Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG: Aceh Berpotensi Cuaca Ekstrem, Gelombang Laut Capai 4 Meter

Kota Medan
BMKG: Aceh Berpotensi Cuaca Ekstrem, Gelombang Laut Capai 4 Meter
Ilustrasi cuaca ekstrem (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
  • BMKG memperingatkan hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah Aceh pada 4-6 Agustus 2026, terutama sore hingga malam.
  • Kondisi dipicu Gelombang Ekuatorial Rossby, belokan angin, konvergensi, serta suhu laut hangat yang meningkatkan penguapan dan pembentukan awan hujan.
  • Gelombang 2,5-4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Aceh pada 5-8 Agustus; nelayan, warga pesisir, dan pelayaran diminta memantau cuaca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banda Aceh, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda (SIM) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Aceh. Sejumlah kabupaten dan kota diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang pada 4 sampai 6 Agustus 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Nabila, mengatakan kondisi tersebut dipicu oleh aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby yang diperkuat adanya daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh.

“Selain itu, suhu muka laut di Samudra Hindia bagian barat dan utara Sumatra yang hangat meningkatkan penguapan sehingga mendukung pembentukan awan hujan secara signifikan,” kata Nabila, Selasa (4/8/2026).


1. Sejumlah daerah berpotensi diguyur hujan lebat

Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Aditya Pratama)

BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi secara bergantian di sejumlah wilayah Aceh selama tiga hari ke depan.

Pada 4 Agustus, cuaca berpotensi terjadi di Aceh Besar, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Kota Subulussalam.

Kemudian pada 5 Agustus, wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Gayo Lues, Nagan Raya, dan Pidie.

Sementara pada 6 Agustus, potensi hujan lebat diprakirakan masih terjadi di Aceh Jaya dan Aceh Besar.

BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai hujan yang dapat turun secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari akibat pemanasan udara pada siang hari.


2. Gelombang laut berpotensi mencapai empat meter

ilustrasi cuaca ekstrem (pexels.com/Johannes Plenio)
ilustrasi cuaca ekstrem (pexels.com/Johannes Plenio)

Selain cuaca darat, kata Nabila, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai 5 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 8 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.

Pola angin di perairan Aceh diprakirakan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan antara 6 hingga 35 knot. Kecepatan angin tertinggi diperkirakan terjadi di Perairan Aceh Besar-Meulaboh, Perairan Sabang-Banda Aceh, serta Perairan Utara Pidie Jaya-Aceh Besar.

BMKG memprediksi tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Utara Pidie Jaya-Aceh Besar.

Sementara gelombang 2,5-4 meter diprakirakan terjadi di Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Aceh Besar-Meulaboh, Perairan Aceh Barat Daya-Simeulue, Perairan Aceh Singkil-Pulau Banyak, serta Perairan Selatan Simeulue.


3. Nelayan dan pelaku pelayaran diminta waspada

Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Mardya Shakti)

BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas.

Perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dengan gelombang 1,5 meter.

Adapun kapal feri memiliki risiko tinggi apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran untuk terus memantau informasi cuaca terbaru serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, maupun gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More