Kantor BBKSDA Riau (IDN Times/ dok BBKSDA Riau)
Firmansyah menjelaskan, persoalan tersebut telah berulang kali disampaikan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau, dengan harapan segera ada tindakan penyelamatan maupun evakuasi satwa liar tersebut. Namun, hingga kini masyarakat menilai belum ada langkah nyata dari BBKSDA Provinsi Riau untukku menghilangkan ancaman satwa liar tersebut.
"Setiap kali ada kejadian kami selalu melapor ke BKSDA. Jawaban yang kami terima hanya bahwa mereka sedang mempersiapkan tim untuk turun ke lapangan. Sampai sekarang masyarakat masih terus dihantui keberadaan beruang itu," jelasnya.
Ia menyebut, keberadaan beruang yang sudah masuk ke lingkungan permukiman tidak lagi bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Kondisi itu telah berubah menjadi ancaman serius terhadap keselamatan warga.
Dimana, warga didaerah tersebut semakin resah karena belum ada kepastian kapan penanganan akan dilakukan. Di sisi lain, korban terus berjatuhan sehingga menimbulkan kekhawatiran akan adanya serangan berikutnya.
"Kami sangat berharap BKSDA segera turun ke lokasi dan mengambil tindakan nyata. Jangan sampai nanti ada korban berikutnya baru dilakukan penanganan serius," sebut Firmansyah
Ia juga mengingatkan bahwa kesabaran warga memiliki batas. Jika ancaman terhadap keselamatan jiwa terus berlangsung tanpa penanganan, bukan tidak mungkin warga akan mengambil tindakan sendiri untuk melindungi diri dan keluarganya.
"Kami takut masyarakat bertindak sendiri karena merasa keselamatannya terancam. Kalau itu sampai terjadi, justru masyarakat yang bisa berhadapan dengan hukum. Padahal mereka hanya ingin melindungi diri dan keluarganya dari ancaman satwa liar," tegas Firmansyah
Warga berharap BKSDA Provinsi Riau segera menerjunkan tim untuk melakukan identifikasi, pemantauan, hingga evakuasi terhadap beruang yang berkeliaran di sekitar permukiman. Sehingga rasa aman warga dapat kembali pulih.
Sementara itu, Plh Kepala BBKSDA Provinsi Riau Ujang Holisudin saat dikonfirmasi IDN Times mengatakan, pihaknya telah menerima laporan atas kejadian tersebut.
"Laporan baru kami terima tadi siang," kata Ujang.
Saat ini, ditambahkannya, pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan menyusun strategi untuk mengevakuasi beruang tersebut.
"Saat ini tim sudah turun ke lapangan untuk menyelesaikan konflik tersebut," pungkasnya.