Cerita Siswa Hari Pertama TKA SMAN 3 Medan, Belajar hingga Gak Tidur

Hari pertama TKA di SMAN 3 Medan berjalan lancar tanpa kendala jaringan; peserta mengerjakan Bahasa Indonesia dan Survei Karakter, dengan durasi Bahasa Indonesia 75 menit.
Salfira sempat cemas dan kurang tidur setelah belajar hingga tengah malam, tetapi menilai soal lebih mudah dari bayangan serta optimistis hasilnya bagus.
Arief menilai soal Bahasa Indonesia, terutama literasi paragraf, tidak terlalu sulit berkat persiapan mandiri; nilai TKA menentukan eligibility jalur SNBP.
Medan, IDN Times - Pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA Negeri 3 Medan meninggalkan cerita tersendiri bagi peserta. Jika sebelumnya bayangan soal sulit dan narasi panjang menghantui, kenyataan di ruang ujian justru berbanding terbalik.
Salfira Gita Mulia, siswi Kelas XII 1 SMA Negeri 3 Medan, mengaku sempat cemas setelah membaca berbagai informasi di internet.
"Untuk TKA kalau dilihat dari internet banyak yang bilang sebelumnya mengikuti itu sulit. Soalnya juga narasinya panjang-panjang. Menurut saya emang kalau dari ceritanya itu misalnya kayak tadi itu ada tentang novel, puisi, menurut saya itu lebih teliti aja membacanya. Jadi, jangan sampai ada kata-kata yang terlewatkan," ujar Salfira.
1. Salfira sempat tidak tidur karena belajar larut malam

Para siswa SMA Negeri 3 Medan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (IDN Times/Indah Permata Sari) Dia mengaku persiapannya tidak main-main. Selain mengikuti bimbingan belajar (bimbel) intensif TKA selama beberapa minggu, ia juga rutin mengerjakan tryout daring dan membeli buku kompeten TKA.
"Sempat merasa tadi malam itu hampir gak bisa tidur karena belajar sampai tengah malam. Terus bangun-bangun karena peraturannya pukul 06.30 WIB sudah harus sampai sekolah jadi harus cepat tidur, gak bisa lama, jadi pagi subuh harus cepat siap-siap," ungkapnya.
Namun semua kelelahan itu terbayar lunas. Pada hari pertama, Salfira mengikuti mata uji Bahasa Indonesia dan Survei Karakter. Ia memastikan pelaksanaan berjalan lancar.
"Kalau kendala gak ada selama TKA tadi. Jadi, jaringan aman semua. Kalau untuk Bahasa Indonesia durasinya 75 menit, itu kurang dari 75 menit sudah bisa diselesaikan. Optimis hasilnya bagus," katanya.
2. Para siswa tidak merasa kesulitan untuk pelajaran bahasa Indonesia

Para siswa SMA Negeri 3 Medan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (IDN Times/Indah Permata Sari) Cerita berbeda namun dengan nada yang sama datang dari M. Arief Alfitra Zens, teman sekelasnya.
"Untuk hari pertama jujur tidak sesuai ekspektasi karena berpikir berat dan sangat sulit, tapi ternyata tidak terlalu, terutama Bahasa Indonesia. Dengan persiapan yang cukup matang merasa soal-soal itu memang tidak terlalu sulit, gak bikin stres lah. Banyak yang bilang buat stres dan segala macam," kata Arief.
Arief yang tercatat sebagai peserta Gelombang 1 Sesi 1 pukul 07.00 WIB sampai 08.45 WIB menjelaskan, materi pokok hari ini adalah Bahasa Indonesia literasi paragraf.
"Tadi mata pelajarannya materi pokok hari ini Bahasa Indonesia, literasi paragraf dan itu memang dari tiga bab itu memang paling banyak masuk sekitar 60 persenan," jelasnya.
3. Arief memilih jalur mandiri

Para siswa SMA Negeri 3 Medan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (IDN Times/Indah Permata Sari) Soal persiapan, Arief memilih jalur mandiri. Menurutnya untuk persiapan khusus rata-rata sama seperti yang lain.
"Untuk mengikuti bimbel khusus tidak, cuma belajar dari internet diri sendiri. Persiapan sebelum TKA itu yang pertama kita prioritaskan seperti Bahasa Indonesia pertama-tama kita persiapkan dulu Bahasa Indonesia lebih banyak baru dilanjut dengan pelajaran-pelajaran lain dengan persiapannya seperti membeli buku seperti TKA cukup membantu dan juga beberapa kali ada intensif TKA dari sekolah yang sangat membantu di mana ada tryout-nya, bukunya, dan mentornya yang datang ke sekolah sendiri," tuturnya.
Diketahui, TKA atau Tes Kemampuan Akademik bukan sekadar ujian biasa. TKA adalah tes nasional yang wajib diikuti seluruh siswa kelas XII sebagai salah satu syarat mutlak untuk mengikuti seleksi jalur undangan atau prestasi ke perguruan tinggi negeri seperti SNBP.
Nilai TKA menjadi penentu utama untuk masuk daftar 170 besar siswa eligible di sekolah. Hanya siswa eligible inilah yang berhak mendaftar jalur undangan tanpa tes. Tanpa nilai TKA yang baik, peluang emas itu bisa tertutup.



















