Pengisian Bendungan Lau Simeme Dimulai, Siap unik Kendalikan Banjir

- Pengisian awal Bendungan Lau Simeme di Biru-Biru, Deli Serdang, resmi dimulai 17 September 2026 setelah rangkaian perencanaan, pembebasan lahan, dan pembangunan sejak 2018.
- Pengisian dilakukan bertahap dan mengutamakan keselamatan, setelah sempat ditunda pascagempa untuk pemeriksaan konstruksi yang kemudian memastikan bendungan tidak terdampak.
- Bendungan berkapasitas 25,17 juta meter kubik ini ditargetkan mengurangi banjir Sungai Deli, memasok air baku, mengairi 3.000 hektare, serta mendukung listrik 1 megawatt.
Medan, IDN Times - Pengisian awal air (initial impounding) Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, resmi dimulai, Kamis (17/9/2026). Tahapan penting menuju pengoperasian bendungan tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirene.
Penekanan sirene dilakukan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatra Utara, Gibson Panjaitan, bersama Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo dan perwakilan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.
Dimulainya pengisian awal Bendungan Lau Simeme menjadi momentum penting karena infrastruktur tersebut akan memberikan manfaat langsung dalam pengendalian banjir, penyediaan air baku, irigasi, energi, serta membuka peluang pengembangan kawasan dan ekonomi masyarakat.
1. Pengisian awal jadi tonggak penting setelah proses panjang pembangunan Bendungan Lau Simeme

Pengisian awal air (initial impounding) Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, resmi dimulai (Dok. Diskominfostan Deli Serdang) Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo mengatakan, pengisian awal tersebut merupakan tonggak penting setelah proses panjang pembangunan Bendungan Lau Simeme, mulai dari perencanaan, pembebasan lahan hingga pembangunan fisik.
"Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Bendungan Lau Simeme memiliki peran strategis, tidak hanya untuk pengendalian banjir dan penyediaan air baku, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan sekitarnya," ujarnya.
Dalam sambutan Gubernur Sumatra Utara yang dibacakan Gibson Panjaitan, Bendungan Lau Simeme disebut sebagai salah satu proyek strategis yang diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
Keberadaan bendungan ini diharapkan memperkuat sistem pengendalian banjir secara terintegrasi di Medan dan Deli Serdang sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan air baku yang terus meningkat.
2. Pengisian awal dilakukan secara bertahap

Pengisian awal air (initial impounding) Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, resmi dimulai (Dok. Diskominfostan Deli Serdang) Sementara itu, Kepala Subdirektorat Wilayah I Direktorat Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Asmelita, yang membacakan sambutan Direktur Jenderal Sumber Daya Air, menegaskan pengisian awal harus dilakukan secara bertahap, terukur, dan mengutamakan keselamatan bendungan.
Kepala Bidang Pelaksanaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatra II Medan, Marwansyah, menjelaskan Bendungan Lau Simeme mulai dibangun pada 2018 dengan pembiayaan APBN sekitar Rp1,7 triliun.
Bendungan tersebut memiliki tinggi 73,5 meter, panjang puncak 205 meter, kapasitas tampungan 25,17 juta meter kubik, dan luas genangan 125,87 hektare.
Dari sisi manfaat, Bendungan Lau Simeme mampu mendukung reduksi banjir Sungai Deli hingga 117 meter kubik per detik melalui sistem Kanal Deli-Percut. Bendungan ini juga menyediakan air baku sebesar 2,85 meter kubik per detik, dengan alokasi 1,3 meter kubik per detik untuk Kota Medan dan 1,5 meter kubik per detik untuk Kabupaten Deli Serdang.
3. Bendungan dirancang mendukung pembangkitan listrik sebesar 1 megawatt

Pengisian awal air (initial impounding) Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, resmi dimulai (Dok. Diskominfostan Deli Serdang) Selain itu, bendungan dirancang mendukung pembangkitan listrik sebesar 1 megawatt serta menyuplai kebutuhan air untuk Daerah Irigasi Bandar Sidoras seluas sekitar 3.000 hektare.
Pelaksanaan initial impounding sebelumnya dijadwalkan pada 19 Agustus 2026. Namun, proses tersebut ditunda setelah terjadi gempa bumi untuk memastikan kondisi bendungan melalui pemeriksaan sesuai standar keselamatan.
Setelah pemeriksaan memastikan tidak terdapat pengaruh terhadap konstruksi, pengisian awal akhirnya dapat dilaksanakan. Sejumlah pekerjaan lanjutan masih akan dilakukan, antara lain penutupan terowongan pengelak (plugging), pemasangan pipa penstock, dan pembangunan rumah katup pada area outlet bendungan.
Kehadiran Bendungan Lau Simeme diharapkan semakin memperkuat perlindungan masyarakat dari risiko banjir, menjamin ketersediaan air, mendukung ketahanan pangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Deli Serdang dan Sumatra Utara.


















