Pasutri di Humbahas Tewas, Diduga Keracunan Asap Arang

Medan, IDN Times - Warga Desa Aek Lung, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, dikejutkan dengan penemuan pasangan suami istri yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Minggu (28/12/2025). Penemuan ini sontak membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi.
Mendapat laporan tersebut, personel Polres Humbang Hasundutan langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Di dalam rumah, petugas menemukan kedua korban telah meninggal dunia di kamar tidur dengan posisi tubuh telungkup.
1. Kedua korban ditemukan di kamar tidur

Hasil identifikasi kepolisian menyebutkan, kedua korban masing-masing berinisial DTS (55) dan ENS (55). Keduanya diketahui merupakan warga Desa Sorek I, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Petugas langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Doloksanggul untuk dilakukan visum et repertum (VER). Dari lokasi kejadian, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tempat pembakaran arang, beberapa tas dan dompet berisi uang, telepon genggam, bantal berlumur darah, hingga barang-barang pribadi korban.
2. Hasil visum diduga keracunan gas karbon monoksida dari asap arang

Kasat Reskrim Polres Humbahas Iptu Jhon FM Siahaan, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal dari dokter forensik tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia diduga akibat asfiksia atau keracunan asap arang,” ujar Jhon.
Ia menambahkan, dugaan tersebut menguat setelah ditemukannya tempat pembakaran arang di dalam rumah korban, yang berpotensi menghasilkan gas karbon monoksida berbahaya.
3. Keluarga sempat mencari, pintu terkunci dari dalam

Berdasarkan keterangan para saksi, diketahui bahwa kedua korban datang ke Doloksanggul untuk menghadiri pesta keluarga sekaligus merayakan Natal dan Tahun Baru. Sejak Sabtu (27/12/2025) sore, korban sudah tidak dapat dihubungi.
Beberapa saksi sempat mendatangi rumah korban dan mengetuk pintu, namun tidak mendapat jawaban. Hingga Minggu pagi, para saksi bersama Kepala Dusun akhirnya mendobrak pintu rumah dan menemukan kedua korban di dalam kamar dalam kondisi tidak sadar.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke pemerintah desa dan diteruskan ke Polres Humbang Hasundutan. Pihak keluarga korban menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah menyampaikan permohonan resmi kepada kepolisian.
“Pihak keluarga telah menerima dan mengikhlaskan meninggalnya kedua korban,” pungkasnya.



















