Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dinkes Medan Sebut IGD Rumah Sakit Penuh Pasien Kasus ISPA dan ILI

Kota Medan
3 min read
Dinkes Medan Sebut IGD Rumah Sakit Penuh Pasien Kasus ISPA dan ILI
Ilustrasi anak sakit demam (frerepik.com/peoplecreations)
  • Dinkes Medan menyebut IGD sejumlah rumah sakit penuh akibat peningkatan kasus ISPA dan ILI, namun belum bisa memastikan lonjakan tersebut khusus disebabkan influenza A.

  • Jenis virus influenza harus dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium; data tersebut dikelola Bidang P2P lewat sistem SKDR, sementara Yankes memantau kunjungan rumah sakit.

  • Kenaikan kunjungan juga dipengaruhi pemanfaatan UHC. Data rinci pasien anak September 2026 belum tersedia karena laporan rumah sakit biasanya masuk setelah tiga bulan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Medan buka suara terkait informasi penuhnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sejumlah rumah sakit akibat lonjakan kasus influenza A yang menyerang anak-anak. Staf Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kota Medan, Roida Sitinjak, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan jenis virus secara spesifik apakah influenza A atau B karena penentuan tersebut harus melalui pemeriksaan laboratorium.

"Itu harus dilihat dari laboratoriumnya. Kami tidak punya data untuk itu. Data jenis virus ada, tapi bukan influenza A semua, ada B juga. Jadi tidak disebutkan semuanya influenza A," ujar Roida pada IDN Times, Rabu (23/9/2026).

Roida menjelaskan, data laboratorium terkait influenza dilaporkan melalui sistem SKDR dan dikelola oleh Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), bukan oleh bidang Yankes. Bidang Yankes lebih fokus pada data kunjungan rumah sakit.

  1. 1. Peningkatan kunjungan ke IGD pada kasus ISPA dan ILI, bukan spesifik influenza A

    ilustrasi anak sakit (pexels.com/MART PRODUCTION)
    ilustrasi anak sakit (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Menurut Roida, peningkatan kunjungan ke IGD memang terjadi dan sudah berlangsung lama. Namun, yang tercatat meningkat adalah kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan ILI (Influenza Like Illnes), bukan spesifik influenza A.

    "Kalau ditanya rumah sakit penuh, iya. Banyak yang penuh. Sebenarnya ini sudah lama. Tapi ini makin banyak lagi setelah ada influenza. Yang banyak itu ISPA sama ILI, Influenza Like Illness," jelasnya.

  2. 2. Kunjungan juga dipengaruhi tingginya pemanfaatan UHC

    Ilustrasi anak sakit flu (freepik.com/freepik)
    Ilustrasi anak sakit flu (freepik.com/freepik)

    Peningkatan kunjungan, kata dia, juga dipengaruhi tingginya pemanfaatan layanan kesehatan seiring pemberlakuan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Medan dan Provinsi Sumatra Utara.

    Terkait data kunjungan anak pada September 2026, Roida menyebut laporan dari rumah sakit biasanya baru ter-input setelah tiga bulan, sehingga data rinci belum tersedia.

  3. 3. Secara klinis gejala influenza A hampir sama dengan influenza biasa

    gambar virus influenza A (unsplash.com/CDC)
    gambar virus influenza A (unsplash.com/CDC)

    Roida menambahkan, secara klinis gejala influenza A hampir sama dengan influenza biasa, sehingga penanganannya masih bisa diatasi.

    "Gejalanya sama dengan influenza biasa. Memang iya, tinggi kalau kita lihat. Jangankan dari rumah sakit, kami saja di sini ada 15 orang, 3 sampai 4 orang lagi influenza," pungkasnya.

    Sekedar informasi, di dalam dunia medis, istilah ILI (Influenza Like Illness) dan Influenza A memiliki perbedaan.

    ILI atau Influenza Like Illness adalah istilah untuk kumpulan gejala yang mirip influenza, tetapi belum tentu disebabkan oleh virus influenza. Gejalanya meliputi demam mendadak di atas 38 derajat celsius, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan lemas. ILI digunakan sebagai klasifikasi awal dalam surveilans sebelum ada pemeriksaan laboratorium. Penyebabnya bisa virus influenza, rhinovirus, atau virus pernapasan lainnya.

    Sementara itu, Influenza A adalah salah satu jenis virus influenza yang paling sering menyebabkan wabah musiman. Virus ini memiliki subtipe, seperti H1N1 dan H3N2, dan sangat mudah bermutasi serta menular melalui droplet. Pada anak-anak, influenza A dapat menimbulkan demam tinggi, batuk berat, muntah, diare, dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti pneumonia jika tidak ditangani.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More