Kisah Ali Seberangi Danau Toba Selama 45 Menit Demi Penyuluhanan Agama

- Muhammad Ali Pakpahan, penyuluh KUA Lumban Julu, menyeberangi Danau Toba selama 45 menit untuk membina masyarakat Desa Sibaruang yang hanya bisa diakses lewat jalur air.
- Setiba di desa, ia mengisi majelis taklim dan pembinaan remaja masjid dengan materi akhlak, fikih praktis, serta pentingnya kerukunan, sambil mendata kebutuhan dan program keagamaan warga.
- Warga menyambut antusias kegiatan tersebut dan berharap pembinaan rutin dilakukan agar ilmu agama serta nilai kebersamaan terus tumbuh di wilayah pesisir Danau Toba.
Medan, IDN Times – Dedikasi tak kenal jarak ditunjukkan oleh Muhammad Ali Pakpahan. Ia merupakan salah satu penyuluh agama islam Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Lumban Julu.
Demi masyarakat, dia rela menyeberangi perairan Danau Toba selama 45 menit agar dapat menjangkau kelompok binaannya di Desa Sibaruang, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba.
Desa Sibaruang hanya bisa diakses lewat jalur air. Dalam kisahnya, tanpa ragu, Ali Pakpahan menumpang perahu motor milik warga dari pesisir Desa Binangalom. Meski cuaca cerah dan gelombang tenang membuat perjalanan lautnya aman dan lancar, Selasa kemarin.
“Ini wujud nyata komitmen KUA menjangkau umat sampai daerah terpencil. Wilayah kerja kami dipisah Danau Toba, jadi pendekatan langsung lewat air jadi strategi paling efektif,” ujarnya.
1. Isi majelis taklim dan pembinaan Remaja Masjid

Setiba di Desa Sibaruang, Ali Pakpahan langsung mengisi majelis taklim ibu-ibu dan membina remaja masjid di balai desa. Materi yang disampaikan meliputi penguatan akhlak mulia, fikih praktis ibadah sehari-hari, hingga pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat pesisir Danau Toba.
Diskusi berlangsung interaktif. Warga antusias menyampaikan persoalan keagamaan yang mereka hadapi sehari-hari. Kehadiran penyuluh langsung di tengah mereka memudahkan penyampaian materi sekaligus mendengar aspirasi umat.
Selain pembinaan, Ali Pakpahan juga mendata kebutuhan masyarakat dan memberikan edukasi program keagamaan Kementerian Agama. Mulai dari keluarga sakinah, zakat, wakaf, hingga fasilitasi layanan pencatatan nikah.
2. Bagi Ali tidak ada jarak terlalu jauh untuk melayani umat

Ali Pakpahan menegaskan program penyuluhan keliling akan terus digiatkan, terutama ke wilayah dengan akses darat terbatas. Perahu motor menjadi sarana vital bagi penyuluh untuk menjangkau umat di pulau-pulau kecil dan desa pesisir.
“Tujuan utama kami memastikan layanan pembinaan keagamaan berjalan merata tanpa terkendala geografis. Tidak ada jarak yang terlalu jauh untuk melayani umat,” tegasnya.
3. Kelompok binaan berharap kegiatan serupa rutin dilakukan

Kemudian, warga Desa Sibaruang menyambut hangat kedatangan penyuluh. Mereka merasa diperhatikan dan terbantu.
Kelompok binaan berharap kegiatan serupa rutin dilakukan agar ilmu agama, dan nilai kebersamaan terus terjaga di tengah masyarakat pesisir Danau Toba.
Dedikasi Ali Pakpahan menjadi inspirasi bahwa pelayanan keagamaan harus sampai ke seluruh lapisan masyarakat, tanpa kecuali.

















