Harga Cabai Merah Medan Tembus Rp52.500/Kg, Ini 3 Pemicu Utamanya

- Harga cabai merah di Medan melonjak hingga Rp52.500/kg akibat kombinasi cuaca ekstrem, tingginya permintaan luar daerah, dan kenaikan biaya produksi.
- Curah hujan tinggi menghambat panen serta distribusi cabai di Sumut, menyebabkan pasokan terganggu dan harga berfluktuasi tajam di tingkat pedagang besar.
- Kenaikan harga input seperti pupuk dan plastik mulsa membuat HPP cabai naik, menekan harga jangka menengah meski kondisi cuaca nantinya membaik.
Medan, IDN Times – Harga cabai merah di Kota Medan kembali melonjak. Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis PIHPS, harga di pusat pasar menyentuh Rp52.500 per kg pada Rabu (10/6/2026), meski hari ini Kamis (11/6/2026) transaksi tercatat Rp42.500/kg. Angka itu jauh di atas kisaran awal pekan yang masih di level Rp36.500/kg.
Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin menyebut kenaikan tajam ini dipicu kombinasi faktor cuaca, permintaan luar daerah, dan kenaikan biaya produksi.
“Faktor cuaca masih jadi pemicu dominan saat ini. Tapi potensi harga bertahan mahal atau tren kenaikan masih sangat terbuka ke depan,” ujar Gunawan Benjamin pada IDN Times, Kamis (11/6/2026).
1. Cuaca ekstrem ganggu panen dan distribusi

Curah hujan tinggi masih sering terjadi di sejumlah sentra produksi Sumut. Kondisi ini mengganggu proses panen dan distribusi cabai ke pasar induk.
Saat hujan deras, petani menunda panen karena alasan keamanan dan akses jalan rusak. Di sisi distribusi, pedagang juga menghadapi penyusutan bobot cabai ditambah pasar sepi pengunjung. Akibatnya, harga di level pedagang besar berantakan dan bergerak volatil.
“Cuaca bersifat sementara dan fluktuatif. Tapi saat hujan deras, petani tunda panen. Di level pedagang ada penyusutan ditambah pasar sepi, ini bikin harga bergerak liar,” jelas Gunawan.
Gangguan pemadaman listrik turut memperparah pembentukan harga di pedagang besar.
2. Permintaan tinggi dari luar Sumut

Demand cabai Sumut meningkat signifikan. Wilayah Riau, Jambi, hingga Jakarta terpantau masif melakukan pembelian ke sentra produksi Sumut.
“Permintaan yang tinggi dari luar Sumut membuat pembentukan harga cabai di Sumut terdorong ke level lebih mahal,” kata Gunawan.
Pasokan yang harus dibagi untuk kebutuhan lokal dan ekspor antarprovinsi membuat stok menipis.
3. HPP naik akibat biaya input produksi

Harga Pokok Produksi HPP cabai mengalami kenaikan. Harga plastik mulsa, pupuk, dan biaya input lain sudah naik sejak konflik Iran-AS pecah beberapa bulan lalu.
“Dampak kenaikan biaya input produksi yang terjadi dalam 3 bulan terakhir berpeluang menciptakan kenaikan harga secara fundamental. Konsumen baru merasakan dampaknya bulan ini,” tegasnya.
Gunawan memperkirakan meski cuaca bisa membaik, kenaikan biaya input produksi berpotensi menekan harga jangka menengah. “Cuaca sementara, tapi HPP naik itu fundamental,” ujarnya.
Konsumen diimbau cermat berbelanja. Sementara pemerintah daerah diminta memantau distribusi dan stok agar gejolak harga tidak berlarut.

















