- PT RAPP (Grup APRIL), lahan yang terbakar seluas 71,9 hektare di Kabupaten Siak.
- PT Arara Abadi (Grup APP/ Sinarmas), lahan yang terbakar seluas 616 hektare di Kabupaten Pelalawan.
- PT Sekato Pratama Makmur (APP/ Sinarmas), lahan yang terbakar seluas 115,3 hektare di Kabupaten Bengkalis.
- PT Meskom Agro Sarimas (Sarimas Grup), lahan yang terbakar seluas 164,1 hektare di Kabupaten Bengkalis.
Soal Karhutla, Walhi Laporkan 47 Perusahaan Riau ke Presiden Prabowo

- Walhi melaporkan 372 perusahaan yang terindikasi terkait karhutla kepada Presiden Prabowo melalui Kementerian Sekretariat Negara, termasuk 47 perusahaan di Riau.
- Dari total laporan, 223 perusahaan bergerak di sektor perkebunan atau memegang HGU, 148 memegang konsesi hutan, dan satu perusahaan memiliki izin pertambangan.
- Pemantauan Walhi di Riau mencatat kebakaran pada empat perusahaan hingga 616 hektare, sementara analisis satelit menemukan titik panas di 43 perusahaan lain.
Pekanbaru, IDN Times - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) telah melaporkan ratusan perusahaan yang terindikasi terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia ke Presiden Prabowo Subianto. Total, ada 372 perusahaan yang dilaporkan. Laporan Walhi itu, disampaikan lewat surat tertulis melalui Kementerian Sekretariat Negara.
"Laporan tersebut sudah kami sampaikan sebagai tindak lanjut pesan dan komitmen bapak Presiden untuk menindak tegas para pelaku Karhutla, termasuk korporasi yang terbukti," ucap Direktur Eksekutif Walhi Nasional Boy Jerry Even Sembiring dalam suratnya, Sabtu (19/9/2026).
Dari 372 perusahaan yang dilaporkan itu, 223 diantaranya merupakan pemegang HGU atau bergerak di sektor perkebunan. Sedangkan 148 perusahaan merupakan pemegang konsesi hutan (PBPH) dan 1 perusahaan pemegang izin usaha pertambangan. Secara khusus, dari 372 perusahaan tersebut, 47 diantaranya berada di Provinsi Riau.
1. Lakukan pemantauan lapangan terhadap 4 perusahaan di Riau

Direktur Eksekutif Walhi Nasional Boy Jerry Even Sembiring (IDN Times/ istimewa) Untuk di Bumi Lancang Kuning, Walhi melakukan pemantauan lapangan terhadap 4 perusahaan. Keempatnya adalah PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), PT Arara Abadi, PT Sekato Pratama Makmur dan PT Meskom Agro Sarimas.
"Pemantauan lapangan ini dilakukan untuk memperkuat data dan informasi mengenai kondisi di lokasi yang terindikasi mengalami Karhutla," ujar Boy.
2. Hasil temuan Walhi di lapangan

Hasil temuan Walhi terkait Karhutla yang terjadi di PT RAPP, Arara Abadi, Meskom Agro Sarimas dan Sekato Pratama Makmur (IDN Times/ dok Walhi Riau) Terhadap pemantauan di lapangan itu, Walhi telah menyimpulkan hasilnya. Berikut ini hasil temuan lapangan Walhi terhadap PT RAPP, PT Arara Abadi, PT Sekato Pratama Makmur dan PT Meskom Agro Sarimas.
3. Ini analisis Walhi melalui Citra Satelit terhadap 43 perusahaan

Data temuan Walhi Provinsi Riau terkait Karhutla yang terjadi di areal korporasi (IDN Times/ dok Walhi Riau) Walhi juga melakukan analisis terhadap 43 perusahaan lainnya di Provinsi Riau melalui Citra Satelit. Berikut ini perusahaan dan jumlah hotspot atau titik panasnya.
- PT Panca Surya Agrindo Sejahtera (Surya Dumai Grup) sebanyak 73 hotspot di Kabupaten Pelalawan.
- PT Bumi Reksa Nusasejati 2 (Sime Darby Plantation) sebanyak 13 hotspot di Kabupaten Pelalawan.
- CV Nirmala sebanyak 10 hotspot di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
- PT Surya Dumai Agrindo I (Surya Dumai Grup) sebanyak 8 hotspot di Kota Dumai.
- PT Bumi Reksa Nusasejati 1 (Sime Darby) sebanyak 8 hotspot di Kabupaten Inhil.
- PT Gandaerah Hendana 1 (Barito Pacific) sebanyak 7 hotspot di Kabupaten Pelalawan.
- PT Teguh Karsa Wana Lestari sebanyak 6 hotspot di Kabupaten Bengkalis.
- PT Arvena Sepakat 1 (Incasa Raya dan Gunas Grup) sebanyak 4 hotspot di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
- PT Sungai Jaya Satria sebanyak 4 hotspot di Kabupaten Inhil.
- PT Budidaksa Dwi Kusuma sebanyak 2 hotpsot di Kabupaten Bengkalis.
- PT Duet Rija 3 sebanyak 2 hotspot di Kabupaten Pelalawan.
- PT Guntung Hasrat Makmur (Sambu Grup) sebanyak 2 hotspot di Kabupaten Inhil.
- PT Palma Satu (Duta Palma Grup) sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Inhu.
- PT Trisetya Usaha Mandiri 1 sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Siak.
- PT Politani Katulistiwa sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Inhil.
- PT Tinggal Mitra Plantation (Sime Darby) sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
- PT Jatim Jaya Perkasa (Wilmar) sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Rohil.
- PT Sindora Seraya sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Rohil.
- PT Toba Indah 2 sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Bengkalis.
- PT Uni Seraya sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Siak.
- PT Duet Rija 2 sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Pelalawan.
- PT Shadu Eka Citra sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Inhil.
- PT Kharisma Riau Sentosa Prima sebanyak 3 hotspot di Kabupaten Inhu.
- PT Agroraya Gematrans (Sambu Grup) sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Inhil.
- PT Bertuah Aneka Yasa (Duta Palma Grup) sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Inhu.
- PT Sekato Pratama Makmur (APP) sebanyak 21 horspot di Kabupaten Bengkalis.
- PT Diamond Raya Timber sebanyak 12 hotspot di Kabupaten Rohil.
- PT Arara Abadi (APP) sebanyak 14 hotspot di Kabupaten Pelalawan.
- PT Satria Perkasa Agung (APP) sebanyak 3 hotspot di Kabupaten Pelalawan.
- PT Seraya Sumber Lestari (APRIL) sebanyak 3 hotspot di Kabupaten Siak.
- PT Citra Sumber Sejahtera (APRIL) sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Inhu.
- PT Ekawana Lestari Darma (APRIL) sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Siak.
- PT Rimba Peranap Indah (APRIL) sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Inhu.
- PT Selaras Abadi Utama (APRIL) sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Pelalawan.
- PT Riau Andalan Pulp and Paper (APRIL) sebanyak 1 horspot di Kabupaten Siak.
- PT Bina Daya Bentala (APP) sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
- PT Bukit Batu Hutan Alam (APP) sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Bengkalis.
- PT Ruas Utama Jaya (APP) sebanyak 1 hotspot di Kabupaten Rohil.
- PT Trisetya Usaha Mandiri 2 sebanyak 10 hotspot di Kabupaten Pelalawan.
- PT Banyu Bening Utama (Duta Palma Grup) sebanyak 7 hotspot di Kabupaten Inhu.
- PT Merbau Pelalawan Lestari sebanyak 73 hotspot di Kabupaten Pelalawan.
- PT Sari Hijau Mutiara sebanyak 10 hotspot di Kabupaten Inhil.
- PT Sumatera Riang Lestari (APRIL) sebanyak 12 hotspot di Kabupaten Bengkalis.

















