Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Usia 113 Tahun, Lokomotif DSM 38 Jadi Ikon Stasiun Kereta Api Medan

Kota Medan
Usia 113 Tahun, Lokomotif DSM 38 Jadi Ikon Stasiun Kereta Api Medan
Lokomotif peninggalan Deli Spoorweg Maatschappij yang kini menjadi monumen (Dok. KAI Divre I Sumut)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Lokomotif uap DSM 38 berusia 113 tahun di Stasiun Medan terus dirawat KAI sebagai aset heritage dan simbol peran kereta api membuka konektivitas serta menggerakkan ekonomi Sumatra Utara.
  • Diproduksi di Jerman pada 1913 dan beroperasi sejak 1914, DSM 38 melayani rute Medan–Tebing Tinggi, Kisaran, dan Tanjungbalai selama sekitar 63 tahun sebelum dipensiunkan pada 1977.
  • Akses swafoto di area monumen ditutup sementara selama revitalisasi Stasiun Medan; DSM 38 merupakan satu-satunya monumen lokomotif uap permanen di stasiun aktif Sumatra Utara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times - Di tengah hiruk pikuk Stasiun Medan, sebuah lokomotif uap berwarna hitam tetap berdiri anggun. Usianya sudah 113 tahun. Ia adalah Monumen Lokomotif DSM 38, saksi bisu perjalanan kereta api di Sumatra Utara sejak awal abad ke-20.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra Utara terus merawat lokomotif peninggalan Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) itu sebagai bagian dari pelestarian aset heritage perkeretaapian nasional.

1. Lokomotif DSM 38 menjadi simbol perkembangan perkeretaapian di Sumut

IMG-20260808-WA0006.jpg
Lokomotif peninggalan Deli Spoorweg Maatschappij yang kini menjadi monumen (Dok. KAI Divre I Sumut)

Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan lokomotif tersebut bukan sekadar pajangan. DSM 38 merepresentasikan bagaimana kereta api dulu membuka konektivitas wilayah dan menggerakkan ekonomi Sumut.

"Lokomotif DSM 38 menjadi simbol perkembangan perkeretaapian di Sumatra Utara. Kehadirannya mengingatkan bahwa kereta api telah berkontribusi dalam membuka konektivitas antarwilayah, mendukung distribusi hasil perkebunan, dan menggerakkan perekonomian daerah selama lebih dari satu abad," ujar Anwar, Jumat (8/8/2026).

2. Dibuat di Jerman, beroperasi selama 63 tahun

IMG-20260808-WA0007.jpg
Lokomotif peninggalan Deli Spoorweg Maatschappij yang kini menjadi monumen (Dok. KAI Divre I Sumut)

Berdasarkan catatan sejarah, DSM 38 diproduksi oleh Sächsische Maschinenfabrik vorm. Richard Hartmann AG, Chemnitz, Jerman, pada 1913. Setahun kemudian lokomotif itu mulai beroperasi di Sumatra Utara.

Selama sekitar 63 tahun, lokomotif ini melayani lintas Medan–Tebing Tinggi, Medan–Kisaran, dan Medan–Tanjungbalai untuk mengangkut penumpang dan hasil perkebunan. Setelah dipensiunkan pada 1977, DSM 38 kemudian ditempatkan sebagai monumen di kawasan Stasiun Medan.

"Monumen ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat secara langsung perjalanan perkembangan teknologi perkeretaapian. Kami berharap generasi muda semakin mengenal sejarah perkeretaapian nasional melalui peninggalan yang masih terawat dengan baik," kata Anwar.

KAI menyebut DSM 38 sebagai salah satu warisan perkeretaapian tertua yang masih dapat disaksikan masyarakat di Sumut.

Lokomotif ini sekaligus memperkuat identitas heritage Stasiun Medan yang saat ini tengah direvitalisasi.

3. Swafoto ditutup sementara

IMG-20260808-WA0008.jpg
Lokomotif peninggalan Deli Spoorweg Maatschappij yang kini menjadi monumen (Dok. KAI Divre I Sumut)

Seiring proses revitalisasi, KAI untuk sementara menutup akses masyarakat untuk berswafoto di area monumen. Penataan kawasan stasiun dan area sekitar lokomotif dilakukan demi keamanan dan kenyamanan.

"Saat ini Stasiun Medan sedang dalam tahap penataan kawasan, termasuk di area sekitar monumen lokomotif. Oleh karena itu, masyarakat untuk sementara waktu belum bisa melakukan swafoto di lokasi tersebut hingga seluruh proses penataan selesai," tutur Anwar.

Ia menambahkan, DSM 38 merupakan satu-satunya monumen lokomotif uap yang dipajang secara permanen di kawasan stasiun aktif di Sumatra Utara. Meski belum ditetapkan sebagai cagar budaya, lokomotif ini memiliki nilai historis sangat tinggi bagi perkembangan perkeretaapian di Pulau Sumatra.

"KAI berkomitmen menjaga dan melestarikan aset heritage perkeretaapian sebagai warisan sejarah bangsa. Kami berharap Stasiun Medan ke depan dapat menjadi salah satu destinasi wisata heritage yang membanggakan Sumatera Utara," kata Anwar.

Dengan usia yang sudah lebih satu abad, DSM 38 kini tidak lagi mengangkut penumpang. Namun ia tetap "bekerja" sebagai penjaga sejarah, mengingatkan setiap orang yang melintas di Stasiun Medan tentang peran kereta api dalam membangun Sumatra Utara.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More