SAMOSIR, IDN Times – Kebutuhan air untuk pertanian bagi masyarakat Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara akan semakin terpenuhi oleh Pompa Air Tenaga Surya (PATS). Penerapan PATS di Samosir ini menjadi salah satu upaya penggunaan energi terbarukan yang mendukung agenda pembangunan rendah karbon Indonesia.
Menghitung Untung Pompa Air Tenaga Surya di Samosir, Buah Kerjasama RI-UK
- Pemerintah Indonesia dan Inggris meresmikan Pompa Air Tenaga Surya di Desa Sibonor Ompu Ratus, Samosir, untuk mengatasi kebutuhan irigasi 82 hektare sawah tadah hujan yang digarap 749 petani.
- PATS berkapasitas 69,3 kWt diproyeksikan menaikkan produksi padi Sibonor dari 50 menjadi 150 ton per tahun, memungkinkan petani menanam hingga 3-4 kali setahun.
- Penggunaan tenaga surya menggantikan pompa Pertalite dan menekan emisi 10,18 ton CO2eq per tahun; proyek serupa di Pakpahan ditargetkan melayani 73 hektare serta 903 petani.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Samosir, bersama dengan Pemerintah Inggris melalui Kementerian Luar Negeri dan Pembangunan Inggris (UK FCDO) meresmikan PATS ini pada Sabtu (3/10/2026).
“Pembangunan rendah karbon menjadi nyata ketika manfaatnya sampai ke tingkat tapak dan dirasakan langsung oleh masyarakat. PATS di Samosir menunjukkan bagaimana energi bersih dapat dimanfaatkan untuk memperkuat produksi pangan, mengurangi biaya usaha tani, sekaligus mendukung pengurangan emisi. Pembelajaran dari Samosir ini penting untuk memastikan bahwa inovasi pembangunan tidak berhenti pada percontohan, tetapi dapat dikembangkan dan direplikasi di daerah lain,” ujar Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo.
PATS ini dibangun sebagai bagian dari Program Low Carbon Development Initiative Phase II (LCDI2) yang diinisiasi sejak tahun 2023-2027. Desa Sibonor Ompu Ratus memiliki sawah tadah hujan seluas 82 hektare yang digarap 749 petani. Ini juga menjadi solusi pasca warga desa mengalami gagal panen tahun 2024 karena musim kemarau panjang.
1. Energi bersih dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan
Peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, SUmut, Sabtu (3/10/2026). (IDN Times/Arifin Al Alamudi) Peter Rajadiston, UK Minister-Counsellor (Development) to Indonesia, Timor-Leste, and ASEAN mengatakan Perubahan iklim menghadirkan tantangan yang semakin besar bagi sektor pertanian di banyak negara, termasuk Indonesia, seiring dengan meningkatnya risiko kekeringan dan dampak fenomena El Niño terhadap ketersediaan air. Melalui Low Carbon Development Initiative (LCDI), Inggris bangga mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menghadirkan solusi yang membantu masyarakat beradaptasi terhadap tantangan tersebut.
"Pompa Air Tenaga Surya di Samosir menunjukkan bagaimana energi bersih dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan sekaligus mengurangi emisi. Inisiatif ini merupakan contoh nyata dari Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia dalam mendorong aksi iklim, transisi energi, dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Inggris, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas dukungan pembangunan PATS di Samosir.
Ia menilai pemanfaatan energi terbarukan untuk irigasi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan petani, sekaligus mendukung pembangunan yang ramah lingkungan dan rendah karbon. Pemerintah Kabupaten Samosir juga berkomitmen memastikan fasilitas tersebut dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan bersama masyarakat.
2. Pembangunan rendah karbon dapat dimulai dari desa
Peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, SUmut, Sabtu (3/10/2026). (IDN Times/Arifin Al Alamudi) Kepala Bapperida Provinsi Sumatra Utara, Dr. Dikky Anugerah, S.Sos., M.SP menjelaskan inisiatif pembangunan PATS di Samosir ini menjadi bagian dari upaya pencapaian target penurunan intensitas emisi gas rumah kaca Sumatra Utara sebesar 16,88 persen pada tahun 2029 sebagaimana ditetapkan dalam RPJMD Sumatera Utara tahun 2025–2029.
Menurutnya proyek ini menjadikan Samosir sebagai bagian dari pembelajaran bahwa pembangunan rendah karbon dapat dimulai dari desa, hadir di tengah sawah, digerakkan oleh energi bersih, meningkatkan produksi pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PPN/Bappenas dan Pemerintah Inggris melalui UK FCDO atas dukungan yang telah diberikan. Semoga PATS di Desa Sibonor Ompuratus memberikan manfaat yang berkelanjutan dan menjadi pelopor dari semakin luasnya pemanfaatan energi terbarukan untuk pertanian di Sumatera Utara. Marilah kita terus bekerja bersama untuk mewujudkan Sumatra Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan," ungkapnya.
Setelah peresmian PATS di Sibonor Ompu Ratus, kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan PATS di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu sebagai lokasi pengembangan PATS berikutnya. PATS di desa ini direncanakan akan melayani sekitar 73 hektare lahan dan memberikan manfaat bagi 903 petani. Pemanfaatan energi surya ini juga diharapkan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 7,34 ton CO2e per tahun.
Inisiasi ini menunjukkan bahwa agenda pembangunan rendah karbon dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Lantas apa saja keuntungan dari adanya PATS bagi warga Desa Sibonor Ompu Ratus? Yuk simak:
3. Lima keuntungan dari PATS di Samosir
Peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, SUmut, Sabtu (3/10/2026). (IDN Times/Arifin Al Alamudi) Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Nizhar Marizi menbeberkan banyak manfaat yang akan dirasakan petani di Desa Sibonor Ompu Ratus dari keberadaan PATS ini.
Pertama, PATS yang memanfaatkan energi surya untuk sistem irigasi ini diproyeksikan mampu meningkatkan produksi padi dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun. Karena fasilitas ini akan melayani 82 hektar sawah tadah hujan dan 749 petani yang sebelumnya hanya dapat menanam satu kali dalam setahun. Sekarang bisa 3-4 kali tanam dalam setahun karena pasokan air terjamin tanpa khawatir musim kemarau panjang akan datang.
Kedua, PATS juga menggantikan pompa berbahan bakar Pertalite sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 10,18 ton CO₂eq per tahun. Dimana PATS Sibonor Ompuratas telah selesai dibangun dan lulus uji operasional pada tanggal 13 Mei 2026 di bawah supervisi PT Lapi ITB. Penggunaan tenaga surya juga menghilangkan kebutuhan pembelian bahan bakar untuk pengoperasian pipa yang selama ini terjadi, meskipun biaya pengelolaan dan juga pemeliharaan ini masih tetap perlu disediakan.
Ketiga, sistem PATS berkapasitas 69,3 kWt dan memompa air dari Danau Toba menuju jaringan distribusi dan juga penampungan. Pada kondisi matahari yang baik, pasokannya bisa mencapai 1.700 hingga 1.900 meter kubik per hari, melampaui target harian yang ada di dalam desain teknis PATS sendiri.
Keempat, memperkuat persatuan masyarakat. Dimana pengelolaan di tingkat masyarakat dilakukan melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk PATS Mual Hangoluan. Saat panen tiba, petani akan dikutip iuran 25 ribu per hektare sawah. Dananya untuk biaya perawatan PATS dan menggaji operator PATS. Selain itu juga melibatkan perempuan dalam tata kelola PATS ini.
Kelima, proyek PATS ini memacu warga desa lain untuk ikut mengimplementasikan pembangunan rendah karbon. Pada hari yang sama, dilakukan ground breaking pembangunan PATS Desa Pakpahan Kecamatan Onan Runggu. Untuk melayani 73 hektare sawah-sawah tadah hujan dan juga 903 petani. Produksi padinya diproyeksi akan meningkat dari 96 menjadi 288 ton per tahun, dengan potensi penurunan emisi sekitar 7,32 ton CO2 ekuivalen per tahun.
"Sehingga secara keseluruhan, intervensi di desa Sibonor ini dan juga di desa Pakpahan nantinya diproyeksikan bisa memberikan tambahan manfaat ekonomi bagi petani lebih dari Rp2 miliar per tahun. Pengalaman Sibonor Ompuratas ini, terutama mengenai legalitas lahan, pembagian air, dan juga pembiayaan pemeliharaan, akan menjadi rujukan bagi pengelolaan di Pakpahan nantinya," ujar Nizhar Marizi.
Jika kedua lokasi ini dilihat secara utuh, menurutnya, tidak hanya berbicara tentang pengurangan emisi, tetapi juga peningkatan produksi pangan dan tambahan pendapatan petani. Inilah esensi pembangunan rendah karbon, energi bersih menjadi penggerak produktivitas dan kesejahteraan.
“Pengalaman di Samosir ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi pelaksanaan pembangunan rendah karbon di daerah lain, sekaligus menunjukkan manfaat nyata kerja sama Indonesia dan Inggris,” tambahnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















