Hariqo Wibawa Isi Workshop Penguatan Komunikasi Kehumasan di Sumut

Medan, IDN Times - Plt. Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah Bakom RI, Hariqo Wibawa Satria menghadiri Workshop Penguatan Komunikasi Kehumasan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumatra Utara yang digelar Bakom di Medan, Jumat (23/10/2025).
Dalam kesempatan ini ia menyebut ergeseran paradigma yang sedang dijalankan pemerintah menuntut cara berkomunikasi yang juga bergeser. Informasi bergerak setiap saat, karena itu pelayanan komunikasi pemerintah pun tidak mengenal jam kerja.
"Cek Kesehatan Gratis diikuti 70 juta orang pada 2025 dan lebih dari 109 juta orang hingga Oktober 2026, sehingga secara akumulatif sudah lebih dari 179 juta orang mengikuti program ini sejak 2025. Sebanyak 66 rumah sakit daerah ditingkatkan kelasnya agar mampu menangani kanker, stroke, jantung, dan ginjal di dekat rumah warga. Pemerintah juga menetapkan tunjangan khusus Rp30.012.000 per bulan bagi dokter spesialis dan subspesialis yang bertugas di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan melalui Perpres 81 Tahun 2025," katanya.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadirkan perubahan yang bersifat paradigmatik, dan perubahan itu perlu diimbangi cara komunikasi yang baru.
"Sekarang yang menentukan adalah apakah kebijakan itu dipahami dan diterima oleh masyarakat. Karena itu komunikasi pusat dan daerah harus satu narasi, dengan cara penyampaian yang disesuaikan daerah masing-masing," katanya.
Workshop Penguatan Komunikasi Kehumasan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumatra Utara yang digelar Bakom di Medan diikuti humas Pemerintah Provinsi serta 33 kabupaten/kota di Sumatra Utara. Workshop ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi Bakom bersama Kementerian Dalam Negeri dengan humas daerah se-Indonesia, tempat pemerintah daerah mengharapkan Bakom hadir langsung di daerah.
Bakom membekali humas daerah dengan narasi dan data yang sama, sekaligus membuka saluran agar masukan dari daerah dapat diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait. Sumatra Utara menjadi provinsi pertama program pembinaan komunikasi kehumasan daerah yang akan dilanjutkan Bakom ke provinsi lain.






















