16 Bulan Menghilang, Dalang Tahanan Kabur Polres Kampar Riau Ditangkap

- Joni Afliyadi, tahanan kasus narkoba yang kabur dari Polres Kampar pada Mei 2025, ditangkap kembali setelah 16 bulan bersembunyi di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung.
- Polisi menyebut Joni sebagai otak pelarian 11 tahanan; ia merencanakan aksi sejak April 2025, memakai gergaji untuk memotong ventilasi sel, lalu mencuri motor warga.
- Usai kabur, Joni sempat bersembunyi di Palembang sebelum kembali ke Kampar. Dari 11 tahanan yang kabur, 10 telah ditangkap; polisi masih memburu satu tahanan dan pemberi gergaji berinisial GT.
Kampar, IDN Times - Joni Afliyadi akhirnya kembali ke sel tahanan Polres Kampar, Provinsi Riau. Pria 41 tahun itu ditangkap kembali oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar.
Adapun kasusnya, Joni merupakan salah satu tahanan yang berhasil melarikan diri dari sel tahanan Polres Kampar pada 16 bulan lalu, tepatnya pada bulan Mei 2025.
"Benar, yang bersangkutan sudah kami tangkap. Dia (Joni Afliyadi) ditangkap di sebuah rumah warga di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tampung (Kabupaten Kampar)," ucap Kasat Reskrim Polres Kampar AKP I Gede Yoga Eka Pranata, Senin (28/9/2026).
Diketahui, Joni berhasil melarikan diri bersama 10 orang tahanan lainnya pada 14 Mei 2025 sekitar pukul 02.00 WIB. Joni merupakan tersangka dalam kasus Narkoba.
Dalam hal ini, sudah 10 tahanan kabur yang berhasil ditangkap, termasuk Joni. Tersisa seorang tahanan lagi yang belum tertangkap.
1. Merupakan dalang utama pelarian

ilustrasi tahanan kabur (ANTARAnews) AKP I Gede Yoga menerangkan, Joni merupakan dalang atau otak utama dalam pelarian belasan tahanan tersebut. Dari hasil interogasi pihaknya, Joni mengaku merencanakan pelarian tersebut sejak April 2025.
Dimana, Joni mendapatkan gergaji besi dari rekannya berinisial GT. Gergaji tersebut kemudian digunakan Joni untuk memotong ventilasi besi sel tahanan hingga para tahanan berhasil melarikan diri.
"JA ini otak utama pelarian tersebut. Dia merencanakan pelarian sebulan sebelum kejadian," terang AKP I Gede Yoga.
Setelah berhasil kabur, Joni kemudian mencuri sepeda motor Honda Beat milik warga untuk digunakan sebagai kendaraan melarikan diri.
2. Kabur ke Palembang

Jembatan Ampera Icon Kota Palembang pada malam hari (Pexels/Muhammad Abid) Usai berhasil melarikan diri dari sel tahanan Polres Kampar, Joni diketahui menghilangkan diri ke Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel). Di kota tersebut, Joni tinggal beberapa bulan.
"Setelah cukup lama berada di luar daerah, dia kembali ke Kabupaten Kampar dan memilih bersembunyi di wilayah Kecamatan Tapung," ujar AKP I Gede Yoga.
Persembunyian Joni akhirnya terendus setelah tim Resmob Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar mendapatkan informasi mengenai keberadaannya.
"Tim bergerak cepat, mengepung lokasi dan berhasil mengamankan JA tanpa perlawanan berarti, jelas AKP I Gede Yoga.
3. Buru pemberi gergaji besi

Kasat Reskrim Polres Kampar AKP I Gede Yoga Eka Pranata (IDN Times/ dokumentasi) Terkait dengan rekan Joni yang memberi gergaji besi untuk membantu aksi pelarian itu, saat ini tim Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar tengah. Dimana, pihaknya tengah menelusuri keberadaan GT.
Pihaknya juga akan mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan pelarian tersebut.
"Terkait dengan rekan JA ini (GT) sedang kami dalami. Dia pihak luar," pungkas AKP I Gede Yoga.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















