Antrian pembelian pertamax di IKN SPBU Bukit Raya Sepaku (IDN Times/Ervan)
Selain semen, Pemerintah Aceh juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) pengendalian distribusi BBM di SPBU Lingke dan SPBU Lambhuk, Kota Banda Aceh, bersama Polda Aceh.
Dari hasil pemeriksaan, stok BBM dinyatakan masih tersedia dan penyaluran berjalan. Namun, petugas menemukan sejumlah kendaraan menggunakan QR Barcode Subsidi Tepat yang tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan.
Di SPBU Lambhuk, tim juga menemukan kejanggalan ketika banyak kendaraan keluar dari antrean saat petugas tiba di lokasi.
"Di SPBU Lambhuk ditemukan keanehan, ketika petugas sampai ke SPBU malah banyak kendaraan kocar-kacir keluar dari antrean. Ini menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dalam administrasi antrean pengisian konsumen," ujar Nurlis.
Seluruh temuan tersebut telah didata untuk ditindaklanjuti bersama aparat terkait.
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Aceh memastikan stok BBM bersubsidi maupun LPG tabung 3 kilogram masih dalam kondisi aman dan distribusi terus dioptimalkan.
Hingga kini, Pemerintah Aceh menyatakan belum menemukan bukti adanya praktik permainan atau penyimpangan distribusi BBM maupun semen. Namun, pengawasan dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat, termasuk membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan penyimpangan di lapangan.