Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga Cabai Merah Medan Tembus Rp52.500/Kg, Ini 3 Pemicu Utamanya

Harga Cabai Merah Medan Tembus Rp52.500/Kg, Ini 3 Pemicu Utamanya
Ilustrasi cabai merah. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Harga cabai merah di Medan melonjak hingga Rp52.500/kg akibat kombinasi cuaca ekstrem, tingginya permintaan luar daerah, dan kenaikan biaya produksi.
  • Curah hujan tinggi menghambat panen serta distribusi cabai di Sumut, menyebabkan pasokan terganggu dan harga berfluktuasi tajam di tingkat pedagang besar.
  • Kenaikan harga input seperti pupuk dan plastik mulsa membuat HPP cabai naik, menekan harga jangka menengah meski kondisi cuaca nantinya membaik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Medan, IDN TimesHarga cabai merah di Kota Medan kembali melonjak. Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis PIHPS, harga di pusat pasar menyentuh Rp52.500 per kg pada Rabu (10/6/2026), meski hari ini Kamis (11/6/2026) transaksi tercatat Rp42.500/kg. Angka itu jauh di atas kisaran awal pekan yang masih di level Rp36.500/kg.

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin menyebut kenaikan tajam ini dipicu kombinasi faktor cuaca, permintaan luar daerah, dan kenaikan biaya produksi.

“Faktor cuaca masih jadi pemicu dominan saat ini. Tapi potensi harga bertahan mahal atau tren kenaikan masih sangat terbuka ke depan,” ujar Gunawan Benjamin pada IDN Times, Kamis (11/6/2026).

1. Cuaca ekstrem ganggu panen dan distribusi

IMG-20250922-WA0023.jpg
Tanaman cabai di Kabupaten Magelang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Curah hujan tinggi masih sering terjadi di sejumlah sentra produksi Sumut. Kondisi ini mengganggu proses panen dan distribusi cabai ke pasar induk.

Saat hujan deras, petani menunda panen karena alasan keamanan dan akses jalan rusak. Di sisi distribusi, pedagang juga menghadapi penyusutan bobot cabai ditambah pasar sepi pengunjung. Akibatnya, harga di level pedagang besar berantakan dan bergerak volatil.

“Cuaca bersifat sementara dan fluktuatif. Tapi saat hujan deras, petani tunda panen. Di level pedagang ada penyusutan ditambah pasar sepi, ini bikin harga bergerak liar,” jelas Gunawan.

Gangguan pemadaman listrik turut memperparah pembentukan harga di pedagang besar.

2. Permintaan tinggi dari luar Sumut

Potret cabai
Potret cabai (pexels.com/@courtney-stephens)

Demand cabai Sumut meningkat signifikan. Wilayah Riau, Jambi, hingga Jakarta terpantau masif melakukan pembelian ke sentra produksi Sumut.

“Permintaan yang tinggi dari luar Sumut membuat pembentukan harga cabai di Sumut terdorong ke level lebih mahal,” kata Gunawan.

Pasokan yang harus dibagi untuk kebutuhan lokal dan ekspor antarprovinsi membuat stok menipis.

3. HPP naik akibat biaya input produksi

Ilustrasi cabai merah keriting.
Ilustrasi cabai merah keriting. (Dok. Bapanas)

Harga Pokok Produksi HPP cabai mengalami kenaikan. Harga plastik mulsa, pupuk, dan biaya input lain sudah naik sejak konflik Iran-AS pecah beberapa bulan lalu.

“Dampak kenaikan biaya input produksi yang terjadi dalam 3 bulan terakhir berpeluang menciptakan kenaikan harga secara fundamental. Konsumen baru merasakan dampaknya bulan ini,” tegasnya.

Gunawan memperkirakan meski cuaca bisa membaik, kenaikan biaya input produksi berpotensi menekan harga jangka menengah. “Cuaca sementara, tapi HPP naik itu fundamental,” ujarnya.

Konsumen diimbau cermat berbelanja. Sementara pemerintah daerah diminta memantau distribusi dan stok agar gejolak harga tidak berlarut.

Share Article
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More