Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polisi Selidiki Taruna Poltekpel Aceh Meninggal usai Ikut Ospek

Kota Medan
4 min read
Polisi Selidiki Taruna Poltekpel Aceh Meninggal usai Ikut Ospek
Ilustrasi orang meninggal dunia. IDN Times/Sukma Shakti
  • Taruna Poltekpel Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla (18), meninggal di RSUDZA Banda Aceh setelah mengikuti ospek dan sempat dirawat akibat demam tinggi serta nyeri tenggorokan.

  • Keluarga mencurigai adanya kekerasan karena melihat kondisi wajah korban, sementara polisi mencatat korban mengalami demam 39,7 derajat Celsius lalu muncul ruam kemerahan sebelum dirujuk.

  • Polisi menyelidiki kematian Rasya melalui visum dan CT scan, serta akan memeriksa pihak kampus dan saksi; autopsi tidak dilakukan karena keluarga tidak memberi izin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banda Aceh, IDN Times - Muhammad Rasya Fadilla (18), taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh di Kabupaten Aceh Besar, meninggal dunia, pada Minggu (27/9/2026) sore. Taruna program Diploma III (D-III) Studi Nautika asal Kota Lhokseumawe tersebut sebelumnya sempat mengikuti rangkaian Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek). 

Rasya meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Kota Banda Aceh. Sebelum dirujuk ke RSUD, korban sempat menjalani perawatan di Poliklinik Poltekpel Malahayati setelah mengalami demam tinggi dan nyeri tenggorokan.


  1. 1. Keluarga curiga ada kekerasan saat ospek

    (Ilustrasi pengeroyokan) IDN Times/Sukma Shakti
    (Ilustrasi pengeroyokan) IDN Times/Sukma Shakti

    Kematian Rasya turut memunculkan kecurigaan dari pihak keluarga. Mereka mengaku menemukan kondisi yang dinilai tidak biasa pada wajah korban dan menduga terdapat lebam atau bekas benturan.

    Pakwa korban, Anwar, mengatakan keluarga sempat meminta penjelasan kepada sejumlah taruna yang disebut mengetahui kondisi Rasya selama mengikuti kegiatan Ospek.

    “Kalau kita lihat tadi memang seperti orang dipukul, tapi pastinya kan kita tidak tahu,” kata Anwar.

    Menurut Anwar, keluarga juga menanyakan dugaan pemukulan tersebut kepada sejumlah teman satu angkatan korban. Namun, keluarga mengaku tidak mendapatkan jawaban.

    “Ketika kita tanya sama letingnya apakah korban dipukul, mereka enggak mau jawab,” ujarnya.

    Kecurigaan keluarga semakin muncul setelah mendapat informasi mengenai kondisi kesehatan Rasya sebelum meninggal. Anwar mengatakan keluarga mendapat informasi korban mengalami demam dan kemudian diberikan obat yang disebut sebagai obat alergi.

    “Dibilang dokter ada demam, tapi sudah dikasih obat alergi. Nah, dia demam kok dikasih obat alergi,” kata Anwar.

    Setelah mendapatkan obat tersebut, keluarga menyebut kondisi Rasya mengalami perubahan dan muncul bintik-bintik pada tubuhnya.

    Meski demikian, dugaan kekerasan tersebut belum dapat dipastikan. Penyebab kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik.


  2. 2. Korban alami demam tinggi hingga muncul ruam

    Ilustrasi pengeroyokan. Freepik.
    Ilustrasi pengeroyokan. Freepik.

    Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mengatakan polisi telah melakukan penyelidikan awal terkait meninggalnya Rasya. Polisi juga telah mendatangi lokasi kejadian di lingkungan Poltekpel Malahayati Aceh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, serta Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUDZA.

    Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi, korban mendatangi Poliklinik Poltekpel Malahayati pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 16.21 WIB. Saat itu, korban mengeluhkan demam dan nyeri tenggorokan.

    Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah korban 131/74 mmHg, denyut nadi 104 kali per menit, dan suhu tubuh mencapai 39,7 derajat Celsius.

    “Berdasarkan keterangan awal, korban sebelumnya mengalami demam dan nyeri tenggorokan, kemudian menjalani perawatan di klinik Poltekpel Malahayati Aceh sebelum dirujuk ke RSUDZA,” kata Dizha.

    Korban kemudian mendapat penanganan medis berupa pemasangan infus dan obat minum untuk mengurangi nyeri. Namun, pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 10.17 WIB, muncul ruam kemerahan pada tubuh korban. Ruam tersebut dilaporkan semakin banyak setelah dilakukan observasi.

    Sekitar pukul 12.13 WIB, korban kemudian dirujuk ke RSUDZA dengan didampingi tim medis Poltekpel Malahayati.

    “Setibanya di RSUDZA, korban mendapatkan penanganan medis. Namun, pada pukul 16.14 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Dizha.


  3. 3. Polisi tunggu hasil forensik dan lanjutkan penyelidikan

    Ilustrasi penjara. IDN Times/Mia Amalia
    Ilustrasi penjara. IDN Times/Mia Amalia

    Untuk mengetahui penyebab pasti kematian Rasya, polisi telah berkoordinasi dengan dokter forensik RSUDZA.

    Korban telah menjalani pemeriksaan luar melalui visum et repertum dan CT scan jenazah. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh korban, termasuk memeriksa adanya memar maupun ruam kemerahan.

    Namun, pemeriksaan tidak dilanjutkan dengan autopsi karena pihak keluarga tidak memberikan izin.

    “Berdasarkan keterangan dokter forensik, dr Taufik, dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit,” tutur Dizha.

    Meski demikian, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik untuk memastikan penyebab kematian korban.

    Hasil visum et repertum diperkirakan baru keluar sekitar tujuh hari, sedangkan hasil CT scan diharapkan dapat diketahui pada Senin (28/9/2026).

    Polisi juga akan meminta keterangan dari pihak Poltekpel Malahayati Aceh dan sejumlah saksi yang mengetahui kondisi korban sebelum dirujuk ke rumah sakit.

    “Penyelidikan tersebut dilakukan untuk melengkapi keterangan dan memastikan rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia,” katanya.

    Sebelumnya, Rasya diketahui tinggal di Asrama Cut Nyak Dhien, kamar C-201, Poltekpel Malahayati Aceh, bersama lima mahasiswa lainnya.

    Setelah seluruh proses pemeriksaan awal selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke Kota Lhokseumawe dan dimakamkan.

    Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti meninggalnya Muhammad Rasya Fadilla masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan CT scan RSUDZA.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More