Medan Denai Gagas Anjeli dan Kusalam, Kumpul Jelantah-Koin Bantu Warga

Kecamatan Medan Denai meluncurkan ANJELI dan KUSALAM dalam Pengajian Akbar untuk membantu warga kurang mampu, lansia, serta balita malnutrisi.
ANJELI mengumpulkan minyak jelantah rumah tangga untuk dijual dan didaur ulang; hasilnya ditargetkan disalurkan setiap bulan bagi kegiatan sosial.
KUSALAM menghimpun koin setiap Senin dan Jumat, lalu menyalurkan bantuan mingguan bagi minimal empat keluarga; pengelolaan dana wajib transparan dan akuntabel.
Medan, IDN Times - Kecamatan Medan Denai menggagas dua program sosial inovatif bertajuk ANJELI (Aksi Ngumpul Jelantah untuk Berbagi) dan KUSALAM (Kumpul Uang Koin dan Sampah untuk Lansia dan Malnutrisi) untuk membantu warga kurang mampu, lansia, dan balita malnutrisi.
Program tersebut diluncurkan dalam kegiatan Pengajian Akbar Kecamatan Medan Denai (AKMD) di Masjid Al Munawwaroh, Jalan Tangguk Bongkar, Selasa (23/9/2026) malam.
1. Program ANJELI merupakan gerakan mengumpulkan limbah minyak goreng bekas

Kecamatan Medan Denai menggagas dua program sosial inovatif (Dok. Diskominfo Medan) Camat Medan Denai, Yogi Prayoga, menjelaskan program ANJELI merupakan gerakan mengumpulkan limbah minyak goreng bekas atau jelantah dari rumah tangga warga. Selama ini, jelantah kerap dibuang sembarangan ke parit dan tempat sampah sehingga memicu pencemaran lingkungan.
Melalui ANJELI, jelantah dikumpulkan secara kolektif, dijual ke pengepul untuk didaur ulang, dan hasilnya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.
"Program ANJELI kami luncurkan bersama sekitar 600 ibu-ibu jemaah pengajian AKMD sebagai percontohan. Penyaluran hasil penjualan jelantah ditargetkan dapat berjalan setiap bulan," ujar Yogi.
2. Hasil pengumpulan koin dialokasikan untuk membantu kebutuhan dasar warga

Kecamatan Medan Denai menggagas dua program sosial inovatif (Dok. Diskominfo Medan) Selain ANJELI, Kecamatan Medan Denai juga menjalankan program KUSALAM, yakni gerakan mengumpulkan koin receh yang dilakukan jajaran kecamatan dan kelurahan.
Hasil pengumpulan koin tersebut dialokasikan untuk membantu kebutuhan dasar warga yang membutuhkan.
"Program KUSALAM rutin kami laksanakan setiap hari Senin dan Jumat. Hasil yang terkumpul langsung kami alokasikan setiap minggu untuk memenuhi kebutuhan dasar setidaknya empat keluarga kurang mampu, lansia, dan balita malnutrisi di wilayah Kecamatan Medan Denai," kata Yogi.
3. Mendorong kesadaran warga untuk peduli terhadap lingkungan

Kecamatan Medan Denai menggagas dua program sosial inovatif (Dok. Diskominfo Medan) Yogi menambahkan, kedua program tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang lahir dari dan untuk masyarakat. Selain membantu dari sisi ekonomi, program ini juga mendorong kesadaran warga untuk peduli terhadap lingkungan.
Pemerintah Kota Medan sendiri meminta agar pengelolaan dana dari kedua program tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel. Seluruh pengumpulan dan penyaluran bantuan wajib dicatat serta dilaporkan secara terbuka agar tepat sasaran dan menjaga kepercayaan warga.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















