Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tagihan Pinjol Jadi Motif Pembunuhan Driver Taksi Online di Medan

Kota Medan
3 min read
Tagihan Pinjol Jadi Motif Pembunuhan Driver Taksi Online di Medan
Ilustrasi garis polisi (IDN Times/Arief Rahmat)
  • MAH dan FSO merancang aksi terhadap sopir taksi online di Medan karena tekanan utang pinjaman online dan utang-piutang.

  • Irman diserang saat mengemudi, lalu jasadnya dibuang ke Asahan untuk menghilangkan jejak.

  • Polisi menangkap kedua pelaku di Medan dan masih memburu ponsel korban yang berpindah tangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Tagihan pinjaman online (pinjol) yang menumpuk membuat gelap mata. Dua pemuda di Medan, MAH (21) dan FSO (22), merancang skenario maut. Sasarannya, seorang sopir taksi online yang sedang mengais rezeki di lintasan sepi.

M Irman (33) tak pernah menyangka pesanan penumpang pada Rabu (21/10/2026) dini hari itu bakal menjadi perjalanan terakhirnya. Ia menjemput kedua pelaku di Jalan Medan–Binjai Kilometer 10,5 sekitar pukul 04.00 WIB.

Langit masih gelap. Di tengah perjalanan, eksekusi mematikan itu dilakukan dari kursi belakang.

  1. 1. Eksekusi dari kursi belakang, gergaji kawat memutus napas korban

    -
    Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

    Rencana kejahatan ini diduga sudah sangat matang. Kedua pelaku tak sekadar berniat merampas harta. Mereka membawa gergaji kawat dari rumah.

    Saat mobil melaju, kawat tajam itu langsung dikalungkan ke leher Irman. Sang sopir tak menyerah begitu saja. Ia meronta hebat dan berusaha melepaskan jeratan maut tersebut.

    "Saat itu korban sempat melakukan perlawanan, kemudian pada akhirnya sopir kalah," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumut Kombes Cornelis Simanjuntak di Mapolda Sumut, Selasa (27/10/2026) malam.

    Nyawa Irman melayang di dalam mobilnya sendiri. Harta bendanya dirampas. Pelaku langsung mengambil alih kemudi.

  2. 2. Mayat di dalam karung, dibuang ratusan kilometer untuk kecoh polisi

    Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)
    Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)

    Setelah korban tak bernapas, kepanikan sekaligus siasat licik muncul. MAH dan FSO memasukkan jasad Irman ke dalam karung goni.

    Mereka memacu kendaraan korban menjauh dari Kota Medan. Ratusan kilometer ditempuh hingga tiba di Kabupaten Asahan. Karung berisi mayat itu dibuang ke semak-semak pinggir Jalan Martil, Kelurahan Dadi Mulyo, Kecamatan Kisaran Barat.

    "Mereka membuang sampai ke Asahan tujuannya untuk menghilangkan jejak. Nah, jadi itu upaya mereka agar jejaknya tidak terbaca oleh aparat kepolisian," beber Cornelis.

    Namun, siasat itu berantakan. Sehari berselang, warga menemukan goni mencurigakan tersebut. Dari temuan ini, tim kepolisian berhasil mengendus jejak pelarian para pelaku.

  3. 3. Pelat mobil dicopot untuk penadah, dua pelaku ambruk ditembak

    (Ilustrasi perampokan) IDN Times/Sukma Shakti
    (Ilustrasi perampokan) IDN Times/Sukma Shakti

    Jumat (23/10/2026) pagi, pelarian MAH dan FSO berakhir. Polisi menyergap keduanya di kawasan Jalan Jamin Ginting, Kota Medan.

    Saat dibawa petugas untuk pra-rekonstruksi dan pencarian barang bukti, keduanya mencari celah. Mereka melawan dan berusaha lari dari kawalan petugas.

    Tembakan peringatan meletus ke udara, namun tak digubris. Laras pistol akhirnya diarahkan ke bawah. Dua peluru menembus kaki kedua pemuda tersebut. Mereka ambruk seketika.

    "Setelah diberikan peringatan agar kooperatif, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur. Keduanya dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk perawatan medis," urai Cornelis.

    Polisi berhasil mengamankan mobil korban yang disembunyikan di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang. Pelat nomornya sudah dicopot. Rencananya, kendaraan itu akan dijual ke penadah.

    Motif pembunuhan sadis ini terkonfirmasi murni urusan perut dan tagihan.

    "Ingin merampas harta milik driver online untuk membayar utang mereka. Satu utang pinjol, satunya lagi utang-piutang," pungkas Cornelis.

    Kini polisi masih memburu ponsel korban yang diduga sudah telanjur berpindah tangan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More