"Sekarang Ayu bisa lebih fokus belajar supaya nanti bisa jadi guru seperti Ibu. Kata ibu, kalau mau jadi guru harus pintar, harus rajin membaca,” tutur dara 11 tahun ini penuh yakin.
Lensa Energi Bikin Ayu Dewi Semangat Mengejar Mimpi
Program Lensa Energi Pertamina EP Pangkalan Susu memeriksa mata 65 murid SDN 050775 di Langkat dan memberikan kacamata gratis kepada 14 siswa dengan gangguan refraksi.
Ayu Dewi dan Silvi sebelumnya sering pusing serta sulit fokus membaca karena minus yang tak disadari; setelah memakai kacamata, keduanya lebih nyaman belajar.
Inisiatif Pertamina Hulu Energi menargetkan screening hingga 2.000 siswa nasional, menekankan deteksi dini gangguan penglihatan demi konsentrasi, pembelajaran, dan cita-cita anak.
Langkat, IDN Times - “Saya mau jadi guru, seperti ibu,” ujar Ayu Dewi Novita pelajar kelas 6 SD Negeri 050775 Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, saat jam istirahat pelajaran, Selasa (22/9/2026).
Memang ia sedikit berbeda dari anak-anak lain yang asyik bermain kala jam istirahat. Ayu malah terlihat sibuk dengan bukunya. Sesekali ia membetulkan jilbab dan kacamata yang dipakainya saat membaca.
“Dulu pusing kalau baca buku. Di kelas juga sering pusing karena tulisan di papan tulisnya kelihatan kabur. Jadi disuruh ibu guru duduk paling depan. Sekarang udah dikasi kacamata, gak pusing lagi,” ungkapnya saat berbincang dengan IDN Times.
Ternyata Ayu Dewi baru mendapatkan kacamata -1.75 (mata kanan) dan -2.00 (mata kiri) dari program Lensa Energi yang digelar Pertamina EP Pangkalan Susu pada Agustus 2026. Sejak bingkai kacamata baru itu pertama kali bertengger di pangkal hidungnya, dunia Ayu seakan lebih terang dan berwarna.
Garis-garis kabut yang selama ini membentang tebal perlahan memudar, menggantikannya dengan ketajaman visual yang sudah lama tidak ia rasakan. Ayu jadi lebih giat membaca dan fokus saat belajar di kelas. Penglihatan yang jernihpun membakar kembali semangatnya untuk merajut cita-cita setinggi langit.
Ayu Dewi bukan satu-satunya murid penerima kacamata dari Program Lensa Energi Pertamina EP Pangkalan Susu. Total ada 14 murid SDN 050775 yang mendapatkannya dari total 65 siswa yang mengikuti pemeriksaan mata gratis pada awal Agustus 2026.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, murid yang mengalami mata minus pada umumnya tidak sadar bahwa matanya memiliki masalah. Sehingga tidak menggunakan kacamata.
Silvi Anggraini misalnya, ia sering merasa pusing saat membaca buku dan kesulitan fokus. Usai pemeriksaan mata gratis, baru ketahuan bahwa ia mengalami minus 1.75 pada salah satu matanya.
“Gak tahu kalau minus, tapi sering merasa pusing aja saat membaca. Jadi orangtua gak belikan kacamata. Kata mama karena kebanyakan main HP. Setelah pemeriksaan baru tahu mata sakit dan dapat kacamata. Sekarang selalu dipakai kalau sekolah,” ungkap Silva murid kelas 6.
Saat mendapatkan kacamata, Silvi mengaku orangtuanya sempat kaget. Karena selama ini Silvi tak pernah mengeluh ada masalah pada matanya. Setelah mendapatkan kacamata, Silvi baru menceritakan bahwa selama ini ia sering pusing kalau bermain handphone dan membaca buku.
“Memang kalau main HP dan membaca sering pusing, tapi gak tahu kalau penyebabnya gara-gara mata minus. Udah dapat kacamata dari sekolah baru Silvi bilang ke mama,” ujar Silvi sambil memegang bukunya.
Kini Silvi tidak pernah mengalami pusing lagi saat main HP dan membaca buku. Belajar di kelas juga bisa lebih focus.
Begitu bel bebunyi, Ayu Dewi dan Silvi bergegas masuk ke kelas. Rona riang terpancar di wajah mereka seakan siap menerima pelajaran apapun yang akan diberikan oleh guru di kelas mereka.
Bagi Ayu Dewi, Silvi, dan 12 anak-anak lain penerima manfaat program Lensa Energi, kacamata dari Pertamina bukan sekadar alat bantu penglihatan semata. Lebih dari itu, lensa jernih tersebut adalah jendela harapan yang membuka jalan terang bagi mereka untuk terus menatap masa depan dengan percaya diri.

Community Development Office dari Pertamina EP Pangkalan Susu, Juni Rahmat bercerita Program SHU Eco-vation Day: Lensa Energi merupakan inisiatif dari Pertamina Hulu Energi untuk meningkatkan kualitas belajar siswa di wilayah operasi. Target screening hingga 2.000 siswa di seluruh Indonesia.
“Kami melakukan kurasi untuk sekolah-sekolah yang ada di Pangkalan Susunya. Jadi, setelah kami melakukan diskusi dengan tim zona dan tim internal kami di Pangkalan Susu, akhirnya memutuskan untuk memilih sekolah SD 050775 di Pangkalan Susu ini karena berdekatan dengan wilayah operasional kami,” ujarnya.
Untuk melakukan pemeriksaan, Pertamina EP Pangkalan Susu menjalin kerjasama dengan Optik 150K Medan. Kemudian melakukan pemeriksaan selama satu hari penuh. Tidak hanya murid, para guru juga ikut pemeriksaan mata gratis.
Dari total 65 murid yang diperiksa, sebanyak 14 dari 65 siswa SDN 050775 Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, teridentifikasi mengalami gangguan refraksi.
“Kita memang fokuskan program ini pada murid SD, karena pada umumnya mereka tidak atau belum sadar ada masalah pada matanya. Kalau siswa SMP atau SMA pada umumnya sudah mengerti dan sudah memiliki kacamata sendiri. Jadi kita menyasar anak-anak yang belum memiliki kacamata,” jelas Juni pada IDN Times, September lalu.
Kesehatan anak, tambah Juni, merupakan bagian penting dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia sejak dini. Pemeriksaan mata tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan anak dalam mengikuti proses pembelajaran.
“Melalui Lensa Energi, Pertamina ingin memastikan anak-anak di sekitar wilayah operasional Pertamina mendapatkan perhatian terhadap kesehatan mereka, termasuk kesehatan mata. Deteksi dini penting dilakukan karena gangguan penglihatan yang tidak ditangani dapat memengaruhi konsentrasi dan kenyamanan anak saat belajar,” ujarnya.
Pemeriksaan kesehatan mata sejak usia sekolah ini juga dinilai penting karena gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi dapat berdampak terhadap konsentrasi, kemampuan mengikuti pelajaran, hingga prestasi akademik siswa. Melalui deteksi dini, siswa yang membutuhkan dapat segera memperoleh penanganan dan alat bantu penglihatan sesuai kebutuhannya.
“Dengan adanya program ini, harapannya anak-anak bisa lebih fokus lagi belajar, bisa meningkatkan lagi prestasi di sekolahnya, dan kelas bisa meraih cita-cita yang mereka impikan,” ungkap Juni.

Kepala SDN 050775 Pangkalan Susu, Salmah S.Pd mengaku senang sekolahnya bisa mendapatkan pemeriksaan mata gratis dan siswa mendapatkan kacamata. Pasalnya ini merupakan kali pertama digelar di SDN 050775.
Selain murid kelas 5 dan 6, ada dua murid dari kelas 2 SD yang juga mengikuti pemeriksaan mata. Di mana satu di antaranya diketahui mengalami minus 7.
“Anak kita ini memang sudah pakai kacamata, karena turunan dari keluarganya. Dengan pemeriksaan ini jadi tahu minusnya sekarang sudah 7, jauh lebih besar dibanding kacamata yang dia pakai. Jadi anak itu juga dapat kacamata baru dari Pertamina,” ujar Salmah.
Ia bercerita awalnya mengaku kaget dihubungi oleh pihak Pertamina dan ditanya berbagai hal seputar sekolah dan jumlah murid pada Juni 2026. Dua pekan selanjutnya perwakilan Pertamina EP Pangkalan Susu datang ke SDN 050775.
Setelah penjajakan berbagai hal, akhirnya Pertamina EP Pangkalan Susu berhasil menggelar pemeriksaan mata gratis untuk 65 murid dan memberikan kacamata gratis pada 14 anak yang teridentifikasi mengalami gangguan refraksi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu anak-anak belajar lebih optimal sekaligus menjadi penyemangat anak-anak kami dalam mengejar mimpi dan cita-cita. Kami juga berharap program ini tidak sekali saja, tapi berkesinambungan di masa yang akan datang,” ungkapnya.





















