THEFI 2026 di Medan, 46 Kampus Taiwan Tawarkan Beasiswa ke Pelajar RI

- TETO mencatat 24.120 pelajar Indonesia sedang belajar di Taiwan, sekitar 19.000 di jenjang S1 hingga S3, menandakan meningkatnya minat studi ke negara tersebut.
- THEFI 2026 di Medan menghadirkan 46 universitas Taiwan yang menawarkan informasi program studi, beasiswa, pertukaran pelajar, dan peluang karier; rangkaian lima kota diikuti 65 kampus.
- Taiwan menawarkan biaya studi relatif terjangkau, beasiswa, kerja paruh waktu legal maksimal 20 jam per minggu, serta fasilitas dan akses makanan halal yang makin tersedia.
Medan, IDN Times - Minat pelajar Indonesia melanjutkan studi ke Taiwan terus meningkat. Hal ini berdasarkan data terbaru Taipei Economic and Trade Office (TETO) mencatat 24.120 pelajar Indonesia saat ini menempuh pendidikan di Taiwan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 19.000 orang berada di jenjang S1, S2, dan S3. Sisanya mengikuti pendidikan vokasi, program bahasa, dan jenjang lainnya. Angka itu belum termasuk mahasiswa Indonesia yang mengikuti program magang di Taiwan selama satu hingga dua tahun.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Citra Alumni Taiwan (ICATI) se-Indonesia, Hengky Lau, saat pembukaan Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) 2026 di Grand Mercure Medan, pada Minggu (9/8/2026).
"Menurut data terbaru dari Taipei Economic and Trade Office, saat ini terdapat 24.120 pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Taiwan. Sekitar 19.000 di antaranya menempuh pendidikan S1, S2, dan S3," kata Hengky.
1. Kuliah sambil kerja dan lingkungan ramah muslim

Hengky menilai tingginya jumlah mahasiswa Indonesia menunjukkan semakin kuatnya hubungan pendidikan kedua negara dan meningkatnya kepercayaan generasi muda terhadap kualitas perguruan tinggi di Taiwan.
Menurutnya, Taiwan memiliki sejumlah keunggulan. Mulai dari kualitas pendidikan, kemajuan riset dan teknologi, lingkungan belajar yang inovatif, hingga biaya pendidikan yang relatif terjangkau.
"Taiwan menawarkan pendidikan berkualitas tinggi, lingkungan yang aman, serta beasiswa yang berlimpah. Kami yakin Taiwan dapat menjadi tempat terbaik bagi anak-anak bangsa untuk meraih masa depan," ujarnya.
Keunggulan lain adalah mahasiswa asing diperbolehkan bekerja paruh waktu secara legal maksimal 20 jam per minggu. "Kalau di Taiwan, kita kuliah boleh part time kerja. Seminggu hanya boleh 20 jam dan itu resmi, legal," katanya.
Lingkungan yang ramah terhadap mahasiswa Muslim juga menjadi daya tarik. Sejumlah perguruan tinggi telah menyediakan musala, sementara restoran dan makanan halal semakin mudah ditemukan.
"Di Taiwan sekarang sudah ramah Muslim. Universitas juga banyak yang menyediakan musala untuk salat. Makanan halal juga sudah banyak, termasuk restoran halal," ujarnya.
Hengky berharap semakin banyak pelajar Indonesia memanfaatkan peluang tersebut, termasuk untuk menguasai bahasa Mandarin yang dinilai semakin penting di tengah berkembangnya hubungan bisnis dengan negara-negara berbahasa Mandarin.
2. Ada 46 Universitas Taiwan hadir di Medan

Ketua ICATI Sumatra Utara, Dodi Huang, mengatakan THEFI merupakan pameran pendidikan yang digelar ICATI se-Indonesia bersama ICATI Sumut. Kegiatan ini didukung University Entrance Committee for Overseas Chinese Students (UECFOCS), Kementerian Pendidikan Taiwan, serta TETO.
Sebanyak 46 universitas negeri dan swasta Taiwan hadir langsung di Medan untuk memberikan informasi mengenai program studi, beasiswa, pertukaran pelajar, hingga peluang karier.
"Pameran ini merupakan yang kelima dari lima kota besar di Indonesia dan menjadi pameran terakhir tahun ini. Kami berharap pameran hari ini dapat membantu para pelajar menemukan universitas yang paling sesuai dengan minat dan cita-cita mereka," kata Dodi.
THEFI 2026 sebelumnya telah digelar di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Secara keseluruhan, 65 universitas Taiwan berpartisipasi dalam rangkaian pameran di lima kota tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Representative TETO di Jakarta Bruce Hung dan Chairperson UECFOCS Su Yuh-Long.
3. Beasiswa antar pelajar Medan ke Taiwan

Salah satu penerima manfaat adalah Gabrielle Angela, lulusan SMA Methodist 3 Medan. Ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S1 di College of Management salah satu universitas di Taiwan.
"Saya sangat senang karena beasiswa tersebut. Meskipun hanya diberikan sekali, itu merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi saya karena cukup membantu untuk melanjutkan studi ke Taiwan," ujar Gabrielle.
Ia memilih program College of Management karena sistem pembelajarannya fleksibel. Pada tahun pertama mahasiswa mempelajari manajemen secara umum. Tahun berikutnya dapat memilih konsentrasi seperti Information Management, Finance, Business, atau International Business.
"Jadi tahun pertama belajar general management, kemudian tahun kedua kita bisa memilih mau fokus ke information management, finance, business, atau international business. Wawasan yang didapat juga lebih banyak," katanya.
Ketertarikan Gabrielle pada pendidikan Taiwan bermula saat mengikuti THEFI 2024. Beasiswa yang ia terima diperuntukkan bagi pelajar berprestasi dari keluarga sederhana.
"Alasannya, di Taiwan lingkungannya aman, bagus, terus orang-orangnya ramah. Pelajarannya juga berkembang. Selain itu, kita juga bisa sambil part time. Itu bisa meringankan biaya dari keluarga dan uang sekolah jadi tidak terlalu tinggi. Jadi, Taiwan adalah pilihan yang bagus," ujarnya.





![[BREAKING] Sebanyak 96 Kios di Pasar Jaging Jeget Aceh Tengah Terbakar](https://image.idntimes.com/post/20260809/v0vgstco5vhp3v4za4r4llc7c_cf2da143-3e09-4d9b-b31e-abe8bcdcc218.jpg)










![[BREAKING] Kapal Asing Ditangkap di Perairan Kepri, Angkut 1,3 Ton Sabu](https://image.idntimes.com/post/20250623/20250623_195901_11c2d071-974b-469c-86a8-f0a286d6cdfa.jpg)


