Inalum Raih Proper Emas dan Hijau 2025, Ini Rekam Jejaknya

- Inalum meraih Proper Emas untuk Pabrik Peleburan dan Proper Hijau untuk PLTA dalam ajang Proper 2025, menegaskan posisinya di jajaran perusahaan berkelanjutan nasional.
- Penghargaan ini mencerminkan komitmen Inalum terhadap inovasi, efisiensi sumber daya, serta penerapan prinsip ESG yang terintegrasi dalam strategi bisnisnya.
- Konsistensi Inalum terlihat dari raihan Proper berturut-turut sejak 2022 hingga 2025, didukung program lingkungan dan sosial seperti ekonomi sirkular serta pemberdayaan masyarakat berbasis SROI.
Medan, IDN Times- PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kembali mencatatkan prestasi bergengsi di bidang lingkungan dengan meraih dua peringkat sekaligus dalam Proper 2025 Emas dan Hijau yang menempatkannya di jajaran elite perusahaan berkelanjutan di Indonesia.
Dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Poper) tersebut, Inalum meraih PROPER Emas untuk operasional Pabrik Peleburan (ISP) dan Proper Hijau untuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA/IPP). Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Taman Mini Indonesia Indah pada 7 April 2026.
Menariknya, capaian ini tidak mudah diraih. Dari total 5.476 perusahaan peserta PROPER periode 2024–2025, naik 22 persen dari tahun sebelumnya hanya 282 perusahaan yang berhasil masuk kategori beyond compliance. Rinciannya, 39 perusahaan meraih peringkat Emas dan 243 perusahaan mendapatkan Hijau.
1. Tidak hanya mendorong ketaatan tapi inovasi

Inalum masuk dalam kelompok eksklusif perusahaan yang tidak sekadar patuh aturan, tetapi melampaui standar yang ditetapkan pemerintah. “Proper bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. Proper adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Menteri Hanif dalam sambutannya.
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menanamkan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis.
2. Inalum tidak hanya berfokus pada kepatuhan lingkungan, tetapi juga pada penciptaan nilai melalui integrasi aspek ESG

Menurutnya, Inalum tidak hanya berfokus pada kepatuhan lingkungan, tetapi juga pada penciptaan nilai melalui integrasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Pencapaian Proper Emas dan Hijau ini menjadi refleksi komitmen jangka panjang kami dalam menjadikan keberlanjutan sebagai inti strategi bisnis, dengan dampak yang terukur dan nyata,” ujar Melati.
3. Rekam jejak Inalum dalam proper

Secara rekam jejak, performa Inalum di Proper tergolong konsisten. Peringkat Emas untuk Pabrik Peleburan Kuala Tanjung diraih pada 2022, 2024, dan 2025, serta untuk PLTA Paritohan pada 2023. Sementara peringkat Hijau juga terus dipertahankan di berbagai periode.
Capaian ini ditopang oleh berbagai inovasi lingkungan yang dijalankan perusahaan, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga optimalisasi proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
Tak hanya itu, Inalum juga mengembangkan konsep ekonomi sirkular dengan mengolah limbah menjadi produk bernilai guna.
Di sisi sosial, perusahaan mengedepankan program pemberdayaan berbasis dampak melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI). Salah satu program unggulannya, “Dari Sampah Jadi Berkah”, mampu menggabungkan aspek lingkungan sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.

















![[BREAKING] Banjir dan Longsor Hantam Sembahe, 5 Orang Meninggal](https://image.idntimes.com/post/20250404/1000151948-d96a59a92c0d3e5d264ab9da4284a2ea.jpg)
