WhatsApp 0813-7080-0880.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi pada 23–25 Oktober 2026.

Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan dini dari BMKG terkait ancaman hujan lebat disertai petir, banjir, dan angin kencang di wilayah Kota Medan dan sekitarnya. Puncak musim hujan sendiri diprakirakan berlangsung pada November hingga Desember 2026.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Medan, Yunita Sari, mengatakan masyarakat tidak hanya mengandalkan kesiapan pemerintah, tetapi juga perlu melakukan antisipasi mandiri demi melindungi diri dan keluarga.

"Yang pertama, tetap jaga kesehatan. Kemudian, dalam penyelamatan, selamatkan diri sendiri terlebih dahulu, baru kita menyelamatkan keluarga dan lingkungan," ujar Yunita, Jumat (23/10/2026).

  1. 1. Masyarakat diminta setiap keluarga menyiapkan tas siaga bencana

    Jajaran pohon kelapa di tepi pantai meliuk tajam tertiup angin kencang di tengah badai kabut putih yang tebal.
    Ilustrasi cuaca ekstrem akibat terjangan angin kencang dan hujan lebat dari bencana badai topan (typhoon). (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

    Dia mengimbau setiap keluarga menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan dasar. Bagi keluarga yang memiliki bayi, perlengkapan seperti susu, popok, dan pakaian ganti juga perlu disiapkan agar mudah dibawa saat keadaan darurat.

    Khusus bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, Yunita meminta agar segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi sebelum air semakin meningkat.

    "Warga juga perlu mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul aman di lingkungan masing-masing," katanya.

    Saat terjadi angin kencang, masyarakat diingatkan untuk tidak berteduh di bawah pohon, baliho, atau lokasi lain yang berisiko tertimpa benda jatuh. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dibatasi jika tidak mendesak, terutama ketika hujan lebat disertai petir.

  2. 2. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan

    ilustrasi cuaca ekstrem (freepik.com/creativeart)
    ilustrasi cuaca ekstrem (freepik.com/creativeart)

    Selain itu, warga juga diminta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta membersihkan saluran air agar tidak tersumbat.

    "Kalau kita jaga alam, alam akan jaga kita," ungkapnya.

    Yunita menjelaskan, sesuai arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, BPBD Kota Medan memperkuat kesiapsiagaan dengan menambah sarana dan prasarana penanganan bencana. Di antaranya perahu evakuasi dan peningkatan kemampuan armada kendaraan agar lebih siap menghadapi genangan tinggi.

    Langkah tersebut, kata dia, berkaca dari pengalaman banjir sebelumnya, ketika kendaraan operasional mengalami kendala akibat tingginya genangan sehingga menghambat mobilitas petugas.

  3. 3. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana

    ilustrasi cuaca ekstrem (pexels.com/Brett Sayles)
    ilustrasi cuaca ekstrem (pexels.com/Brett Sayles)

    Dari sisi personel, sebanyak 53 anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) disiagakan di Markas Komando (Mako) BPBD Kota Medan. Personel ditempatkan secara terpusat agar dapat segera bergerak menuju lokasi kejadian saat situasi darurat terjadi.

    "Petugas akan dikerahkan bersama perahu dan logistik pendukung untuk membantu penanganan bencana serta mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan," ucapnya.

    Yunita menegaskan, kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana. Karena itu, masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG maupun BPBD Kota Medan.

    Masyarakat yang ingin melaporkan kejadian bencana atau membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi Pusdalops PB BPBD Kota Medan melalui WhatsApp Call Center 0813-7080-0880.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More