Perang Koin Berujung Pornoaksi, Host Live TikTok di Sumut Dicokok Polisi

Polda Sumut menangkap SR alias RR yang diduga mengelola siaran TikTok bermuatan pornografi melalui permainan perang koin.
Aktivitas tersebut berlangsung selama tiga bulan dan menghasilkan keuntungan lebih dari Rp80 juta bagi SR.
Penyidik masih memburu para talent serta menelusuri aliran dana dan pembagian hasil dari siaran tersebut.
Medan, IDN Times – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Sumut membongkar sindikat asusila berbalut siaran langsung (live) di platform TikTok. Seorang pria berinisial SR alias RR diringkus kepolisian. Ia diduga kuat mengelola akun yang mempertontonkan konten bermuatan pornografi lewat kedok permainan atau challenge.
Praktik culas ini juga diduga menggemukkan rekening pelaku. Hanya dalam kurun waktu tiga bulan, sang pemandu siaran (host) berhasil menangguk untung hingga puluhan juta rupiah.
1. Perang koin berujung buka-bukaan, host paksa 'talent' lakukan tantangan

Ilustrasi media sosial (pexels.com/cottonbro studio) Dalam menjalankan bisnis haramnya, SR tidak bekerja sendirian. Ia bertindak sebagai otak sekaligus host, lalu melibatkan sejumlah perempuan yang dipekerjakan sebagai talent.
Modus yang dipakai adalah permainan ‘perang koin’. Peserta dengan koin atau saweran paling sedikit akan dijatuhi hukuman.
“Akun dikelola tersangka berinisial SR alias RR berjenis kelamin pria. Ia menjadi host dan melakukan siaran langsung dengan membuat challenge kepada para talent,” ungkap Direktur Reserse Siber Polda Sumut Kombes Bayu Wicaksono di Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026).
Aturan mainnya kotor. Hukuman bagi talent yang kalah disepakati mengarah pada tindakan vulgar yang menabrak unsur pornografi. Aksi ini sengaja dirancang untuk memancing hasrat penonton agar terus menyumbang koin dan hadiah virtual (gift).
2. Tiga bulan beraksi, pelaku kantongi untung Rp80 juta

ilustrasi uang dalam dompet (pexels.com/Jakub Zerdzicki) Semakin vulgar tantangannya, tayangan itu makin laku keras. Lonjakan penonton berbanding lurus dengan derap hadiah virtual yang bisa dicairkan menjadi uang tunai.
Bayu membeberkan, aktivitas mesum ini sudah dijalankan SR selama tiga bulan. Keuntungan yang diraupnya tak main-main.
“Selama tiga bulan melakukan live di TikTok, yang bersangkutan memperoleh keuntungan Rp80 juta lebih, dengan perhitungan 310 USD per harinya,” beber Bayu.
Sepak terjang SR akhirnya terendus oleh patroli tim siber. Pelaku disergap di kediamannya di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (25/10/2026). Dari tangannya, polisi menyita telepon seluler yang dipakai untuk mengoperasikan akun TikTok tersebut.
3. Polisi buru perempuan 'talent' dan telusuri aliran dana

Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti) Penangkapan SR bukan ujung dari kasus ini. Penyidik masih terus memburu keberadaan para perempuan yang bersedia tampil sebagai talent dalam siaran panas tersebut.
Aliran dana dan skema pembagian hasil antara tersangka dan para talent juga tengah dibongkar. “Mengenai keuntungan yang diperoleh para talent, juga masih diselidiki,” tegas Bayu.
Menyikapi temuan ini, Polda Sumut mewanti-wanti masyarakat untuk tidak menyalahgunakan platform digital. Penegakan hukum akan terus menyasar kreator-kreator nakal yang meraup untung dari konten yang melanggar hukum dan kesusilaan.






















