Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

In Release Jadi Ruang Kolaborasi Positif untuk Musisi Medan

Kota Medan
In Release Jadi Ruang Kolaborasi Positif untuk Musisi Medan
Aksi band Brutal Pop pada In Release volume 1 di Medan (dok. In Release)
Intinya Sih
  • In Release hadir di Medan sebagai wadah promosi musisi independen, menggabungkan penampilan band dan wawancara panggung untuk membahas perjalanan serta proses kreatif mereka.
  • Edisi perdana pada 25 Juli 2026 menampilkan Merahati dengan single “Melupakanmu”, Flower Child dengan “Menolak Ingatan”, serta Brutal Pop yang membawakan empat lagu.
  • Digagas Tri Harma, Atta, dan Yogi bersama Serayu Kopi, In Release mengutamakan band berkarya orisinal agar musisi Medan mendapat eksposur lebih luas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times- Minimnya ruang promosi bagi musisi independen di Kota Medan mendorong lahirnya sebuah wadah baru bernama In Release, sebuah konsep pertunjukan musik yang tak hanya menghadirkan penampilan band, tetapi juga mengangkat cerita di balik karya yang mereka ciptakan.

Inisiatif ini digagas oleh tiga pegiat musik Medan, yakni pendiri Cuma Ngegigs Tri Harma, pendiri media gaya hidup dan musik Anamatope Atta, serta wartawan hiburan Harian Analisa, Yogi. Ketiganya berkolaborasi menghadirkan ruang apresiasi yang diharapkan mampu memperluas jangkauan karya musisi lokal kepada publik.

Didukung oleh live space Serayu Kopi, In Release mengusung konsep berbeda dari pertunjukan musik pada umumnya. Selain menyaksikan penampilan band, penonton juga diajak mengenal lebih dekat perjalanan karier hingga proses kreatif para musisi melalui sesi wawancara langsung di atas panggung.

1. Merahati bawa single terbaru

Band Merahati tampil di atas panggung dalam acara In Release volume 1 di Medan dengan pencahayaan panggung berwarna.
Aksi band Merahati pada In Release volume 1 di Medan (dok. In Release)

In Release Vol. 1 yang digelar pada Sabtu (25/7/2026) menghadirkan tiga band asal Medan, yakni Merahati, Flower Child, dan Brutal Pop.

Merahati menjadi penampil pembuka. Meski tampil tanpa drummer, band yang diperkuat Arie (gitar), Maureen (bass), Emli (gitar), Fiqri (drum), dan Beby (vokal) tetap mampu menyuguhkan penampilan maksimal. Mereka membawakan single terbaru berjudul "Melupakanmu" sekaligus berbagi kisah mengenai perjalanan band yang resmi terbentuk pada 20 April 2020.

2. Baru terbentuk Flower Child sudah garap mini album, Brutal Pop bersenang-senang dengan Pop

Band Flower Child tampil dalam acara In Release volume 1 di Medan, didokumentasikan oleh In Release.
Band Flower Child pada In Release volume 1 di Medan (dok. In Release)

Penampilan berikutnya diisi oleh Flower Child, band pop rock yang digawangi Dilla (vokal), Rizki (bass), Raki (drum), dan Faisal (gitar). Dalam sesi wawancara, mereka menceritakan proses terbentuknya band yang baru berdiri pada pertengahan 2026 dan tengah menggarap mini album (EP) perdana.

Flower Child kemudian membawakan dua lagu orisinal, termasuk single terbaru mereka yang berjudul "Menolak Ingatan", yang mendapat sambutan hangat dari penonton.

Sebagai penutup, unit alternative rock Brutal Pop sukses mengakhiri rangkaian acara dengan energi yang tinggi. Trio Hasan (bass/vokal), Eko (gitar), dan Teguh (drum) membawakan empat lagu, termasuk single perdana "Cinta Tak Boleh Ngemis", serta lagu cover "Walah" milik Netral.

Dalam sesi wawancara, Hasan menjelaskan bahwa nama Brutal Pop dipilih sebagai representasi musik pop yang dibawakan dengan semangat bersenang-senang. Ia juga mengungkapkan bahwa band tersebut saat ini sedang mempersiapkan mini album (EP) debut mereka.

3. Ruang musisi Medan unjuk karya

Potret Tri Harma dan Yogi Yuwasta sebagai penggagas In Release dalam materi dokumentasi resmi In Release.
Tri Harma dan Yogi Yuwasta, penggagas In Release (dok.In Release)

Melalui konsep yang memadukan pertunjukan musik dan diskusi kreatif, In Release diharapkan dapat menjadi ruang baru bagi musisi Medan untuk memperkenalkan karya sekaligus mempererat hubungan antara musisi dan penikmat musik lokal.

"Kalau gigs pada umumnya di Medan fokus pada penampilan band. Bahkan terkadang penonton tidak tahu siapa band yang tampil dan apa judul lagu yang mereka bawakan. Di In Release kami ingin mengulik perjalanan band sekaligus membedah karya-karya mereka dari sudut pandang pewawancara, tanpa menghakimi seperti ajang pencarian bakat," ujar Tri Harma, salah satu penggagas acara.

Menurutnya, In Release juga diproyeksikan sebagai media promosi bagi band-band yang menghasilkan karya orisinal.

"Kami mengutamakan band yang memiliki karya sendiri, bukan band cover. Band-band Medan punya kualitas yang tidak kalah dengan musisi dari daerah lain dan sudah sepatutnya mendapatkan eksposur yang lebih luas," tambahnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More