Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mahasiswi USU Diduga Akhiri Hidup, Isu Perundungan Ditelusuri

Kota Medan
3 min read
Mahasiswi USU Diduga Akhiri Hidup, Isu Perundungan Ditelusuri
Ilustrasi garis polisi (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Seorang mahasiswi FIB USU ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya setelah teman-teman kesulitan menghubunginya.

  • Informasi dugaan perundungan di lingkungan kampus beredar, tetapi USU menyatakan belum menemukan indikasi berdasarkan informasi awal.

  • Penyebab kematian masih ditangani dan diselidiki pihak berwenang, sementara USU menunggu fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times — Seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatra Utara (USU) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Minggu (27/9/2026).

Mahasiswi berusia 18 tahun itu ditemukan setelah teman-temannya kesulitan menghubungi korban. Saat mendatangi tempat kos, rekan korban meminta bantuan pemilik kos hingga akhirnya kamar korban dibuka.

Kepala Lingkungan VI Kelurahan Padang Bulan, Putra, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada keluarga.

  1. 1. Teman kesulitan hubungi korban hingga datangi kos

    Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
    Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

    Putra mengatakan teman-teman korban sebelumnya berusaha menghubungi korban. Namun, tidak ada respon dari korban. Karena khawatir, mereka kemudian mendatangi kos korban dan memberitahukan kondisi tersebut kepada pemilik kos. Setelah upaya memanggil korban dari luar kamar tidak mendapat respons, mereka meminta bantuan untuk membuka kamar.

    "Itulah kawannya mendatangi pemilik kos. Suruh panggil langsung. Dipanggil langsung pun tak keluar. Terakhirnya, ya, inisiatif lapor ke saya, izin dobrak kan," ujar Putra saat dihubungi, Senin (28/9/2026).

    Putra mengatakan korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. "Saat ditemukan, posisinya memang sudah tergantung di kamar mandi dalam kamarnya. Badannya membiru. Jenazah sudah dibawa ke rumah duka," katanya.

    Pihak keluarga kemudian menjemput jenazah. Sementara itu, penyebab kematian korban masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak berwenang.

  2. 2. Dugaan korban mengalami perundungan menyeruak

    ilustrasi bully (pexels.com/ Mikhail Nilov)
    ilustrasi bully (pexels.com/ Mikhail Nilov)

    Setelah kabar kematian korban beredar, muncul informasi bahwa korban diduga mengalami perundungan di lingkungan kampus. Informasi ini beredar di linimasa media sosial.

    Pihak USU kemudian melakukan penelusuran internal untuk memperoleh informasi awal mengenai kondisi korban selama berada di lingkungan kampus.

    Manajer Humas dan Promosi USU Irsan Mulyadi, mengatakan pihak kampus telah meminta keterangan dari sejumlah rekan korban dan lingkungan pergaulannya.

    "Berdasarkan informasi awal yang diperoleh, sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi perundungan (bullying) yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," kata Irsan dalam keterangan tertulis.

  3. 3. USU Tunggu Hasil Penyelidikan

    Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

    USU menyatakan menghormati proses penyelidikan untuk mengungkap fakta mengenai kematian mahasiswi tersebut. Pihak kampus juga menyatakan akan mengambil tindakan apabila nantinya ditemukan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan terkait dugaan perundungan yang melibatkan sivitas akademika.

    "Apabila berdasarkan hasil penyelidikan dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kemudian ditemukan adanya indikasi perundungan yang melibatkan sivitas akademika USU, kami akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku," ujarnya.

    Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

    Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.

    NGO Indonesia pencegahan bunuh diri:

    Jangan Bunuh diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com

    Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More