Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Berkabut, Kualitas Udara di Kota Medan Masuk Kategori Tidak Sehat

Kota Medan
2 min read
Berkabut, Kualitas Udara di Kota Medan Masuk Kategori Tidak Sehat
Tangkapan layar kondisi kualitas udara di Sumatra Utara dan sekitarnya dilansir laman IQAir, Rabu (30/9/2026) pukul 20.57 WIB. (IQAir)
  • Kualitas udara Medan kembali memburuk pada 30 September 2026, dengan AQI 166 dan PM2.5 76,2 mikrogram per meter kubik, disertai kondisi berkabut di pusat kota.
  • Warga melaporkan udara terasa sesak, sementara kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta penderita asma dan penyakit jantung menghadapi risiko lebih tinggi.
  • BMKG mengonfirmasi sebaran asap di Sumatra Utara dan sejumlah provinsi lain, dengan pergerakan menuju Barat Laut hingga Utara mengikuti arah angin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times - Kualitas udara di Kota Medan sedang tidak stabil. Dalam dua pekan terakhir, indeks kualitas udara (AQI) kota ini bergerak dari kategori sedang, ke tidak sehat, lalu kembali naik pada Rabu (30/9/2026).

Publik menduga, kualitas udara dipengaruhi sebaran asap Karhutla dari Selatan Sumatra. Pantauan pada Rabu petang, kondisi Kota Medan dalam keadaan berkabut. Kondisi ini begitu terpantau di pusat kota.

  1. 1. Warga disarankan pakai masker

    ilustrasi masker kain
    ilustrasi masker kain (pexels.com/RDNE Stock Project)

    Biasanya, saat hari cerah, gedung-gedung tinggi yang ada di kawasan pusat kota, terlihat dengan jelas. Namun petang hingga malam, kondisinya tidak begitu jernih. Jamak warga pun merasakan pengalaman serupa. “Memang agak lain malam ini. Agak berkabut. Udaranya juga agak sesak dihirup,” kata Zidan, warga Medan Johor.

    Kualitas udara juga tercatat dalam kondisi tidak sehat. Pantauan dari laman IQAir menunjukkan, Kota Medan berada pada level 166 dengan konsentrasi PM2.5 76,2 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

    Dalam level ini, publik diminta tidak melakukan aktivitas olahraga di luar ruangan. Publik juga disarankan untuk memakai masker saat berada di luar ruangan, menutup jendela rumah dan menggunakan alat pembersih udara di dalam ruangan.

  2. 2. Anak-anak, lansia, hingga penderita penyakit jantung paling berisiko.

    ilustrasi asap karhutla yang menyebar ke negara tetangga
    ilustrasi asap karhutla yang menyebar ke negara tetangga (commons.wikimedia.org/Jacklee)

    Pertengahan September menunjukkan kondisi yang lebih mengkhawatirkan. Pada Rabu (16/9/2026), Medan mencatat AQI 149 dengan PM2.5 55 µg/m³, dan sudah berada di kategori tidak sehat sejak sehari sebelumnya. Pada hari yang sama, stasiun pemantau di aqicn.org mencatat AQI PM2.5 Medan 159, dengan rentang 90 hingga 197 dalam dua hari terakhir. Kelembapan udara yang tinggi, hingga 95 persen, ikut tercatat pada pengukuran itu.

    Dalam laman itu juga dijelaskan, kategori "tidak sehat bagi kelompok sensitif" berarti anak-anak, lansia, penderita asma dan gangguan pernapasan, serta penderita penyakit jantung paling berisiko.

  3. 3. Kata BMKG soal sebaran asap di kawasan Sumatra Utara

    ilustrasi karhutla
    ilustrasi karhutla (pixabay.com/Ylvers)

    Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengonfirmasi sebaran asap di kawasan Sumatra Utara. Termasuk sejumlah provinsi lain. Amatan BMKG lewat citra satelit Himawari 9 pada pukul 16.00 WIB mendeteksi asap di Sumut, Sumbar, Riau, Kepuluan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung. Arah angin di Indonesia pada umumnya bertiup dari Timur - Tenggara ke Barat Laut - Utara.

    “Sebaran asap di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Kep. Bangka Belitung bergerak ke arah Barat Laut – Utara,” ujar Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Defri Mandoza, Rabu malam.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More