Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Produksi Beras Sumut Surplus, Bawang Merah Masih Defisit

Kota Medan
3 min read
Produksi Beras Sumut Surplus, Bawang Merah Masih Defisit
ilustrasi panen padi (pexels.com/Ruyat Supriazi)
  • Sumatra Utara mencatat surplus beras 27.633 ton pada Oktober 2026, tetapi bawang merah masih defisit sekitar 2.047 ton.

  • Sejumlah komoditas lain, termasuk cabai, daging sapi, ayam ras, dan telur ayam ras, mencatat produksi di atas kebutuhan.

  • Pemprov Sumut mengembangkan kawasan pertanian terpadu, sementara kawasan sapi potong dan rumah produksi masih dalam tahap pembangunan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Sumatra Utara (Sumut) mencatat surplus beras sebesar 27.633 ton pada Oktober 2026. Produksi beras mencapai 144.066 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat diperkirakan 116.433 ton.

Namun, surplus pangan Sumut tidak merata di semua komoditas. Bawang merah masih mengalami defisit sekitar 2.047 ton berdasarkan perbandingan produksi dalam kondisi kering dengan kebutuhan pada bulan yang sama.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung, memaparkan neraca pangan tersebut dalam temu pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (23/10/2026).

  1. 1. Produksi beras dan sejumlah komoditas pangan melampaui kebutuhan

    ilustrasi panen padi dengan produktivitas tinggi sebagai dampak penggunaan varietas unggul
    ilustrasi panen padi dengan produktivitas tinggi sebagai dampak penggunaan varietas unggul (pexels.com/hartono subagio)

    Beras bukan satu-satunya komoditas yang mencatat surplus. Produksi cabai merah mencapai 14.213 ton, sedangkan kebutuhannya 9.855 ton. Artinya, terdapat surplus sekitar 4.358 ton.

    Cabai rawit juga mencatat produksi 7.594 ton dengan kebutuhan 3.712 ton. Sementara itu, produksi bawang merah setara umbi basah mencapai 5.021 ton atau 3.306 ton dalam kondisi kering, lebih rendah dibandingkan kebutuhan sebesar 5.353 ton.

    Kondisi berbeda terlihat pada sektor peternakan. Produksi daging sapi mencapai 1.773 ton dengan kebutuhan 891 ton. Produksi daging ayam ras tercatat 20.383 ton, melampaui kebutuhan 16.037 ton.

    Produksi telur ayam ras juga mencapai 53.810 ton, sedangkan kebutuhannya 20.491 ton.

  2. 2. Pemprov Sumut mengembangkan kawasan pertanian unggulan

    panen cabai
    ilustrasi panen cabai (pexels.com/Danang DKW)

    Untuk mendorong produktivitas, Pemerintah Provinsi Sumut menjalankan Program Strategis Daerah (PSD) melalui pengembangan kawasan pertanian terpadu. Program ini mencakup komoditas padi, jagung, cabai merah, bawang merah, sapi potong, serta rumah produksi kelapa dan kopi.

    “Untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, Pemprov Sumut melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pun melakukan intervensi. Intervensi ini masuk ke dalam bagian Program Strategis Daerah (PSD),” kata Fariz dalam kegterangannya, Minggu (25/10/2026).

    Fariz mengatakan, pengembangan kawasan dilakukan dalam satu hamparan yang dikelola satu kelompok tani. Petani juga mendapatkan paket bantuan dan dukungan kemitraan dengan badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai pembeli hasil produksi atau offtaker.

    Pada komoditas padi, terdapat 10 kawasan dengan luas total 300 hektare. Dari luasan tersebut, panen telah berlangsung di 44,5 hektare dengan produksi mencapai 327,95 ton.

    Sementara itu, kawasan jagung mencakup 13 kawasan dengan luas 260 hektare. Panen telah dilakukan di lahan seluas 43 hektare dengan hasil 345,6 ton.

    Untuk cabai merah, Pemprov Sumut mengembangkan 15 kawasan seluas 60 hektare. Enam kawasan dengan luas 24 hektare telah panen dan menghasilkan 264 ton.

    Adapun kawasan bawang merah mencakup 16 kawasan seluas 48 hektare. Enam kawasan dengan luas 18 hektare telah panen dengan produksi 299,4 ton.

  3. 3. Kawasan sapi potong dan rumah produksi masih dikebut

    ilustrasi peternakan sapi
    ilustrasi peternakan sapi (pexels.com/Mark Stebnicki)

    Tak semua program telah memasuki tahap produksi. Empat kawasan sapi potong yang berada di Kabupaten Simalungun, Serdangbedagai, Asahan, dan Labuhanbatu masih dalam tahap konstruksi.

    Pembangunan kawasan tersebut ditargetkan rampung pada minggu pertama Desember 2026. Setiap kawasan akan menerima sekitar 150 ekor sapi, terdiri dari 120 ekor untuk penggemukan dan 30 ekor untuk pengembangbiakan.

    Sementara itu, pembangunan rumah produksi kelapa di Kabupaten Nias Utara telah mencapai progres 80 persen. Fasilitas tersebut ditargetkan selesai pada 6 November 2026.

    Pemprov Sumut juga menargetkan penyelesaian tiga rumah produksi kopi pada November 2026. Masing-masing satu unit berada di Kabupaten Humbang Hasundutan dan dua unit lainnya di Kabupaten Tapanuli Utara.

    “Pengembangan kawasan pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan produksi pangan,” pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More