Sejumlah massa memperingati Hari Keadilan Ekologis (Dok. Walhi Sumut)
Salah satu peserta aksi, Sintya Simorangkir, mengaku senang dapat terlibat dalam peringatan tersebut. Ia menilai aksi dikemas menarik sehingga memancing perhatian masyarakat.
"Hari ini aksi berjalan cukup menarik. Banyak kegiatan seru yang membuat masyarakat ingin tahu tentang isu lingkungan dan menuliskan aspirasi mereka soal lingkungan di Indonesia," ucap Sintya.
Dia berharap WALHI terus menjadi wadah aspirasi bagi masyarakat terdampak kerusakan lingkungan serta mendorong kesadaran untuk bertindak nyata.
"Semoga Indonesia makin pulih dan menjadi negara yang lebih indah ke depannya, serta WALHI bisa menjadi wadah aspirasi bagi masyarakat yang terkena dampak kerusakan alam. Semoga masyarakat juga lebih sadar untuk menjaga lingkungannya," kata Sintya.
Untuk diketahui, 20 September diperingati sebagai Hari Keadilan Ekologis atau World Ecological Justice Day. Peringatan ini dideklarasikan WALHI di Sumba, Nusa Tenggara Timur, pada Pekan Nasional Lingkungan Hidup 2025 sebagai momentum untuk memperluas pembahasan tentang keadilan dalam menghadapi krisis ekologis.