Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kemiripan Unik Antara Kota Medan dan Spanyol, Relatable

Kota Medan
3 min read
5 Kemiripan Unik Antara Kota Medan dan Spanyol, Relatable
Kota Medan dan kota Sevilla Spanyol (https://id.wikipedia.org/wiki/Kantor_Pos_Medan)
  • Warga Medan dan Spanyol digambarkan sama-sama tegas, blak-blakan, serta ekspresif saat berbicara, tetapi tetap ramah dan menjunjung solidaritas pertemanan.
  • Kawasan Kesawan di Medan memiliki bangunan dengan sentuhan Spanish Colonial Revival, terlihat dari lengkungan pintu-jendela, pilar kokoh, dan atap genteng tanah liat.
  • Medan dan Spanyol sama-sama lekat dengan fanatisme sepak bola serta budaya berkumpul; istilah Medan “kereta” untuk sepeda motor dikaitkan dengan pengaruh kosakata Eropa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sering dikenal sebagai Kota Multikultural terbesar di Indonesia, masyarakat Kota Medan saling hidup berdampingan dengan perpaduan budaya Batak, Melayu, Tionghoa, hingga India. Namun, siapa sangka kalau Kotanya Bika Ambon ini ternyata punya beberapa kemiripan budaya dan kebiasaan dengan negara Spanyol?

​Mulai dari arsitektur bangunan, gaya bicara yang tegas, hingga gairah pada dunia sepak bola, kombinasi dua budaya ini sangatlah unik. Simak 5 kemiripan antara Kota Medan dan Spanyol di bawah ini!

  1. 1. Karakter warga yang tegas tapi hangat

    Suasana kota medan
    Suasana kota medan (unplash/Iqbal Pohan)

    Warga Medan dikenal luas dengan gaya bicaranya yang tegas dan blak-blakan. Begitu juga dengan negara Spanyol. Masyarakat Spanyol rata-rata memiliki intonasi suara yang tinggi, tegas, dan ekspresif saat berbicara. Khususnya di daerah Bilbao.

    Bagi orang asing, gaya bicara ini sering disalahpahami sebagai ekspresi kesal ataupun marah. Padahal, baik orang Medan maupun Spanyol sama-sama menerapkan nilai jujur dan terbuka. Apa yang dipikirkan, itulah yang diucapkan

    Akan tetapi, di balik gaya bicaranya yang terdengar ngegas, keduanya sangat ramah, humble, dan menjunjung tinggi rasa solidaritas pertemanan. Sudah tahu?

  2. 2. Bangunan berarsitektur gaya kolonial Spanyol di Medan

    Gedung Pos Indonesia
    Gedung Pos Indonesia (unplash/David Kristianto)

    Jika kamu mengnjungi kawasan kota tua Medan, seperti di area Jalan Ahmad Yani (Kesawan), kamu bisa menemukan beberapa bangunan bersejarah dengan sentuhan Spanish Colonial Revival.

    ​Ciri khas arsitektur gaya Spanyol ini bisa dilihat dari penggunaan lengkungan pada pintu dan jendela (arched doorways), ornamen pilar yang kokoh, serta atap genteng tanah liat. Model ini dipengaruhi oleh arsitek Eropa ketika masa perdangan mereka ke Medan pada abad 20.

  3. 3. Gairah sepakbola yang sama-sama membara

    Suporter PSMS Medan
    Suporter PSMS Medan (instagram/PSMS Medan)

    Urusan sepak-bola, warga Medan dan warga Spanyol punya tingkat fanatisme yang sama tingginya terhadap sepak bola. Jalanan dan warung kopi akan selalu ramai jika pertandingan besar diadakan. Para fans sangat bersemangat sepanjang laga dengan diiringi nyanyian-nyanyian pembangkit semangat para pemain.

    ​Jika Spanyol punya rivalitas sengit El Clasico yaitu Barcelona vs Real Madrid, maka Medan punya sejarah sepak bola yang megah bersama PSMS Medan. Karakter permainan PSMS yang terkenal dengan gaya Rap-Rap (keras, cepat, dan ngotot) sangat mirip dengan karakter permainan pantang menyerah khas klub-klub La Liga.

  4. 4. Budaya nongkrongnya juga mirip

    Suasana cafe Medan
    Suasana cafe Medan (unplash/Edwin Petrus)

    Di Spanyol, ada budaya populer bernama Tapas, yaitu kegiatan berkumpul bersama teman sambil menikmati aneka camilan porsi kecil dan minuman.

    ​Budaya ini sangat mirip dengan tradisi nongkrong warga Medan di warkop (warung kopi) hingga larut malam. Sambil mengobrol santai, warga Medan juga melakukan kegiatan lain seperti bermain game, sambil menikmati kuliner di warkop seperti mie bangladesh ataupun martabak.

  5. 5. Penggunaan istilah 'kereta' untuk sepeda motor

    Suasana jalanan di Medan
    Suasana jalanan di Medan (pexels/Man Fong Wong)

    Di Medan, sepeda motor secara biasanya disebut sebagai kereta. Asal-usul kata ini tak lepas dari jejak sejarah masuknya kendaraan roda dua dari Eropa pada masa kolonial, termasuk pengaruh kosakata Eropa seperti carreta (kendaraan/kereta) dalam bahasa Spanyol dan Portugis.

    ​Penggunaan kata kereta di Medan untuk menyebut sepeda motor masih bertahan hingga sekarang dan sering kali membuat para pendatang dari luar Sumatra merasa kebingungan saat pertama kali mendengarnya.

    ​Meskipun terpisah oleh jarak ribuan kilometer dan samudera, siapa sangka jika Kota Medan dan Spanyol punya banyak kemiripan unik dan relatable banget. Keunikan budaya inilah yang bikin budaya Medan selalu menarik untuk dibahas.

    ​Dari kelima kemiripan di atas, ada yang mirip dengan Kota Kamu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More