Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menakar Peran INALUM Menjaga Kelestarian Air Danau Toba

Kab. Toba Samosir
5 min read
Menakar Peran INALUM Menjaga Kelestarian Air Danau Toba
ilustrasi Daerah Tangkapan Air Danau Toba (AI/Arifin Al Alamudi)

  • Kunjungan wisata Danau Toba mencapai 11,7 juta pada 2025, sementara INALUM menempatkan penjagaan tinggi muka air dan daerah tangkapan air sebagai bagian penting kelestarian ekosistem.
  • INALUM bersama pemerintah daerah dan PJT-1 menjalankan konservasi di tujuh kabupaten, mencakup 10.000 biopori, 500 sumur resapan, 15 sumur injeksi, serta edukasi lingkungan di 15 sekolah.
  • Sepanjang 2025, INALUM dan mitra merehabilitasi 1.050 hektare dengan 420.000 pohon, membangun fasilitas pembibitan, serta membentuk dan melatih 18 Masyarakat Peduli Api untuk pencegahan karhutla.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Paras Danau Toba kembali bersolek usai lesu dihantam pandemi COVID-19. Danau vulkanik megah ini seolah enggan membiarkan tubuhnya merana, menyambut hangat 11,7 juta pasang mata wisatawan lokal dan mancanegara pada 2025—melonjak hampir dua kali lipat dibanding gaung 5,4 juta kunjungan pada 2021.

Di balik napas airnya yang terus berdesir menghidupkan pariwisata Sumatera Utara, ada PT Indonesia Asahan Aluminium Persero (INALUM) yang setia merawat dan menjaga rahim air Toba agar tak pernah dahaga.

Bagi INALUM, Danau Toba lebih dari sebuah destinasi wisata. Danau Toba ibarat kuali raksasa yang harus dijaga tinggi permukaan airnya. Jika permukaan terlalu tinggi masyarakat sekitar bisa kebanjiran, sebaliknya jika terlalu surut, warga akan kesulitan mengakses air dan warga yang bergantung hidup dari Danau Toba akan terdampak ekonominya.

Dengan air danau yang terus mengalir secara alami ke sungai sepanjang 147 Km dan bermuara di Selat Malaka, tentu bukan hal yang mudah menjaganya. INALUM dengan berbagai upaya menjaga Daerah Tangkapan Air (DTA) di 7 Kabupaten sekitar Danau Toba: Kabupaten Toba, Samosir, Simalungun, Asahan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi. Dengan luas daerah tangkapan air 272.819,54 Hektare.

Salah satunya membuat program strategis konservasi alam dimana perusahaan berkewajiban dan mengambil berperan penting dalam menghijaukan ekosistem Danau Toba yang menjadi warisan dunia setelah ditetapkan sebagai GeoPark Dunia.

Benny Wiwoho, Direktur Strategic Support & Human Capital INALUM menjelaskan bahwa Konservasi merupakan bagian penting dari komitmen Inalum dalam mewujudkan bisnis yang berkelanjutan. 

“Melalui berbagai program pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, kami berupaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ujarnya.

Penandatanganan kesepakatan bersama antara PT Inalum (Persero), Perum Jasa Tirta 1 dan Pemkab Toba untuk Pelestarian Lingkungan Danau Toba (Dok.IDN Times/istimewa)
Penandatanganan kesepakatan bersama antara PT Inalum (Persero), Perum Jasa Tirta 1 dan Pemkab Toba untuk Pelestarian Lingkungan Danau Toba (Dok.IDN Times/istimewa)

INALUM sadar bahwa industri modern tak lagi semata berbicara tentang angka produksi, ekspansi pasar, atau pertumbuhan keuntungan. Di tengah ancaman krisis iklim dan menurunnya kualitas lingkungan hidup, perusahaan-perusahaan dunia mulai menempatkan konservasi sebagai bagian dari arah baru pembangunan.

Komitmen itu hadir dalam berbagai bentuk program yang telah dilakukan INALUM selama ini. Mulai dari pengurangan emisi karbon, oenggunaan energi baru terbarukan, pemanfaatan energi bersih, rehabilitasi hutan, hingga perlindungan keanekaragaman hayati.

Selain bermitra dengan pemerintah kabupaten, INALUM juga berkolaborasi dengan Perum Jasa Tirta 1 (PJT-1) untuk mendukung kelestarian DTA Danau Toba. Program yang dilakukan antara lain pembangunan biopori, sumur resapan dan injeksi, pembibitan, penanaman pohon, hingga penguatan kapasitas masyarakat.

Sepanjang 2025, INALUM dan mitra telah merealisasikan berbagai kegiatan strategis konservasi yang tersebar di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo. Upaya tersebut dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan ekosistem Danau Toba sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Antara lain upaya konservasi air dilakukan melalui pembangunan 10.000 lubang biopori yang tersebar terutama di Kabupaten Simalungun dan Samosir. Selain itu, pembangunan 500 unit sumur resapan di wilayah Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara menjadi bagian dari langkah strategis meningkatkan daya serap air tanah dan mengurangi limpasan permukaan.

INALUM juga menginisiasi pembangunan 15 unit sumur injeksi yang tersebar di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Karo sebagai solusi inovatif untuk menjaga ketersediaan air tanah di kawasan hulu.

Di bidang edukasi lingkungan, INALUM melaksanakan program Sekolah Peduli Lingkungan menjangkau 15 sekolah di kawasan Danau Toba, meliputi Toba, Humbang Hasundutan, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo. Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini.

Untuk mendukung keberlanjutan rehabilitasi lahan, INALUM turut membangun Kebun 3 unit Bibit Rakyat (KBR) berkapasitas 50.000 bibit per tahun, dan Pembibitan Modern Paritohan berkapasitas 500.000 bibit per tahun. Fasilitas ini diharapkan menjadi tulang punggung penyediaan bibit bagi program penghijauan jangka panjang di kawasan Danau Toba.

Sebagai bagian dari mitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan berbasis komunitas, INALUM melaksanakan sosialisasi pencegahan karhutla di DTA Danau Toba melalui pembentukan dan pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak 18 MPA di beberapa kabupaten, yaitu Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi, Karo dan Samosir hingga tahun 2025.

Program DTA Danau Toba 2025.jpg
Program Konservasi DTA Danau Toba PT Inalum 2025 (Dok. PT inalum)

Selain itu INALUM juga melakukan Rehabilitasi Lingkungan. Program penanaman pohon menjadi salah satu pilar utama dengan total 1.050 hektar yang ditanam oleh INALUM dan mitra di berbagai lokasi prioritas di kawasan Danau Toba.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat tutupan vegetasi, mencegah erosi, dan menjaga kualitas air danau. Jumlah pohon yang ditanam selama 2025 sebesar 420.000 pohon dan tersebar di berbagai kabupaten di sekitar Danau Toba.

Jenis tanaman yang ditanam dipilih berdasarkan fungsi ekologis dan karakteristik lahan, seperti untuk menahan erosi, meningkatkan daya serap air, serta memperluas tutupan hijau di wilayah tangkapan air Danau Toba. Program penanaman pohon ini juga merupakan langkah inisiatif INALUM dalam melaksanakan mitigasi terjadinya bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara.

Semua program konservasi tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan INALUM dalam menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba sebagai sumber kehidupan, ruang budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Melalui pendekatan konservasi yang kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan, INALUM ingin memastikan upaya pelestarian tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi memberikan dampak nyata dan berkelanjutan dalam mendukung keberlanjutan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Sumatera Utara dan Indonesia.

Daniel Hutahuruk, Ka-Grup Layanan Strategis INALUM mengatakan melalui berbagai program konservasi yang dijalankan secara berkelanjutan perusahaan berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Upaya ini merupakan wujud tanggung jawab kami untuk menciptakan nilai yang tidak hanya berdampak bagi bisnis, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More