Nasib Warga Medan, Habis Listrik Padam Terbitlah Mati Air

- Ribuan pelanggan PDAM Tirtanadi di lima cabang Medan dan Delitua terdampak mati air akibat kerusakan pipa utama 1.000 mm yang disebabkan pemadaman listrik berulang.
- Perbaikan jaringan distribusi dimulai Selasa malam, menyebabkan aliran air mengecil hingga mati total selama dua hari di tujuh kecamatan dalam cakupan wilayah layanan tersebut.
- PDAM menyiagakan mobil tangki air bersih, membuka call center 24 jam, serta mengimbau warga menampung air dan menggunakan seperlunya hingga distribusi kembali normal.
Medan, IDN Times – Habis listrik padam, terbitlah mati air. Beginilah yang dirasakan warga Medan, Sumatra Utara. Di saat pemadaman listrik bergilir masih terjadi, ribuan pelanggan PDAM Tirtanadi di 5 cabang layanan Kota Medan dan Delitua juga terancam tidak mendapat air bersih selama dua hari. Gangguan terjadi karena perawatan darurat pipa Jaringan Distribusi Utama berdiameter 1.000 milimeter yang rusak akibat pemadaman listrik beberapa hari terakhir.
Perbaikan dijadwalkan mulai Selasa (9/6/2026) pukul 20.00 WIB hingga selesai. Dampaknya, aliran air di wilayah terdampak akan mengecil hingga mati total.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara atas gangguan pelayanan air bersih akibat kerusakan mesin operasional yang terjadi karena pemadaman listrik,” ujar Direktur Utama PDAM Tirtanadi Ardian Surbakti pada akun resmi @tirtanadiprovsu.
1. Ada 5 cabang layanan terdampak, ini rincian lokasinya
Berdasarkan rilis resmi PDAM Tirtanadi, wilayah yang terdampak gangguan adalah wilayah pelayanan cabang:
1. Cabang Delitua sekitarnya
2. Cabang Medan Kota sekitarnya
3. Cabang Medan Denai sekitarnya
4. Cabang Hm. Yamin sekitarnya
5. Cabang Tuasan sekitarnya
Sebelumnya, 7 kecamatan disebut terdampak: Delitua, Medan Amplas, Medan Kota, Medan Area, Medan Perjuangan, Medan Maimun, dan sebagian Percut Sei Tuan. Wilayah tersebut masuk dalam cakupan 5 cabang layanan di atas.
Penyebab gangguan adalah kerusakan pada mesin operasional dan pipa JDU diameter 1.000 mm. Pipa sebesar ini jadi tulang punggung distribusi, sehingga dampaknya langsung ke produksi dan tekanan air ke pelanggan.
2. PDAM siagakan mobil tangki dan call center 24 jam

Untuk mengurangi beban warga, PDAM Tirtanadi menyiapkan mobil tangki air bersih di seluruh kawasan terdampak. Layanan tangki diprioritaskan untuk rumah sakit, sekolah, dan warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kami telah menyiapkan mobil tangki air bersih di seluruh wilayah yang terdampak untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Ardian.
3. Masyarakat diimbau agar pelanggan segera mengisi bak penampungan di rumah

PDAM mengimbau pelanggan segera mengisi bak penampungan di rumah masing-masing sebagai cadangan air. Informasi dan pengaduan bisa melalui Call Center 0811-6015-000 atau media sosial resmi @tirtanadiprovesu. Layanan monitoring berjalan 24/7.
Para petugas kini masih melakukan percepatan perbaikan infrastruktur jaringan perpipaan. PDAM menargetkan distribusi air normal kembali dalam waktu dua hari setelah perbaikan selesai. Sehingga, warga diminta bersabar dan menggunakan air seperlunya sampai suplai kembali stabil.


















