Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Minyak Goreng Curah Sumut Naik Rp1.000, Cabai Sentuh Rp70 Ribu

Kota Medan
2 min read
Harga Minyak Goreng Curah Sumut Naik Rp1.000, Cabai Sentuh Rp70 Ribu
Ilustrasi cabai merah keriting. (Dok. Bapanas)
  • Harga minyak goreng curah di Pasar Dwikora, Pematang Siantar, naik sekitar Rp1.000 per kilogram, dipicu mahalnya CPO dan kenaikan biaya produksi seperti plastik.
  • Harga cabai merah keriting rata-rata di Sumatra Utara mencapai Rp61.900 per kilogram, sementara di Gunungsitoli menembus Rp70.000 per kilogram.
  • Harga gula pasir di Pasar Aek Habil, Sibolga, naik Rp250 menjadi Rp19.000 per kilogram; minyak goreng dan gula diperkirakan cenderung naik hingga akhir 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times - Harga minyak goreng curah di Kota Pematang Siantar mulai mengalami kenaikan. Sementara harga cabai masih bertahan mahal hingga menyentuh Rp70 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga minyak goreng curah di Pasar Dwikora, Pematang Siantar, naik sekitar Rp1.000 per kg. Kenaikan tersebut menandakan tren kenaikan harga minyak goreng di pasar lain cukup terbuka.

  1. 1. Diprediksi harga naik dikarenakan kenaikan biaya input produksi

    ilustrasi minyak goreng (vecteezy.com/Muhammad Fawaid)
    ilustrasi minyak goreng (vecteezy.com/Muhammad Fawaid)

    Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin, mengatakan kenaikan harga minyak goreng curah sudah diprediksi sebelumnya. Hal itu seiring dengan kinerja harga CPO (crude palm oil) yang belakangan bertahan mahal, bahkan sempat menyentuh 5.000 ringgit per ton.

    "Ditambah dengan kenaikan sejumlah biaya input produksi lainnya termasuk plastik, kenaikan harga minyak goreng ini menunjukkan bahwa harga naik dikarenakan kenaikan biaya input produksi atau cost push inflation," ujar Gunawan, Jumat (18/9/2026).

  2. 2. Indikasi kenaikan harga cabai ini sudah terdeteksi dua hingga tiga pekan sebelumnya

    Ilustrasi cabai merah keriting.
    Ilustrasi cabai merah keriting. (Dok. Bapanas)

    Selain minyak goreng, harga cabai terpantau bertahan mahal belakangan ini. Berdasarkan PIHPS, rata-rata harga cabai merah keriting di Sumatra Utara mencapai Rp61.900 per kg. Bahkan di Gunungsitoli mencapai Rp70 ribu per kg.

    "Indikasi kenaikan harga cabai ini sudah terdeteksi dua hingga tiga pekan sebelumnya. Dan berpotensi mengalami penurunan pada bulan Oktober mendatang," katanya.

    Gunawan menyebut penurunan harga cabai kemungkinan terjadi menjelang akhir Oktober dengan mengandalkan panen dari wilayah Aceh.

  3. 3. Kenaikan harga gula pasir sebelumnya juga sempat terjadi di pasar tradisional lainnya

    Ilustrasi gula (freepik.com/jcomp)
    Ilustrasi gula (freepik.com/jcomp)

    Selanjutnya, harga gula pasir juga mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional di Sumatra Utara. PIHPS mencatat Kota Sibolga mengalami kenaikan harga gula pasir Rp250 per kg, khususnya di Pasar Aek Habil. Saat ini harga gula pasir di Pasar Aek Habil dijual Rp19 ribu per kg.

    Kenaikan harga gula pasir sebelumnya juga sempat terjadi di pasar tradisional lainnya. Jauh hari sudah diperkirakan harga gula pasir berpeluang naik di tengah musim panen yang sudah terlewati.

    "Dari ketiga komoditas tersebut, hanya harga cabai yang berpeluang untuk bergerak volatil dengan tetap membuka ruang untuk turun. Akan tetapi untuk dua komoditas lainnya seperti minyak goreng curah dan gula pasir berpeluang bertahan cenderung naik merata hingga tutup tahun 2026," tutup Gunawan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More