Pidie Jaya Kembali Terendam Banjir, Air Deras di Meunasah Mancang

Pidie Jaya, IDN Times – Banjir kembali menerjang kawasan Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Minggu (8/11/2026). Sejumlah kawasan, di sana dikabarkan terendam air.
Laporan dari warga, air menerjang sejak petang. Salah satunya terpantau di Gampong (desa) Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
“Air naik dari lepas salat Maghrib, mau masuk ke Isya,” ujar akun TikTok FI Store dalam siaran langsungnya, Senin malam.
Dalam siaran langsung itu terlihat, arus air cukup deras. Ketinggiannya sekitar 50-70 cm. Hingga pukul 20.24 WIB belum ada tanda – tanda air surut.
Sejumlah warga dikabarkan sudah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian lagi masih ada yang di dalam rumah.
Sebelumnya, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari. Terhitung mulai 4 hingga 17 November 2026.
Penetapan ini didasarkan pada kondisi faktual di lapangan, hasil kaji cepat, serta rekomendasi instansi teknis terkait. Sibral menegaskan, status tanggap darurat harus menjadi landasan percepatan tindakan pemerintah, bukan sekadar keputusan administratif, terutama untuk memastikan keselamatan warga, penanganan dampak bencana, dan keberlangsungan pelayanan dasar masyarakat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pidie Jaya Okta Handifa, mengemukakan rekomendasi penanganan yang mencakup lima kecamatan, yakni Bandar Baru, Meureudu, Panteraja, Meurah Dua, dan Bandar Dua. Dalam paparannya disebutkan sebanyak 22 gampong terdampak dengan sekitar 762 warga terkena dampak, sementara empat kepala keluarga mengungsi di Dayah Usen.
Selain itu, terdapat tiga titik tanggul yang membutuhkan penanganan, fasilitas umum terdampak, serta gangguan pelayanan air bersih PDAM di wilayah Panteraja. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa dampak banjir tidak hanya menyentuh permukiman, tetapi juga menyangkut infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat yang memerlukan penanganan lintas sektor.




















